Tentang
Penyanyi
Harris J merupakan penyanyi asal
Inggris yang dikenal lewat karya-karya bernuansa pop dan religi. Musiknya
banyak membawa tema tentang kehidupan, nilai-nilai positif, hubungan dengan
Tuhan, pencarian jati diri, serta pengalaman manusia dalam menghadapi berbagai persoalan.
Berbeda dari
lagu yang hanya berfokus pada kesenangan atau percintaan, karya Harris J sering
membawa pesan reflektif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Human”
menjadi salah satu lagu yang terasa sangat personal karena membicarakan sisi
manusia yang sering tidak terlihat dari luar: rasa takut, kesepian, tekanan,
usaha untuk terlihat normal, dan kebutuhan untuk mengakui bahwa kita tidak
selalu kuat.
Tentang
Lagu
“Human”
bercerita tentang seseorang yang berusaha menjalani kehidupan sambil
menyembunyikan berbagai perasaan yang sebenarnya ada di dalam dirinya.
Ia menangis
ketika tidak ada yang tahu.
Ia tetap
tersenyum karena orang lain tersenyum.
Ia berusaha
menjadi seperti orang lain.
Namun di
balik semuanya, ada rasa takut, kesepian, dan kebingungan mengenai siapa
dirinya sebenarnya.
Kalimat “I'm
only human” menjadi inti dari lagu ini.
Bukan
sekadar pernyataan bahwa manusia memiliki kekurangan, tetapi seperti sebuah
permintaan agar orang lain memahami bahwa seseorang tidak harus selalu kuat,
selalu bahagia, dan selalu mampu memenuhi ekspektasi.
Makna /
Interpretasi Lagu
Menurut
interpretasi gue, lagu ini berbicara tentang perjuangan menjadi diri sendiri
di tengah tekanan untuk terlihat seperti orang lain.
Tokoh dalam
lagu sebenarnya merasakan banyak hal, tetapi tidak semuanya ia tunjukkan.
Ia menangis
diam-diam.
Ia tersenyum
ketika orang lain tersenyum.
Ia bahkan
mengatakan bahwa dirinya sangat pandai menyembunyikan rasa sakit.
Ini
menggambarkan sesuatu yang sering terjadi dalam kehidupan nyata.
Kita bisa
melihat seseorang yang terlihat baik-baik saja, tertawa, bekerja, bercanda, dan
menjalani rutinitas seperti biasa.
Tetapi kita
tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di dalam dirinya.
Kalimat “It's
strange I don't feel home when I'm at home” juga sangat menarik.
Rumah
seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk kembali.
Namun
seseorang bisa saja berada di rumah secara fisik, tetapi secara emosional tetap
merasa tidak memiliki tempat untuk pulang.
Menurut gue,
“home” dalam konteks ini bisa dimaknai lebih luas sebagai rasa aman, rasa
diterima, dan rasa menjadi diri sendiri.
Tema yang
Dibahas
Menyembunyikan
Rasa Sakit
Salah satu
tema paling kuat dalam lagu ini adalah bagaimana seseorang bisa menyembunyikan
rasa sakitnya di balik ekspresi yang terlihat normal.
Tokoh dalam
lagu mengaku sangat pandai menyembunyikan rasa sakit.
Ini
menunjukkan bahwa tersenyum tidak selalu berarti bahagia.
Tertawa
tidak selalu berarti tidak ada masalah.
Kadang
seseorang justru tertawa paling keras ketika sedang berusaha menutupi sesuatu
yang tidak ingin diketahui orang lain.
Tekanan
untuk Menjadi Seperti Orang Lain
Ada bagian
ketika tokoh lagu mengatakan bahwa ia berusaha keras untuk menjadi seperti
orang lain.
Menurut gue,
ini menggambarkan tekanan sosial.
Kita sering
melihat bagaimana orang lain menjalani kehidupan mereka dan kemudian
membandingkannya dengan diri sendiri.
Harus
sukses.
Harus
bahagia.
Harus
percaya diri.
Harus tahu
mau jadi apa.
Padahal
setiap orang memiliki proses yang berbeda.
Masalahnya,
ketika terlalu lama berusaha menjadi seperti orang lain, kita bisa kehilangan
hubungan dengan diri sendiri.
Kesepian
Tokoh dalam
lagu mengungkapkan ketakutan terbesarnya:
berakhir
sendirian.
Menariknya,
rasa takut tersebut muncul meskipun ia sebenarnya dikelilingi banyak orang.
Artinya,
kesepian tidak selalu berarti tidak memiliki siapa-siapa.
Seseorang
bisa berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa tidak benar-benar
dimengerti.
Pencarian
Jati Diri
Kalimat
tentang orang-orang yang mengingatkan dirinya untuk mengingat siapa dirinya,
tetapi justru orang-orang yang sama membuatnya tersesat, menggambarkan konflik
identitas.
Ada orang
yang mengatakan:
“Jangan
lupa siapa diri kamu.”
Namun pada
saat yang sama, lingkungan tersebut mungkin memberikan tekanan yang membuat
seseorang justru menjauh dari dirinya sendiri.
Menurut gue,
ini menunjukkan bahwa mengenal diri sendiri tidak selalu mudah ketika terlalu
banyak suara dari luar yang ikut menentukan siapa kita seharusnya.
Menerima
Diri sebagai Manusia
Pengulangan “I'm
only human” terasa seperti bentuk penerimaan.
Manusia bisa
takut.
Manusia bisa
menangis.
Manusia bisa
salah.
Manusia bisa
merasa kehilangan arah.
Dan manusia
juga bisa merasa lelah.
Menurut gue,
lagu ini ingin menunjukkan bahwa semua itu bukan berarti kita gagal sebagai
manusia.
Justru
mengakui keterbatasan adalah bagian dari menjadi manusia.
Hidup
dengan Berani
Bagian akhir
lagu mengalami perubahan perspektif.
Tokohnya
mengatakan bahwa untuk sekarang ia hidup, suatu hari nanti ia akan mati, dan ia
berharap bisa merasa cukup dengan kenyataan bahwa dirinya sudah mencoba.
Menurut gue,
ini merupakan salah satu pesan paling kuat dari lagu tersebut.
Hidup tidak
harus sempurna.
Yang penting
adalah kita pernah mencoba.
Kita pernah
berusaha.
Kita pernah
memberikan yang terbaik yang kita mampu.
Dan ketika
suatu hari semuanya selesai, kita tidak terlalu dipenuhi penyesalan karena tahu
bahwa kita sudah menjalani kehidupan kita sendiri.
Pendapat
/ Analisis
Menurut gue,
“Human” adalah lagu yang sangat relatable karena hampir semua orang pernah
mengalami fase ketika mereka merasa harus terlihat baik-baik saja.
Kadang kita
tersenyum karena semua orang tersenyum.
Kadang kita
bilang “nggak apa-apa” padahal sebenarnya ada sesuatu yang mengganggu
pikiran.
Kadang kita
bahkan tidak tahu lagi apakah kita benar-benar bahagia atau hanya sudah
terbiasa terlihat bahagia.
Gue paling
suka konsep “I'm only human” karena kalimat tersebut terdengar
sederhana, tetapi sebenarnya cukup dalam.
Seolah-olah
kita sedang bilang kepada dunia:
“Gue
nggak selalu kuat. Gue bisa capek. Gue bisa takut. Gue bisa salah. Dan itu
bukan berarti gue gagal.”
Menurut gue,
ada tekanan besar di zaman sekarang untuk selalu menunjukkan versi terbaik dari
diri sendiri.
Di media
sosial, orang biasanya memperlihatkan pencapaian.
Orang
memperlihatkan liburan.
Orang
memperlihatkan kesuksesan.
Orang
memperlihatkan hubungan yang bahagia.
Tapi jarang
ada yang memperlihatkan malam ketika mereka menangis sendirian dan tidak tahu
harus cerita kepada siapa.
Makanya
bagian tentang menyembunyikan rasa sakit terasa sangat nyata.
Gue juga
tertarik dengan bagian “It's strange I don't feel home when I'm at home.”
Karena buat
gue, rumah bukan cuma tempat.
Rumah adalah
perasaan.
Perasaan
ketika kita tidak perlu berpura-pura.
Tidak perlu
menjaga image.
Tidak perlu
menjadi seperti yang orang lain inginkan.
Kalau kita
bahkan tidak bisa menjadi diri sendiri di tempat yang seharusnya paling aman,
wajar kalau kita merasa kehilangan arah.
Tapi bagian
akhir lagu memberi gue kesan yang lebih optimistis.
“I hope
I'm content with the fact that I've tried.”
Menurut gue,
kalimat ini seperti pengingat bahwa hidup bukan perlombaan untuk menjadi
manusia yang paling sempurna.
Pada
akhirnya, mungkin yang paling penting bukan seberapa sempurna hidup kita,
tetapi apakah kita sudah berani menjalaninya.
Kalau pernah
gagal, tidak apa-apa.
Kalau pernah
salah arah, tidak apa-apa.
Kalau pernah
merasa lelah, juga tidak apa-apa.
Karena kita
memang cuma manusia.
Fakta
Lagu yang Relevan
- “Human” merupakan lagu yang
dibawakan oleh Harris J dengan pendekatan yang sangat personal dan
reflektif.
- Tema utama lagu
berkaitan dengan kemanusiaan, penerimaan diri, kesepian, tekanan
sosial, dan pencarian identitas.
- Frasa “I'm only
human” menjadi refrain utama yang merangkum pesan lagu tentang
menerima keterbatasan dan sisi emosional manusia.
- Lagu menggunakan
sudut pandang orang pertama sehingga ceritanya terasa seperti seseorang
sedang berbicara langsung mengenai pergulatan batinnya.
- Bagian akhir lagu
membawa perubahan dari rasa takut dan keraguan menuju penerimaan bahwa
hidup tetap layak dijalani selama seseorang sudah berusaha.
- Salah satu pesan yang
dapat ditarik dari lagu ini adalah bahwa menunjukkan kerentanan bukan
berarti menjadi lemah.
Lirik Lagu
I cry when no one knows
I'm crying
I'm only human, I'm human
Terkadang Aku berpikir,
Aku harus membiarkannya terlihat
I'm only human, I'm human
Terkadang Aku berpikir,
Aku harus membiarkannya terlihat
I'm only human, I'm human
Terkadang Aku berpikir Aku
harus membiarkannya terlihat
Show
Menunjukkan
Tentang
Pensil Karyaku
Pensil
Karyaku
hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang
mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.
Lewat setiap
tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi
juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang
mungkin terkandung di dalamnya.
Karena
terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.
Yuk, Ikut
Berdiskusi
Menurut
kalian, apakah kita terlalu sering dituntut untuk terlihat kuat di depan orang
lain?
Pernah nggak
kalian merasa sedang baik-baik saja di depan orang lain, padahal sebenarnya
sedang menyimpan banyak hal sendirian?
Dan menurut
kalian, apa arti sebenarnya dari “I'm only human”?
Apakah
menerima bahwa kita punya keterbatasan justru bisa membuat kita lebih berdamai
dengan diri sendiri?
Yuk, tulis
pendapat kalian di kolom komentar dan kita diskusikan bareng.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar