Nosstress - Tanam saja
Makna Lagu Nosstress - Tanam Saja
Tentang penyanyi
Nosstress merupakan grup musik asal Bali yang dikenal dengan musik
akustik bernuansa folk serta lirik-lirik yang banyak mengambil inspirasi dari
kehidupan sehari-hari.
Dalam karya-karyanya, Nosstress cukup sering mengangkat persoalan
lingkungan, kehidupan sosial, hubungan manusia dengan alam, dan berbagai
keresahan yang mereka lihat di sekitar. Penyampaiannya cenderung sederhana,
sehingga pesan dalam lagunya terasa dekat dengan pendengar.
Tentang Lagu
“Tanam Saja” merupakan lagu Nosstress yang terdapat dalam album Perspektif
Bodoh, Vol. 2. Lagu ini dirilis pada 22 Agustus 2014 dan tercatat sebagai
lagu kedua dalam album tersebut. Durasi lagu versi album sekitar 3 menit 41
detik.
Lagu ini secara langsung mengangkat persoalan lingkungan. Dari awal
hingga akhir, pendengar diajak melihat perubahan alam yang semakin kehilangan
keindahannya, kemudian diarahkan pada sebuah tindakan sederhana: menanam
kembali.
Kredit resmi yang tercantum di YouTube mencatat I Komang Guna Warma
sebagai penulis lirik sekaligus komposer lagu ini.
Makna/Interpretasi Lagu
Menurut gue, “Tanam Saja” merupakan lagu tentang rasa kehilangan ketika
seseorang melihat alam yang dulu akrab dengannya perlahan berubah.
Di awal lagu, perasaan yang muncul bukan sekadar prihatin, tetapi
benar-benar sakit hati. Ada sesuatu yang mati dan hilang di depan mata, sampai
yang tersisa hanya debu. Gambaran tersebut kemudian dipertegas dengan
penyebutan bumi, alam, kebun di depan rumah, pohon pisang, rumput liar, capung,
dan burung.
Hal ini membuat kerusakan lingkungan dalam lagu terasa sangat personal.
Alam bukan digambarkan sebagai sesuatu yang jauh atau abstrak. Yang
dibicarakan justru lingkungan yang ada di sekitar rumah dan kehidupan
sehari-hari. Karena itu, perubahan alam terasa seperti kehilangan sesuatu yang
pernah menjadi bagian dari kehidupan seseorang.
Kalimat tentang kenyataan bahwa semuanya “tak seindah dulu” menjadi
gambaran nostalgia sekaligus keresahan. Ada perbandingan antara kondisi alam
pada masa lalu dengan kondisi yang dirasakan sekarang.
Namun lagu ini tidak berhenti pada rasa sedih.
Setelah menggambarkan kerusakan tersebut, Nosstress memberikan sebuah
ajakan yang sangat sederhana: menanam kembali.
Menariknya, tindakan yang ditawarkan juga tidak dibuat rumit. Bahkan
satu tanaman saja disebut bisa berarti. Artinya, perubahan tidak selalu harus
dimulai dari tindakan besar. Sesuatu yang kecil pun bisa menjadi bagian dari
upaya menjaga lingkungan.
Pada bagian akhir, muncul dua gagasan penting: alam sehat dan tanggung
jawab.
Jadi, lagu ini pada akhirnya bukan cuma tentang menanam pohon. Lebih
luas lagi, lagu ini mengingatkan bahwa kondisi alam juga berkaitan dengan
tanggung jawab manusia yang hidup di dalamnya.
Tema yang Dibahas
Beberapa tema utama yang terdapat dalam lagu ini antara lain:
·
Kerusakan lingkungan
— menggambarkan alam yang semakin kehilangan kondisi seperti sebelumnya.
·
Kehilangan
— hilangnya berbagai unsur alam seperti tumbuhan, capung, burung, dan ruang
hijau.
·
Kepedulian terhadap bumi
— mengajak pendengar untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar.
·
Penghijauan kembali
— menanam menjadi tindakan sederhana yang ditawarkan untuk membantu memulihkan
lingkungan.
·
Tanggung jawab manusia
— kesehatan alam tidak hanya bergantung pada alam itu sendiri, tetapi juga
perilaku manusia.
·
Perubahan kecil
— satu tanaman pun dianggap memiliki arti ketika dilakukan sebagai bagian dari
kepedulian terhadap lingkungan.
Pendapat/Analisis
Menurut gue, kekuatan lagu “Tanam Saja” ada pada cara Nosstress membuat
persoalan lingkungan terasa dekat dan personal.
Kalau lagu ini hanya berbicara tentang “bumi” secara umum, mungkin
pesannya akan terasa terlalu luas. Tetapi ketika liriknya menyebut kebun di
depan rumah, pohon pisang, rumput liar, capung, dan burung, kita seperti diajak
melihat lingkungan sendiri.
Ada kesan bahwa sesuatu yang dulunya dianggap biasa ternyata memiliki
nilai ketika mulai menghilang.
Rumput liar misalnya. Bagi sebagian orang mungkin dianggap mengganggu
dan harus dibersihkan. Tetapi dalam konteks lagu ini, rumput liar menjadi
bagian dari ekosistem kecil yang pernah membuat lingkungan terasa hidup.
Begitu juga dengan capung dan burung. Mereka bukan sekadar objek yang
disebut untuk memperindah lirik, tetapi menjadi simbol dari kehidupan yang
perlahan bisa hilang ketika lingkungan berubah.
Kemudian lagu mengubah rasa sedih tersebut menjadi tindakan.
“Tanam saja” terdengar sangat sederhana. Justru karena sederhana,
kalimat tersebut terasa seperti ajakan yang mudah dipahami: kalau kita ingin
lingkungan kembali hijau, ya mulai dari menanam.
Menurut gue, bagian paling menarik adalah gagasan bahwa satu saja sudah
berarti. Pesannya bukan bahwa satu orang harus menyelesaikan seluruh persoalan
lingkungan, tetapi bahwa seseorang tetap bisa mengambil bagian dari hal kecil
yang mampu dilakukan.
Fakta lagu yang relevan
Judul :
“Tanam Saja”
Penyanyi :
Nosstress
Album :
Perspektif Bodoh, Vol. 2
Rilis :
22 Agustus 2014.
Posisi dalam album :
Track ke-2.
Durasi versi album :
sekitar 3 menit 41 detik.
Penulis lirik & composer : I
Komang Guna Warma.
Album Perspektif Bodoh, Vol. 2 tercatat memiliki 10 lagu, dengan
“Tanam Saja” sebagai lagu kedua dan “Semoga Hanya Lupa” sebagai track
kedelapan.
Nosstress juga memiliki versi “Tanam Saja (Old Version)” yang dirilis
pada 7 Juli 2011, sehingga lagu ini memiliki versi yang lebih lama sebelum
masuk ke album Perspektif Bodoh, Vol. 2.
Lirik Lagu
Nosstress
- Tanam Saja
Tentang Pensil Karyaku
Pensil Karyaku merupakan ruang berbagi berbagai tulisan seputar musik,
lirik lagu, makna lagu, serta karya-karya menarik lainnya.
Di sini, kita tidak hanya membahas sebuah lagu dari judul dan liriknya
saja, tetapi juga mencoba memahami pesan, cerita, dan sudut pandang yang
mungkin tersembunyi di baliknya.
Semoga setiap tulisan yang dibagikan bisa menjadi teman untuk menikmati
musik sekaligus membuka ruang untuk melihat sebuah karya dari perspektif yang
berbeda.
Yuk, Ikut Berdiskusi
Menurut kamu, apa makna paling kuat dari lagu “Tanam Saja” karya
Nosstress?
Apakah menurutmu lagu ini lebih terasa sebagai ajakan untuk menanam
pohon, atau sebenarnya memiliki pesan yang lebih luas tentang tanggung jawab
manusia terhadap alam?
Dan dari semua hal yang disebutkan dalam lagu ini—pohon, rumput, capung,
burung, dan lingkungan sekitar—apa yang paling mengingatkan kamu pada perubahan
alam di tempat tinggalmu sendiri?
Yuk, tuliskan pendapatmu di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman atau
sudut pandangmu bisa membuat pembaca lain melihat lagu “Tanam Saja” dari sisi
yang berbeda.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar