Indila – Dernière Danse [French- English- Indonesian lyrics]
Tentang
Penyanyi
Indila merupakan penyanyi dan
penulis lagu asal Prancis yang dikenal dengan karakter vokalnya yang khas dan
musik yang memadukan pop dengan berbagai pengaruh musikal, termasuk nuansa
Prancis, oriental, dan elemen musik dunia.
Nama Indila
semakin dikenal secara internasional melalui lagu “Dernière Danse”, yang
menjadi salah satu karya paling ikonik dalam kariernya.
Kekuatan
musik Indila tidak hanya terletak pada melodinya, tetapi juga pada cara ia
membangun suasana yang terasa dramatis dan emosional. Lagu-lagunya sering
menghadirkan gambaran tentang cinta, kehilangan, kerinduan, kehidupan, dan
pergulatan batin.
Tentang
Lagu
“Dernière
Danse”
secara harfiah berarti “Tarian Terakhir.”
Lagu ini
menggambarkan seseorang yang sedang mengalami penderitaan emosional yang sangat
dalam setelah kehilangan seseorang yang memiliki arti besar dalam hidupnya.
Ia berjalan
sendirian, merasa tidak berarti, takut, dan berusaha melarikan diri dari rasa
sakit.
Namun cara
ia menghadapi rasa sakit tersebut bukan dengan berhenti.
Ia justru menari,
berlari, terbang, dan terus bergerak.
Menurut gue,
“tarian terakhir” bisa dibaca sebagai simbol dari sebuah usaha terakhir untuk
merasakan kebebasan sebelum benar-benar menerima kenyataan kehilangan.
Tarian
tersebut bukan berarti dia sedang bahagia.
Justru
sebaliknya.
Ia menari untuk
melupakan rasa sakitnya.
Makna /
Interpretasi Lagu
Menurut
interpretasi gue, “Dernière Danse” adalah lagu tentang kehilangan seseorang
yang membuat hidup terasa kehilangan arah, kemudian mencoba melarikan diri dari
rasa sakit tersebut melalui gerakan, kebebasan, dan imajinasi.
Dari awal,
kita sudah diperkenalkan dengan ungkapan “Oh ma douce souffrance” atau
“oh penderitaanku yang manis.”
Kalimat ini
terdengar paradoks.
Bagaimana
mungkin penderitaan disebut manis?
Menurut gue,
karena rasa sakit tersebut berasal dari sesuatu yang pernah sangat berarti.
Seseorang
bisa membenci rasa sakit karena kehilangan, tetapi di saat yang sama tetap
menghargai kenangan yang menjadi sumber rasa sakit itu.
Ada hubungan
antara cinta dan luka.
Semakin
besar sesuatu berarti bagi kita, semakin besar pula kehilangan yang bisa kita
rasakan ketika sesuatu tersebut pergi.
Bagian “Sans
lui je suis un peu...” menunjukkan betapa besar ketergantungan emosional
terhadap sosok yang telah pergi.
Tanpanya,
hidup terasa kacau.
Bahkan dunia
yang sebenarnya masih berjalan terasa seperti kehilangan makna.
Kemudian
muncul gambaran Paris, metro, angin, hujan, dan keramaian.
Tokoh dalam
lagu bergerak di tengah kota yang penuh kehidupan, tetapi dirinya justru merasa
sendirian.
Menurut gue,
ini merupakan gambaran kesepian yang sangat kuat:
berada di
tengah banyak orang tetapi merasa tidak punya tempat untuk pulang.
Tema yang
Dibahas
Kehilangan
Seseorang yang Sangat Berarti
Tema paling
jelas dalam lagu ini adalah kehilangan.
Sosok yang
disebut “lui” memiliki posisi penting dalam kehidupan tokoh lagu.
Setelah
sosok tersebut tidak ada, kehidupan terasa seperti dekorasi yang indah tetapi
kosong.
Kalimat
tentang hidup yang hanya menjadi “décor qui brille, vide de sens”
menurut gue sangat kuat.
Dunia masih
terlihat indah dari luar.
Tetapi dari
dalam, semuanya tidak lagi memiliki arti.
Kesepian
di Tengah Keramaian
Tokoh lagu
berjalan sendirian di metro dan berlari di tengah suara keramaian.
Kota Paris
biasanya identik dengan kehidupan, keindahan, romantisme, dan keramaian.
Namun bagi
tokoh dalam lagu, semua itu tidak mampu menghilangkan kesepiannya.
Ini
menunjukkan bahwa kesepian tidak selalu terjadi ketika kita sendirian.
Kadang
justru terasa paling kuat ketika kita berada di tengah banyak orang tetapi
tidak memiliki seseorang yang benar-benar kita cari.
Melarikan
Diri dari Rasa Sakit
Ada banyak
kata kerja yang menunjukkan gerakan:
berjalan,
berlari, menari, terbang.
Menurut gue,
semuanya menggambarkan keinginan untuk pergi sejauh mungkin dari rasa sakit.
Ia ingin
meninggalkan tempat, suasana, dan mungkin juga pikirannya sendiri.
Namun
masalahnya, rasa sakit tidak selalu bisa ditinggalkan hanya dengan berpindah
tempat.
Kita bisa
pergi ke kota lain.
Bisa bertemu
banyak orang.
Bisa
melakukan banyak aktivitas.
Tetapi kalau
luka tersebut masih ada di dalam diri, rasa sakit itu tetap ikut bersama kita.
Tarian
sebagai Bentuk Pelarian
“Tarian
terakhir” menurut gue bukan hanya aktivitas fisik.
Tarian
menjadi simbol kebebasan sementara dari rasa sakit.
Ketika
menari, seseorang tidak perlu memikirkan masa lalu.
Tidak perlu
memikirkan kehilangan.
Tidak perlu
memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.
Ia hanya
bergerak.
Karena itu
pengulangan kata “danse” terasa seperti mantra.
Seolah-olah
selama ia terus bergerak, ia tidak perlu berhenti untuk menghadapi rasa
sakitnya.
Ketakutan
dan Kerentanan
Di tengah
semua gerakan tersebut, tokoh lagu tetap mengakui bahwa dirinya takut.
Ini penting.
Karena lagu
ini bukan cerita tentang seseorang yang tiba-tiba menjadi kuat setelah
kehilangan.
Ia masih
takut.
Ia masih
sakit.
Ia masih
bingung.
Namun ia
tetap bergerak.
Menurut gue,
keberanian dalam lagu ini bukan berarti tidak memiliki rasa takut.
Justru
keberanian muncul karena seseorang tetap berjalan meskipun rasa takut itu masih
ada.
Harapan
di Tengah Kehilangan
Meskipun
sebagian besar lagu terasa sedih, ada unsur harapan yang cukup kuat.
Ada ungkapan
tentang “espérance” atau harapan.
Ini
menunjukkan bahwa tokoh lagu belum sepenuhnya menyerah.
Masih ada
sesuatu yang ia cari.
Masih ada
kemungkinan bahwa setelah semua rasa sakit itu, kehidupan bisa dimulai kembali.
Karena itu
bagian tentang ingin agar semuanya “recommence” juga terasa penting.
Ada
keinginan untuk memulai lagi.
Pendapat
/ Analisis
Menurut gue,
“Dernière Danse” adalah salah satu lagu yang punya konsep menarik karena musik
dan emosinya seperti berjalan berlawanan arah.
Musiknya
terasa megah.
Ada energi
untuk bergerak.
Ada sesuatu
yang membuat kita ingin ikut bernyanyi atau menari.
Tapi kalau
benar-benar memperhatikan ceritanya, tokohnya sedang mengalami kesedihan yang
dalam.
Dan justru
menurut gue, di situlah kekuatan lagu ini.
Karena
kadang manusia memang seperti itu.
Kita bisa
terlihat baik-baik saja sambil sebenarnya sedang hancur.
Kita bisa
tertawa ketika sedang sedih.
Kita bisa
pergi keluar rumah ketika sebenarnya ingin mengurung diri.
Kita bisa
menari bukan karena bahagia, tetapi karena kalau kita berhenti bergerak,
semua rasa sakit itu mungkin akan datang sekaligus.
Gue juga
melihat “Paris” dalam lagu ini bukan cuma sebagai lokasi.
Paris bisa
menjadi simbol dunia yang tetap berjalan.
Orang-orang
tetap pergi bekerja.
Kereta tetap
berjalan.
Lampu kota
tetap menyala.
Orang-orang
tetap tertawa.
Tetapi bagi
seseorang yang sedang kehilangan, dunia bisa terasa seperti berhenti.
Menurut gue,
bagian paling menyakitkan justru ketika tokoh lagu menggambarkan hidup tanpa
orang tersebut sebagai hiasan yang bersinar tetapi kosong makna.
Karena itu
menggambarkan kehilangan yang lebih dalam daripada sekadar “gue kangen
seseorang.”
Ini tentang
ketika keberadaan seseorang sudah begitu menyatu dengan cara kita memandang
kehidupan.
Ketika orang
itu pergi, bukan cuma hubungan yang hilang.
Cara kita
melihat dunia juga ikut berubah.
Tapi gue
juga menangkap sesuatu yang cukup positif dari lagu ini.
Tokohnya
tetap menari.
Tetap
berlari.
Tetap
terbang.
Artinya,
meskipun dia belum sembuh, dia belum berhenti.
Dan menurut
gue, terkadang bertahan memang sesederhana itu.
Tidak harus
langsung bahagia.
Tidak harus
langsung melupakan.
Tidak harus
langsung kuat.
Kadang cukup
dengan terus bergerak sampai suatu hari rasa sakitnya tidak lagi sebesar
sebelumnya.
Fakta
Lagu yang Relevan
- “Dernière Danse” merupakan lagu
berbahasa Prancis yang dibawakan oleh Indila.
- Judul “Dernière
Danse” berarti “Tarian Terakhir.”
- Lagu ini dikenal
sebagai salah satu karya yang paling identik dengan Indila dan menjadi
lagu yang memperkenalkan namanya kepada pendengar internasional.
- Liriknya menggunakan
berbagai gambaran seperti Paris, metro, angin, hujan, tarian, dan
terbang untuk membangun suasana emosional.
- Lagu ini banyak
menggunakan metafora gerakan sebagai simbol pelarian dan kebebasan dari
rasa sakit.
- Kontras antara melodi
yang energik dan tema lirik yang melankolis menjadi salah satu
karakteristik yang membuat lagu ini terasa kuat.
- Secara keseluruhan,
lagu dapat diinterpretasikan sebagai kisah tentang kehilangan,
kesepian, rasa takut, pelarian, cinta, dan harapan untuk memulai kembali.
Lirik
Lagu
Oh ma douce souffrance
Oh my sweet torment
Oh penderitaanku
No point on fighting, You
start again
Mengapa mengganggu, Kamu
memulai lagi
I’m just a worthless being
Aku hanya makhluk tidak
penting
Without him I’m bit
troubled
Tanpanya, Aku sedikit
kacau
I wander around alone on
the subway
Aku berjalan tanpa arah
sendiri di dalam subway
A last dance
Sebuah tarian terakhir
To forget my great misery
Untuk melupakan
kesakitanku yang begitu besar
I wanna get away,
everything to start again
Aku ingin melarikan diri
jika semua mulai lagi
Oh my sweet torment
Oh penderitaan manisku
Je remue le ciel, le jour,
la nuit
I stir the sky, the day,
the night
Aku menggerakkan langit,
siang, malam
I dance with the wind, the
rain
Aku menari bersama angin,
hujan
A bit of love, a drop of
honey
Sedikit cinta, sedikit
madu
And I dance, dance, dance,
dance, dance, dance, dance
Dan Aku menari, menari,
menari, menari, menari, menari, menari
And in the noise, I run
and I’m afraid
Dan di dalam keramain, Aku
lari dan Aku takut
Is this my turn?
Apakah ini giliranku?
Here comes the pain
Datanglah kesedihan
In all of paris, I abandon
myself
Di seluruh Paris, Aku
menyerahkan diri
And away I fly, fly, fly,
fly, fly, fly, fly
Dan Aku terbang, terbang,
terbang, terbang, terbang, terbang, terbang
Que d’espérance
Nothing but hope
Harapan itu
On this road in your
absence
Di depan jalan itu dalam
ketiadaanmu
Try as I might, without
you my life is nothing but a meaningless shiny décor
Aku harus bekerja keras,
tanpamu hidupku hanya hiasan yang bersinar, tidak berarti
Je remue le ciel, le jour,
la nuit
I stir the sky, the day,
the night
Aku menggerakkan langit,
siang, malam
I dance with the wind, the
rain
Aku menari bersama angin,
hujan
A bit of love. A drop of
honey
Sedikit cinta, sedikit
madu
And I dance, dance, dance,
dance, dance, dance, dance
Dan Aku menari, menari,
menari, menari, menari, menari, menari
And in the noise, I run
and I’m afraid
Dan dalam keramaian, Aku
lari, dan Aku takut
Is this my turn?
Apakah ini giliranku?
Here comes the pain
Datanglah kesedihan
In all of Paris. I abandon
myself
Di seluruh Paris, Aku
menyerahkan diri
And away I fly, fly, fly,
fly, fly, fly, fly
Dan Aku terbang, terbang,
terbang, terbang, terbang, terbang, terbang
Dans cette douce
souffrance
In this sweet torment
Dalam penderitaan manis
ini
Whose offences I’ve paid
in full
Yang Aku bayar untuk
seluruh kesalahanku
Listen to how great my
heart is
Dengarkan betapa hebatnya
hatiku
I’m a child of the world
Aku adalah seorang anak
dunia
Je remue le ciel, le jour,
la nuit
I stir the sky, the day,
the night
Aku menggerakkan langit,
siang, malam
I dance with the wind, the
rain
Aku menari bersama angin,
hujan
A bit of love, a
drop of honey
Sedikit cinta, sedikit
madu
And I dance, dance, dance,
dance, dance, dance, dance
Dan Aku menari, menari,
menari, menari, menari, menari, menari
And in the noise, I run
and I’m afraid
Dalam keramaian, Aku lari
dan Aku takut
Is this my turn?
Apakah ini giliranku?
Here comes the pain
Datanglah kesedihan
In all of Paris, I abandon
myself
Dalam seluruh Paris, Aku
menyerahkan diri
And away I fly, fly, fly,
fly, fly, fly, fly
Dan Aku terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang
Tentang
Pensil Karyaku
Pensil
Karyaku
hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang
mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.
Lewat setiap
tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi
juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang
mungkin terkandung di dalamnya.
Karena
terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.
Yuk, Ikut
Berdiskusi
Menurut
kalian, apakah “Dernière Danse” lebih tepat dimaknai sebagai lagu
tentang kehilangan seseorang atau tentang usaha seseorang melarikan diri dari
rasa sakit?
Kenapa
menurut kalian tokoh dalam lagu memilih menari, berlari, dan terbang
ketika sedang mengalami penderitaan?
Pernah nggak
kalian melakukan sesuatu bukan karena sedang bahagia, tetapi justru untuk
mengalihkan pikiran dari sesuatu yang menyakitkan?
Dan kalau
“tarian terakhir” dalam lagu ini adalah simbol, menurut kalian sebenarnya apa
yang sedang ia coba tinggalkan?
Yuk, tulis
pendapat kalian di kolom komentar dan kita diskusikan bareng.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar