Rabu, 13 Mei 2020

Makna Lagu Lolo Zouaï – High Highs To Low Lows

Lolo Zouaï – High Highs To Low Lows

 

 Tentang Penyanyi

Lolo Zouaï adalah penyanyi dan penulis lagu Prancis-Amerika yang dikenal dengan perpaduan R&B, pop, hip-hop, serta pengaruh budaya Prancis dan Amerika dalam musiknya.

Salah satu karakter yang menarik dari karya Lolo Zouaï adalah kemampuannya menceritakan kehidupan secara cukup personal tanpa selalu membuatnya terdengar terlalu serius.

Ada sisi glamor, percaya diri, sensual, tetapi di baliknya sering muncul cerita tentang perjuangan, hubungan, identitas, keluarga, dan pencarian diri.

“High Highs To Low Lows” memperlihatkan sisi tersebut dengan cukup jelas.

Di satu sisi ada mimpi tentang uang, Los Angeles, berlian, dan kehidupan yang lebih baik.

Di sisi lain ada upah minimum, barang murah, hubungan yang gagal, kesepian, dan kondisi emosional yang tidak baik.


Tentang Lagu

“High Highs To Low Lows” secara sederhana berarti naik sangat tinggi lalu jatuh sangat rendah.

Tetapi menurut gue, lagu ini bukan hanya tentang perubahan mood.

Lagu ini menggambarkan kehidupan seseorang yang berada di antara ambisi besar dan kenyataan hidup yang keras.

Narator punya mimpi.

Dia ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Dia ingin keluar dari kondisi finansial yang terbatas.

Ada orang-orang yang menawarkan mimpi besar kepadanya.

Bahkan ada bayangan kehidupan mewah di Los Angeles.

Namun realitas yang dia jalani masih jauh dari gambaran tersebut.

Barang yang terlihat seperti mahal ternyata murah.

Pakaian yang terlihat mewah ternyata hanya barang dengan harga sangat rendah.

Dan di balik semua usaha untuk terlihat baik-baik saja, dia mengakui:

“I'm not okay these days.”

Jadi lagu ini seperti perjalanan antara apa yang terlihat dari luar dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, “High Highs To Low Lows” adalah lagu tentang ketidakstabilan hidup ketika seseorang sedang berusaha mengubah nasibnya.

Ada saat ketika semuanya terasa mungkin.

Mimpi terasa dekat.

Ada orang yang menawarkan kesempatan.

Ada gambaran tentang kehidupan yang lebih baik.

Tetapi kemudian semuanya bisa jatuh lagi.

Uang belum datang.

Kesempatan tidak berjalan sesuai harapan.

Hubungan berakhir tanpa penjelasan.

Orang yang sebelumnya ingin “menyelamatkan” tiba-tiba menghilang.

Karena itu, istilah “high highs to low lows” terasa seperti gambaran kehidupan yang tidak linear.

Kita bisa merasa sangat yakin hari ini.

Besok bisa merasa gagal total.

Hari ini kita punya harapan.

Besok kita bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.

Dan pada akhirnya, lagu ini mencoba menerima kenyataan bahwa naik dan turun tersebut memang bagian dari kehidupan.


Tema yang Dibahas

Mimpi Besar di Tengah Keterbatasan

Narator jelas memiliki ambisi.

Dia tidak ingin selamanya mendapatkan upah minimum.

Dia ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Ada keinginan untuk memiliki berlian, uang, dan kehidupan yang lebih nyaman.

Menurut gue, ini bukan sekadar materialisme.

Uang di sini bisa menjadi simbol keinginan untuk keluar dari keterbatasan.

Ketika seseorang hidup dalam kondisi pas-pasan, keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik sangat manusiawi.

Masalahnya, perjalanan menuju kehidupan tersebut tidak selalu semudah yang terlihat.


Citra Mewah vs Kenyataan

Salah satu bagian yang paling menarik adalah gambaran tentang barang yang terlihat mewah tetapi sebenarnya murah.

Ini seperti kritik kecil terhadap penampilan dan persepsi sosial.

Orang lain mungkin mengira seseorang memakai barang mahal.

Padahal kenyataannya tidak demikian.

Dan menurut gue, hal ini bisa diperluas ke kehidupan secara keseluruhan.

Kita sering hanya melihat “gold” yang ditampilkan seseorang.

Kita tidak melihat bagian yang masih berupa perjuangan.

Seseorang bisa terlihat sukses di media sosial, tetapi sebenarnya masih berjuang membayar kebutuhan sehari-hari.

Seseorang bisa terlihat bahagia, tetapi sebenarnya sedang mengalami masa yang sangat berat.


Mimpi yang Dijual oleh Orang Lain

Ada seseorang yang datang dengan tawaran bantuan dan mimpi.

Dia ingin membawa narator ke Los Angeles.

Dia menawarkan sesuatu yang terlihat seperti kesempatan besar.

Narator akhirnya mengambil kesempatan tersebut.

Tetapi penggunaan kata “dreams you wanna sell me” membuatnya terdengar seperti sebuah tawaran yang harus dipertanyakan.

Karena tidak semua mimpi yang ditawarkan kepada kita benar-benar menjadi milik kita.

Kadang orang menjual mimpi karena mereka tahu kita sedang haus akan perubahan.

Dan ketika kita sedang berada dalam kondisi sulit, tawaran apa pun yang terlihat seperti jalan keluar bisa terasa sangat menarik.


Keinginan untuk Diakui

Berlian dan angka nol dalam rekening bukan hanya soal barang mewah.

Menurut gue, itu juga berkaitan dengan validasi.

Ada keinginan untuk membuktikan:

“Gue berhasil.”

Setelah lama hidup dengan keterbatasan, memiliki sesuatu yang menunjukkan keberhasilan bisa terasa seperti pembuktian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Namun lagu ini juga menunjukkan bahwa pencapaian tersebut belum tentu datang ketika kita menginginkannya.

Dia menginginkan berlian, tetapi belum menemukannya.

Dia menginginkan angka nol di rekening, tetapi belum memilikinya.

Jadi ambisi dan kenyataan masih berjarak.


Kehilangan dan Keheningan

Salah satu bagian yang cukup emosional adalah ketika narator mengatakan bahwa satu-satunya hal yang dia dapatkan dari seseorang adalah silence.

Tidak ada penjelasan.

Tidak ada kabar.

Tidak ada kepastian.

Dan menurut gue, diam seperti ini terkadang lebih menyakitkan daripada penolakan.

Kalau seseorang mengatakan “tidak”, kita tahu jawabannya.

Tetapi ketika seseorang menghilang, kita terus bertanya:

“Kenapa?”

“Gue salah apa?”

“Dia masih peduli nggak?”

Ketidakjelasan bisa membuat seseorang terjebak dalam pikirannya sendiri.


“I'm Not Okay These Days”

Menurut gue, ini salah satu bagian paling jujur dalam lagu.

Setelah semua gambaran tentang mimpi, uang, dan kehidupan glamor, narator akhirnya mengakui bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

Kalimat ini seperti membuka topeng.

Karena selama ini kita melihat seseorang yang terus bergerak dan mengejar sesuatu.

Tetapi ternyata di dalam dirinya ada kelelahan.

Ada sakit hati.

Ada kesepian.

Dan mungkin ada kebingungan mengenai ke mana hidupnya akan berjalan.


Sulit Mengungkapkan Perasaan

Ada bagian berbahasa Prancis yang secara makna menunjukkan bahwa narator mengalami kesulitan untuk mengekspresikan dirinya, tetapi tetap berusaha.

Menurut gue, ini penting.

Karena tidak semua orang mampu menjelaskan apa yang sedang mereka rasakan.

Kadang kita tahu bahwa kita sedang sakit.

Tetapi ketika ditanya:

“Kenapa?”

kita tidak tahu harus menjawab apa.

Bukan karena tidak ada masalah.

Justru karena masalahnya terlalu banyak untuk dijelaskan.


Merasa Ditinggalkan Saat Jatuh

Salah satu gambaran paling menyakitkan adalah ketika narator mengatakan bahwa dirinya sendirian ketika jatuh.

Lalu muncul pertanyaan:

“Where did you go?”

Ini menunjukkan bahwa seseorang mungkin hadir ketika keadaan sedang baik.

Tetapi ketika keadaan memburuk, orang tersebut menghilang.

Dan pengalaman seperti itu bisa membuat kita mempertanyakan arti sebuah hubungan.

Apakah orang tersebut benar-benar peduli kepada kita?

Atau hanya tertarik ketika kita sedang berada dalam kondisi yang menyenangkan?


Naik dan Turun adalah Bagian dari Hidup

Bagian akhir lagu memberikan perspektif yang lebih dewasa.

Hidup memang penuh dengan highs and lows.

Ada masa ketika kita merasa berada di atas.

Ada masa ketika kita merasa benar-benar jatuh.

Dan justru tanpa adanya titik rendah, titik tinggi mungkin tidak akan terasa berarti.

Menurut gue, ini bukan berarti kita harus mensyukuri penderitaan.

Bukan juga berarti semua kesulitan pasti memiliki alasan yang indah.

Tetapi pengalaman buruk bisa mengubah cara kita memahami pengalaman baik.

Kita belajar menghargai ketenangan setelah melewati kekacauan.

Kita belajar menghargai keberhasilan setelah tahu rasanya gagal.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “High Highs To Low Lows” sebenarnya bukan lagu tentang orang yang gagal.

Justru gue melihatnya sebagai lagu tentang seseorang yang sedang berusaha keras untuk berhasil tetapi belum sampai di tempat yang dia inginkan.

Dan menurut gue, perbedaan itu penting.

Karena kadang kita terlalu cepat menyebut diri sendiri gagal hanya karena hasilnya belum sesuai harapan.

Padahal bisa saja kita memang sedang berada di fase proses.

Gue suka banget bagian tentang barang yang terlihat seperti mahal padahal sebenarnya murah.

Karena menurut gue, itu seperti gambaran kehidupan secara keseluruhan.

Kita sering melihat orang lain dari apa yang mereka tampilkan.

Kita melihat pakaian.

Mobil.

Rumah.

Liburan.

Karier.

Angka followers.

Tetapi kita nggak pernah tahu berapa banyak hal yang sebenarnya mereka korbankan untuk sampai ke sana.

Dan bahkan orang yang terlihat sukses pun bisa sedang mengalami low lows.

Menurut gue, bagian yang paling menyakitkan justru bukan soal uang.

Tetapi ketika narator mengatakan bahwa dia sendirian ketika jatuh.

Karena saat kita gagal, yang paling kita butuhkan sebenarnya bukan seseorang yang mengatakan:

“Gue bisa menyelesaikan masalah lo.”

Kadang kita cuma membutuhkan seseorang yang tetap ada.

Seseorang yang berkata:

“Gue tahu lo lagi jatuh. Gue di sini.”

Dan ketika orang tersebut justru menghilang, rasa jatuhnya menjadi lebih dalam.

Gue juga melihat lagu ini sebagai pengingat bahwa hidup memang nggak pernah benar-benar stabil.

Kita bisa punya hari yang luar biasa.

Lalu beberapa minggu kemudian semuanya berantakan.

Kita bisa merasa sangat percaya diri.

Kemudian tiba-tiba mempertanyakan semua keputusan hidup.

Itu bukan berarti kita mundur.

Itu berarti kita manusia.

Buat gue, bagian terakhir lagu justru memberikan kesimpulan paling dewasa:

tanpa “low”, kita mungkin tidak akan benar-benar memahami arti “high”.

Tapi gue juga nggak ingin mengartikan itu sebagai alasan untuk meromantisasi penderitaan.

Kalau sedang berada di titik rendah, kita tetap boleh berharap untuk keluar.

Kita tetap boleh mencari bantuan.

Kita tetap boleh bilang:

“Gue nggak baik-baik saja.”

Karena menerima bahwa hidup punya naik-turun bukan berarti kita harus menyerah pada titik rendah.

Kita tetap bisa berusaha naik lagi.

Dan mungkin itulah inti lagu ini menurut gue:

hidup bukan tentang selalu berada di atas. Hidup adalah tentang tetap mengenali diri sendiri ketika sedang berada di bawah, lalu perlahan mencari jalan untuk naik lagi.


Fakta Lagu yang Relevan

“High Highs To Low Lows” merupakan lagu Lolo Zouaï yang kuat dalam penggunaan dua bahasa, terutama bahasa Inggris dan Prancis.

Judulnya mengambil gagasan dari ungkapan “des hauts et des bas”, yang berarti kurang lebih “pasang surut” atau “naik dan turun.”

Konsep tersebut menjadi benang merah lagu dari awal hingga akhir.

Lagu ini juga menggunakan kontras antara simbol kemewahan seperti emas, berlian, dan Los Angeles dengan realitas seperti upah minimum, barang murah, kesepian, dan patah hati.

Kontras tersebut membuat tema lagu tidak hanya berkaitan dengan kondisi finansial, tetapi juga dengan perbedaan antara apa yang terlihat dari luar dan apa yang sebenarnya dirasakan seseorang.


Lirik Lagu

[Intro]

(des hauts et des bas) x2

High highs to low lows

Yeah

High highs to low lows

 

[Chorus]

I go from high highs to low lows (des hauts et des bas)

High highs to low lows (des hauts et des bas)

Yeah yeah

 

[Verse 1]

I can’t say I’ve been doing okay, I’ve been doing okay

(ouais ouais ok)

And I can’t wait to really get paid not just minimum wage

(ouais ouais je sais)

Yeah

Fake gold on my hoops, real rips on my pants

They think it’s all gucci but it’s 99 cents

I swear

Yeah yeah

I swear

 

 

[Pre-chorus]

Ooh you wanna help me

Ooh you wanna fly me out to L.A

Dreams you wanna sell me

I took a bite that’s a gold plate, a gold plate

 

[Chorus]

I go from high highs to low lows

High highs to low lows

I go from high highs to low lows (des hauts et des bas)

High highs to low lows (des hauts et des bas)

 

[Verse 2]

Real diamonds, I want ’em but I can’t find them

Timing, he said it’s just bad timing

Lying, all I got from you was silence

No gold on my neck

No 0’s on my check

I swear, I swear

 

[Pre-chorus]

Ooh you wanna help me

Ooh you wanna fly me out to L.A

Dreams you wanna sell me

I took a bite that’s a gold plate, a gold plate

 

[Chorus]

I go from high highs to low lows

High highs to low lows

I go from high highs to low lows (des hauts et des bas)

High highs to low lows (des hauts et des bas)

 

[Verse 3]

I’m not okay these days

Dreams come and go, I stay

J’ai du mal à m’exprimer mais j’essaye

I was alone when I fell

Where did you go? Pas de nouvelle

J’ai beaucoup de mal de coeur, mal de coeur

 

[Bridge]

Save me, now you wanna save me

Save me, now you wanna save me

 

[Chorus]

I go from high highs to low lows

High highs to low lows

I go from high highs to low lows (des hauts et des bas)

High highs to low lows (des hauts et des bas)

 

[Outro]

Tu sais, la vie est pleine de hauts et de bas

Mais sans les bas, les hauts ne veulent rien dire



Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, “High Highs To Low Lows” lebih banyak bercerita tentang perjuangan finansial, patah hati, atau naik-turunnya kehidupan secara keseluruhan?

Pernah nggak kalian berada di fase ketika hidup terasa sangat baik, lalu tiba-tiba semuanya jatuh bersamaan?

Dan menurut kalian, apakah pengalaman buruk memang membuat kita lebih menghargai saat-saat bahagia, atau justru ada penderitaan yang tidak perlu kita romantisasi?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar. Karena mungkin, setiap orang punya versi “high highs” dan “low lows” masing-masing.

 

Tidak ada komentar: