Senin, 01 November 2021

Makna Lagu Nosstress - Tanam Saja

 Nosstress - Tanam saja


Makna Lagu Nosstress - Tanam Saja 

Tentang penyanyi

Nosstress merupakan grup musik asal Bali yang dikenal dengan musik akustik bernuansa folk serta lirik-lirik yang banyak mengambil inspirasi dari kehidupan sehari-hari.

Dalam karya-karyanya, Nosstress cukup sering mengangkat persoalan lingkungan, kehidupan sosial, hubungan manusia dengan alam, dan berbagai keresahan yang mereka lihat di sekitar. Penyampaiannya cenderung sederhana, sehingga pesan dalam lagunya terasa dekat dengan pendengar.


Tentang Lagu

“Tanam Saja” merupakan lagu Nosstress yang terdapat dalam album Perspektif Bodoh, Vol. 2. Lagu ini dirilis pada 22 Agustus 2014 dan tercatat sebagai lagu kedua dalam album tersebut. Durasi lagu versi album sekitar 3 menit 41 detik.

Lagu ini secara langsung mengangkat persoalan lingkungan. Dari awal hingga akhir, pendengar diajak melihat perubahan alam yang semakin kehilangan keindahannya, kemudian diarahkan pada sebuah tindakan sederhana: menanam kembali.

Kredit resmi yang tercantum di YouTube mencatat I Komang Guna Warma sebagai penulis lirik sekaligus komposer lagu ini.


Makna/Interpretasi Lagu

Menurut gue, “Tanam Saja” merupakan lagu tentang rasa kehilangan ketika seseorang melihat alam yang dulu akrab dengannya perlahan berubah.

Di awal lagu, perasaan yang muncul bukan sekadar prihatin, tetapi benar-benar sakit hati. Ada sesuatu yang mati dan hilang di depan mata, sampai yang tersisa hanya debu. Gambaran tersebut kemudian dipertegas dengan penyebutan bumi, alam, kebun di depan rumah, pohon pisang, rumput liar, capung, dan burung.

Hal ini membuat kerusakan lingkungan dalam lagu terasa sangat personal.

Alam bukan digambarkan sebagai sesuatu yang jauh atau abstrak. Yang dibicarakan justru lingkungan yang ada di sekitar rumah dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, perubahan alam terasa seperti kehilangan sesuatu yang pernah menjadi bagian dari kehidupan seseorang.

Kalimat tentang kenyataan bahwa semuanya “tak seindah dulu” menjadi gambaran nostalgia sekaligus keresahan. Ada perbandingan antara kondisi alam pada masa lalu dengan kondisi yang dirasakan sekarang.

Namun lagu ini tidak berhenti pada rasa sedih.

Setelah menggambarkan kerusakan tersebut, Nosstress memberikan sebuah ajakan yang sangat sederhana: menanam kembali.

Menariknya, tindakan yang ditawarkan juga tidak dibuat rumit. Bahkan satu tanaman saja disebut bisa berarti. Artinya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar. Sesuatu yang kecil pun bisa menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Pada bagian akhir, muncul dua gagasan penting: alam sehat dan tanggung jawab.

Jadi, lagu ini pada akhirnya bukan cuma tentang menanam pohon. Lebih luas lagi, lagu ini mengingatkan bahwa kondisi alam juga berkaitan dengan tanggung jawab manusia yang hidup di dalamnya.


Tema yang Dibahas

Beberapa tema utama yang terdapat dalam lagu ini antara lain:

·                Kerusakan lingkungan — menggambarkan alam yang semakin kehilangan kondisi seperti sebelumnya.

·                Kehilangan — hilangnya berbagai unsur alam seperti tumbuhan, capung, burung, dan ruang hijau.

·                Kepedulian terhadap bumi — mengajak pendengar untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar.

·                Penghijauan kembali — menanam menjadi tindakan sederhana yang ditawarkan untuk membantu memulihkan lingkungan.

·                Tanggung jawab manusia — kesehatan alam tidak hanya bergantung pada alam itu sendiri, tetapi juga perilaku manusia.

·                Perubahan kecil — satu tanaman pun dianggap memiliki arti ketika dilakukan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.


Pendapat/Analisis

Menurut gue, kekuatan lagu “Tanam Saja” ada pada cara Nosstress membuat persoalan lingkungan terasa dekat dan personal.

Kalau lagu ini hanya berbicara tentang “bumi” secara umum, mungkin pesannya akan terasa terlalu luas. Tetapi ketika liriknya menyebut kebun di depan rumah, pohon pisang, rumput liar, capung, dan burung, kita seperti diajak melihat lingkungan sendiri.

Ada kesan bahwa sesuatu yang dulunya dianggap biasa ternyata memiliki nilai ketika mulai menghilang.

Rumput liar misalnya. Bagi sebagian orang mungkin dianggap mengganggu dan harus dibersihkan. Tetapi dalam konteks lagu ini, rumput liar menjadi bagian dari ekosistem kecil yang pernah membuat lingkungan terasa hidup.

Begitu juga dengan capung dan burung. Mereka bukan sekadar objek yang disebut untuk memperindah lirik, tetapi menjadi simbol dari kehidupan yang perlahan bisa hilang ketika lingkungan berubah.

Kemudian lagu mengubah rasa sedih tersebut menjadi tindakan.

“Tanam saja” terdengar sangat sederhana. Justru karena sederhana, kalimat tersebut terasa seperti ajakan yang mudah dipahami: kalau kita ingin lingkungan kembali hijau, ya mulai dari menanam.

Menurut gue, bagian paling menarik adalah gagasan bahwa satu saja sudah berarti. Pesannya bukan bahwa satu orang harus menyelesaikan seluruh persoalan lingkungan, tetapi bahwa seseorang tetap bisa mengambil bagian dari hal kecil yang mampu dilakukan.


Fakta lagu yang relevan

Judul                                       : “Tanam Saja”

Penyanyi                                : Nosstress

Album                                    : Perspektif Bodoh, Vol. 2

Rilis                                        : 22 Agustus 2014.

Posisi dalam album             : Track ke-2.

Durasi versi album              : sekitar 3 menit 41 detik.

Penulis lirik & composer    : I Komang Guna Warma.

Album Perspektif Bodoh, Vol. 2 tercatat memiliki 10 lagu, dengan “Tanam Saja” sebagai lagu kedua dan “Semoga Hanya Lupa” sebagai track kedelapan.

Nosstress juga memiliki versi “Tanam Saja (Old Version)” yang dirilis pada 7 Juli 2011, sehingga lagu ini memiliki versi yang lebih lama sebelum masuk ke album Perspektif Bodoh, Vol. 2.


Lirik Lagu

Nosstress - Tanam Saja

Aku merasakan ini
Kamu tau aku sakit hati
Melihat semua mati di hadapanku
Dan yang tersisa cuma debu

Ini serius
Tentang bumi ini
Alam ini
Dan kebun di depan rumahku
Tentang pohon pisang
Tentang rumput liar
Tentang capung, tentang burung
Dan tentang kenyataan bahwa semuanya
Tak seindah dulu

Tentang bumi ini
Alam ini
Dan kebun di depan rumahku
Tentang pohon pisang
Tentang rumput liar
Tentang capung, tentang burung
Dan tentang kenyataan bahwa semuanya
Tak seindah dulu

Kita harus menanam kembali
Hijau saat ini dan nanti
Kita harus menanam kembali
Satu saja sangat berarti untukmu

Tanam saja
Tanam sajalah
Tanam saja
Tanam sajalah

Alam sehat
Tanggung jawab


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku merupakan ruang berbagi berbagai tulisan seputar musik, lirik lagu, makna lagu, serta karya-karya menarik lainnya.

Di sini, kita tidak hanya membahas sebuah lagu dari judul dan liriknya saja, tetapi juga mencoba memahami pesan, cerita, dan sudut pandang yang mungkin tersembunyi di baliknya.

Semoga setiap tulisan yang dibagikan bisa menjadi teman untuk menikmati musik sekaligus membuka ruang untuk melihat sebuah karya dari perspektif yang berbeda.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kamu, apa makna paling kuat dari lagu “Tanam Saja” karya Nosstress?

Apakah menurutmu lagu ini lebih terasa sebagai ajakan untuk menanam pohon, atau sebenarnya memiliki pesan yang lebih luas tentang tanggung jawab manusia terhadap alam?

Dan dari semua hal yang disebutkan dalam lagu ini—pohon, rumput, capung, burung, dan lingkungan sekitar—apa yang paling mengingatkan kamu pada perubahan alam di tempat tinggalmu sendiri?

Yuk, tuliskan pendapatmu di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman atau sudut pandangmu bisa membuat pembaca lain melihat lagu “Tanam Saja” dari sisi yang berbeda.

 

Tidak ada komentar: