Senin, 01 November 2021

Makna Lagu Nosstress - Bu Darmi

 Nosstress - Bu Darmi


Makna Lagu Nosstress - Bu Darmi

Tentang Penyanyi

Nosstress merupakan grup musik asal Bali yang dikenal melalui musik folk dan akustik dengan lirik yang banyak mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari. Karya-karya mereka sering menyentuh persoalan lingkungan, sosial, kemanusiaan, serta berbagai keresahan yang terjadi di sekitar masyarakat.

Dengan gaya musik yang sederhana, Nosstress sering membawa cerita yang terasa dekat dengan kehidupan orang biasa. Kesederhanaan musik tersebut justru membuat pesan dalam lirik menjadi lebih mudah terasa dan tidak terlalu berjarak dengan pendengarnya.


Tentang Lagu

“Bu Darmi” merupakan lagu Nosstress yang menceritakan kehidupan seorang perempuan Bali bernama Bu Darmi yang berada dalam tekanan ekonomi, tuntutan keluarga, kewajiban upacara, serta persoalan rumah tangga.

Lagu ini tidak hanya menceritakan penderitaan seorang perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Di dalamnya juga terdapat kritik terhadap gambaran tentang Bali yang sering ditampilkan sebagai tempat yang harmonis, indah, dan sejahtera, sementara di balik gambaran tersebut masih ada orang-orang yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

“Bu Darmi” dirilis pada 2021 dan menjadi bagian dari album Istirahat, yang berisi 14 lagu. Di album tersebut, “Bu Darmi” berada di urutan keenam.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut gue, “Bu Darmi” adalah cerita tentang seseorang yang berusaha mempertahankan kehidupan keluarganya di tengah keadaan yang terus menekannya.

Bu Darmi digambarkan sebagai seorang ibu yang memiliki uang terbatas, tetapi harus memenuhi banyak kebutuhan. Bahkan untuk kebutuhan menjelang hari raya dan upacara, ia sampai harus berutang.

Di sinilah lagu mulai menunjukkan pertentangan yang cukup kuat.

Di satu sisi ada gambaran tentang Bali yang harmonis. Tetapi di sisi lain, ada Bu Darmi yang harus menanggung beban ekonomi dan bahkan menahan lapar demi keluarga.

Seolah-olah lagu ingin bertanya: harmonis untuk siapa jika ada seseorang yang harus menderita agar keharmonisan tersebut tetap terlihat?

Kritik tersebut semakin jelas ketika lagu membawa gambaran Bali yang indah dan gemah ripah seperti yang sering muncul dalam promosi pariwisata. Namun kehidupan Bu Darmi justru jauh dari gambaran tersebut.

Ini bukan berarti lagu sedang mengatakan bahwa seluruh Bali seperti itu. Justru melalui sosok Bu Darmi, Nosstress memperlihatkan sisi kehidupan yang mungkin tidak terlihat dari gambaran Bali sebagai destinasi wisata.

Masalah kemudian semakin berat ketika Pak Darma mencoba mendapatkan uang dengan mempertaruhkan nasib melalui ayam. Bukannya memperbaiki keadaan ekonomi keluarga, keputusan tersebut justru menambah utang.

Yang paling menyakitkan adalah ketika kegagalan Pak Darma kemudian berujung pada Bu Darmi yang menjadi sasaran kemarahannya.

Di bagian akhir, penderitaan Bu Darmi sudah berada pada titik yang sangat berat. Ia bahkan mulai mempertanyakan apakah para dewa telah meninggalkan Pulau Dewata.

Keinginan untuk pergi juga muncul, tetapi pilihan tersebut tidak sederhana. Meninggalkan rumah berarti menghadapi ketidakpastian lain yang menurutnya bisa lebih menakutkan.

Jadi, menurut gue, lagu ini bukan hanya tentang kemiskinan.

“Bu Darmi” juga berbicara tentang perempuan yang terjebak di antara tuntutan keluarga, budaya, ekonomi, dan hubungan rumah tangga yang tidak sehat.


Tema yang Dibahas

1. Kemiskinan dan tekanan ekonomi

Bu Darmi digambarkan harus memenuhi banyak kebutuhan dengan kondisi keuangan yang terbatas. Bahkan kebutuhan keluarga dan upacara membuatnya harus berutang. Tema ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi dapat membuat seseorang terus bekerja keras hanya untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari.

2. Beban perempuan dalam keluarga

Bu Darmi menjadi sosok yang banyak menanggung beban rumah tangga. Ia harus berbelanja, menyiapkan makanan, mengurus keluarga, sekaligus menghadapi berbagai tekanan lainnya. Beban tersebut memperlihatkan bagaimana pekerjaan perempuan di dalam keluarga sering kali tidak terlihat meskipun sangat besar.

3. Tradisi dan kewajiban upacara

Lagu membawa persoalan upacara ke dalam cerita Bu Darmi. Tradisi bukan digambarkan sebagai sesuatu yang salah, tetapi lagu mempertanyakan ketika pelaksanaan kewajiban tersebut justru menjadi beban berat bagi seseorang yang kondisi ekonominya terbatas.

4. Kritik terhadap citra pariwisata Bali

Ada pertentangan antara gambaran Bali yang indah, harmonis, dan gemah ripah dengan kehidupan Bu Darmi yang penuh kesulitan. Kritiknya terletak pada kemungkinan adanya kehidupan masyarakat yang tidak terlihat di balik citra pariwisata yang selama ini dipromosikan.

5. Kekerasan dan ketimpangan dalam rumah tangga

Ketika Pak Darma mengalami kegagalan dan kemudian menjadi bengis, Bu Darmi menjadi sasaran. Hal tersebut menunjukkan posisi perempuan yang rentan ketika berada dalam rumah tangga yang penuh tekanan dan kekerasan.

6. Judi dan jeratan utang

Keputusan Pak Darma untuk mencoba mendapatkan uang dengan mempertaruhkan nasib justru membuat utang semakin bertambah. Tema ini memperlihatkan bagaimana keinginan mendapatkan uang dengan cepat dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga yang memang sudah sulit.

7. Keputusasaan dan pilihan hidup

Di bagian akhir, Bu Darmi mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan semuanya. Namun, pilihan tersebut juga terasa menakutkan. Ia berada dalam situasi ketika bertahan terasa menyakitkan, tetapi pergi juga penuh risiko.

8. Kritik terhadap patriarki

Bu Darmi ditempatkan sebagai perempuan yang harus menanggung berbagai beban, sementara keputusan dan tindakan laki-laki di dalam rumah tangga ikut menentukan penderitaannya. Karena itu, lagu ini juga dapat dibaca sebagai kritik terhadap struktur patriarki yang membuat perempuan berada dalam posisi rentan.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Bu Darmi” adalah salah satu lagu Nosstress yang paling kuat dalam menggambarkan persoalan sosial melalui sebuah cerita personal.

Kita tidak diberi teori panjang tentang kemiskinan, patriarki, atau pariwisata. Kita justru diperkenalkan kepada satu orang: Bu Darmi.

Dari kehidupannya, kita kemudian melihat masalah yang jauh lebih besar.

Ada kebutuhan keluarga, utang, tuntutan upacara, gambaran pariwisata, perjudian, kekerasan rumah tangga, sampai ketakutan seorang perempuan untuk meninggalkan kehidupan yang menyakitkan.

Menurut gue, pilihan menggunakan tokoh Bu Darmi membuat kritik lagu ini terasa lebih manusiawi.

Kita tidak hanya melihat angka kemiskinan atau istilah tentang ketimpangan. Kita melihat seorang ibu yang harus memikirkan bagaimana uang yang sedikit bisa mencukupi kebutuhan yang banyak.

Yang menurut gue paling kuat adalah pertentangan antara kata “harmonis” dengan penderitaan Bu Darmi.

Harmoni yang terlihat dari luar belum tentu berarti semua orang di dalamnya hidup dengan baik.

Hal tersebut juga memang sejalan dengan penjelasan yang disertakan pada video resmi “Bu Darmi”. Pihak Nosstress menjelaskan bahwa lagu ini dimaksudkan untuk menceritakan secara jujur kehidupan perempuan Bali di tengah patriarki dan pariwisata yang kapitalistik, tanpa bermaksud menyudutkan atau menggeneralisasi pihak tertentu.

Bagi gue, itulah kekuatan terbesar lagu ini.

Bu Darmi bukan sekadar tokoh dalam sebuah lagu. Ia menjadi gambaran tentang orang-orang yang mungkin selama ini tidak terlihat ketika kita hanya melihat sisi indah sebuah tempat dari luar.


Fakta Lagu yang Relevan

  • Judul: Bu Darmi
  • Penyanyi: Nosstress
  • Album: Istirahat
  • Tahun rilis: 2021
  • Durasi: 5 menit 51 detik
  • Posisi di album: Lagu ke-6 dari 14 lagu.
  • Musik dan lirik: Man Angga
  • Produksi: Nosstress
  • Produser: Nosstress
  • Rekaman: Direkam di sebuah kamar di rumah Guna Warma.
  • Engineer: Fendy Rizk, Man Angga, dan Guna Warma.
  • Mixing: Deny Surya di Lengkung Langit Studio.
  • Mastering: Deny Surya di Posko Studio.
  • Musisi pendukung: Fendy Rizk.
  • Artwork: Wild Drawing.
  • Layout: Wayan Sanjaya.
  • Video musik resmi “Bu Darmi” dirilis pada 27 September 2022. Video tersebut dibuat oleh Baskara Putra dan mengambil inspirasi dari pengalaman keluarganya sendiri.
  • Dalam penjelasan resmi mengenai video tersebut, Nosstress menyebut bahwa lagu ini dimaksudkan sebagai gambaran kehidupan perempuan Bali di tengah patriarki dan pariwisata yang kapitalistik, sekaligus sebagai ajakan untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil bagi perempuan maupun laki-laki.

Lirik Lagu

Kututurkan sebuah cerita
Kisah sedih yang jadi biasa
Kar'na kita menutup mata

Menjelang hari raya, Ibu Darmi
Membeli semua perlengkapan di pasar
Uangnya sedikit tapi harus dapat banyak
Terpaksa berhutang walau malu sudah menumpuk

Upacara abadi di Bali
Katanya demi semesta yang selalu harmonis
Ibu Darmi kembali meringis
Semesta harmonis, perlu tangisan Bu Darmi, mm

Sesampainya di rumah, Ibu Darmi
Bergegas memasak makanan untuk semua
Makanan sedikit tapi keluarganya banyak
Berjuang harmonis walau perut menahan lapar

Gemah-ripah, alamnya harmonis
Begitu tertulis di brosur pariwisata
Ibu Darmi kembali meringis
Keluarga harmonis, perlu tangisan Bu Darmi, hm

Di tеngah semua derita
Ibu Darmi tetap bеrdoa
Agar Pulau Seribu Pura
Tak menjadi s'ribu pura-pura

Mencoba peruntungan, Bapak Darma
Mempercayakan nasib pada seekor ayam
Uangnya sedikit tapi pengen cepat banyak
Tak menambah uang, Pak Darma menambah hutang

Menang mungkin, kalah sudah pasti
Nampaknya begitu, tulis tangannya Pak Darma
Ibu Darmi kembali meringis
Pak Darma jadi bengis, Bu Darmi jadi sasaran, hm, hm-em

Di tengah semua derita
Ibu Darmi bertanya-tanya
Apa para dewa di sana
T'lah meninggalkan Pulau Dewata?

Terlintas di benak Bu Darmi
'Tuk tinggalkan semua ini
Tapi jadi janda atau mati
Bisa jadi lebih seram ini

 


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku merupakan ruang untuk membahas berbagai karya, termasuk musik dan lagu, dengan mencoba memahami cerita, pesan, dan makna yang terkandung di dalamnya.

Sebuah lagu bisa memiliki banyak lapisan makna. Karena itu, tulisan di Pensil Karyaku tidak bermaksud menentukan satu-satunya tafsir yang benar, tetapi menjadi ruang untuk melihat sebuah karya dari berbagai sudut pandang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, siapa sebenarnya “Bu Darmi” dalam lagu ini?

Apakah ia hanya menggambarkan satu sosok perempuan dalam sebuah keluarga, atau justru menjadi gambaran tentang banyak perempuan yang harus bertahan di tengah tekanan ekonomi, keluarga, budaya, dan lingkungan sosial?

Dan menurut kalian, apakah sebuah tempat bisa disebut harmonis jika masih ada orang-orang yang harus menderita agar keharmonisan itu tetap terlihat?

Yuk, tulis pendapat kalian di kolom komentar.

 

Tidak ada komentar: