Kamis, 17 Oktober 2019

Makna Lagu Indila – Dernière Danse [French- English- Indonesian lyrics]

Indila – Dernière Danse  [French- English- Indonesian lyrics]


Artist: Indila
Penulis lagu: Skalpovich / Adila Sedraïa
Lirik Dernière danse © Universkalp
 

Tentang Penyanyi

Indila merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Prancis yang dikenal dengan karakter vokalnya yang khas dan musik yang memadukan pop dengan berbagai pengaruh musikal, termasuk nuansa Prancis, oriental, dan elemen musik dunia.

Nama Indila semakin dikenal secara internasional melalui lagu “Dernière Danse”, yang menjadi salah satu karya paling ikonik dalam kariernya.

Kekuatan musik Indila tidak hanya terletak pada melodinya, tetapi juga pada cara ia membangun suasana yang terasa dramatis dan emosional. Lagu-lagunya sering menghadirkan gambaran tentang cinta, kehilangan, kerinduan, kehidupan, dan pergulatan batin.


Tentang Lagu

“Dernière Danse” secara harfiah berarti “Tarian Terakhir.”

Lagu ini menggambarkan seseorang yang sedang mengalami penderitaan emosional yang sangat dalam setelah kehilangan seseorang yang memiliki arti besar dalam hidupnya.

Ia berjalan sendirian, merasa tidak berarti, takut, dan berusaha melarikan diri dari rasa sakit.

Namun cara ia menghadapi rasa sakit tersebut bukan dengan berhenti.

Ia justru menari, berlari, terbang, dan terus bergerak.

Menurut gue, “tarian terakhir” bisa dibaca sebagai simbol dari sebuah usaha terakhir untuk merasakan kebebasan sebelum benar-benar menerima kenyataan kehilangan.

Tarian tersebut bukan berarti dia sedang bahagia.

Justru sebaliknya.

Ia menari untuk melupakan rasa sakitnya.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, “Dernière Danse” adalah lagu tentang kehilangan seseorang yang membuat hidup terasa kehilangan arah, kemudian mencoba melarikan diri dari rasa sakit tersebut melalui gerakan, kebebasan, dan imajinasi.

Dari awal, kita sudah diperkenalkan dengan ungkapan “Oh ma douce souffrance” atau “oh penderitaanku yang manis.”

Kalimat ini terdengar paradoks.

Bagaimana mungkin penderitaan disebut manis?

Menurut gue, karena rasa sakit tersebut berasal dari sesuatu yang pernah sangat berarti.

Seseorang bisa membenci rasa sakit karena kehilangan, tetapi di saat yang sama tetap menghargai kenangan yang menjadi sumber rasa sakit itu.

Ada hubungan antara cinta dan luka.

Semakin besar sesuatu berarti bagi kita, semakin besar pula kehilangan yang bisa kita rasakan ketika sesuatu tersebut pergi.

Bagian “Sans lui je suis un peu...” menunjukkan betapa besar ketergantungan emosional terhadap sosok yang telah pergi.

Tanpanya, hidup terasa kacau.

Bahkan dunia yang sebenarnya masih berjalan terasa seperti kehilangan makna.

Kemudian muncul gambaran Paris, metro, angin, hujan, dan keramaian.

Tokoh dalam lagu bergerak di tengah kota yang penuh kehidupan, tetapi dirinya justru merasa sendirian.

Menurut gue, ini merupakan gambaran kesepian yang sangat kuat:

berada di tengah banyak orang tetapi merasa tidak punya tempat untuk pulang.


Tema yang Dibahas

Kehilangan Seseorang yang Sangat Berarti

Tema paling jelas dalam lagu ini adalah kehilangan.

Sosok yang disebut “lui” memiliki posisi penting dalam kehidupan tokoh lagu.

Setelah sosok tersebut tidak ada, kehidupan terasa seperti dekorasi yang indah tetapi kosong.

Kalimat tentang hidup yang hanya menjadi “décor qui brille, vide de sens” menurut gue sangat kuat.

Dunia masih terlihat indah dari luar.

Tetapi dari dalam, semuanya tidak lagi memiliki arti.

Kesepian di Tengah Keramaian

Tokoh lagu berjalan sendirian di metro dan berlari di tengah suara keramaian.

Kota Paris biasanya identik dengan kehidupan, keindahan, romantisme, dan keramaian.

Namun bagi tokoh dalam lagu, semua itu tidak mampu menghilangkan kesepiannya.

Ini menunjukkan bahwa kesepian tidak selalu terjadi ketika kita sendirian.

Kadang justru terasa paling kuat ketika kita berada di tengah banyak orang tetapi tidak memiliki seseorang yang benar-benar kita cari.

Melarikan Diri dari Rasa Sakit

Ada banyak kata kerja yang menunjukkan gerakan:

berjalan, berlari, menari, terbang.

Menurut gue, semuanya menggambarkan keinginan untuk pergi sejauh mungkin dari rasa sakit.

Ia ingin meninggalkan tempat, suasana, dan mungkin juga pikirannya sendiri.

Namun masalahnya, rasa sakit tidak selalu bisa ditinggalkan hanya dengan berpindah tempat.

Kita bisa pergi ke kota lain.

Bisa bertemu banyak orang.

Bisa melakukan banyak aktivitas.

Tetapi kalau luka tersebut masih ada di dalam diri, rasa sakit itu tetap ikut bersama kita.

Tarian sebagai Bentuk Pelarian

“Tarian terakhir” menurut gue bukan hanya aktivitas fisik.

Tarian menjadi simbol kebebasan sementara dari rasa sakit.

Ketika menari, seseorang tidak perlu memikirkan masa lalu.

Tidak perlu memikirkan kehilangan.

Tidak perlu memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.

Ia hanya bergerak.

Karena itu pengulangan kata “danse” terasa seperti mantra.

Seolah-olah selama ia terus bergerak, ia tidak perlu berhenti untuk menghadapi rasa sakitnya.

Ketakutan dan Kerentanan

Di tengah semua gerakan tersebut, tokoh lagu tetap mengakui bahwa dirinya takut.

Ini penting.

Karena lagu ini bukan cerita tentang seseorang yang tiba-tiba menjadi kuat setelah kehilangan.

Ia masih takut.

Ia masih sakit.

Ia masih bingung.

Namun ia tetap bergerak.

Menurut gue, keberanian dalam lagu ini bukan berarti tidak memiliki rasa takut.

Justru keberanian muncul karena seseorang tetap berjalan meskipun rasa takut itu masih ada.

Harapan di Tengah Kehilangan

Meskipun sebagian besar lagu terasa sedih, ada unsur harapan yang cukup kuat.

Ada ungkapan tentang “espérance” atau harapan.

Ini menunjukkan bahwa tokoh lagu belum sepenuhnya menyerah.

Masih ada sesuatu yang ia cari.

Masih ada kemungkinan bahwa setelah semua rasa sakit itu, kehidupan bisa dimulai kembali.

Karena itu bagian tentang ingin agar semuanya “recommence” juga terasa penting.

Ada keinginan untuk memulai lagi.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Dernière Danse” adalah salah satu lagu yang punya konsep menarik karena musik dan emosinya seperti berjalan berlawanan arah.

Musiknya terasa megah.

Ada energi untuk bergerak.

Ada sesuatu yang membuat kita ingin ikut bernyanyi atau menari.

Tapi kalau benar-benar memperhatikan ceritanya, tokohnya sedang mengalami kesedihan yang dalam.

Dan justru menurut gue, di situlah kekuatan lagu ini.

Karena kadang manusia memang seperti itu.

Kita bisa terlihat baik-baik saja sambil sebenarnya sedang hancur.

Kita bisa tertawa ketika sedang sedih.

Kita bisa pergi keluar rumah ketika sebenarnya ingin mengurung diri.

Kita bisa menari bukan karena bahagia, tetapi karena kalau kita berhenti bergerak, semua rasa sakit itu mungkin akan datang sekaligus.

Gue juga melihat “Paris” dalam lagu ini bukan cuma sebagai lokasi.

Paris bisa menjadi simbol dunia yang tetap berjalan.

Orang-orang tetap pergi bekerja.

Kereta tetap berjalan.

Lampu kota tetap menyala.

Orang-orang tetap tertawa.

Tetapi bagi seseorang yang sedang kehilangan, dunia bisa terasa seperti berhenti.

Menurut gue, bagian paling menyakitkan justru ketika tokoh lagu menggambarkan hidup tanpa orang tersebut sebagai hiasan yang bersinar tetapi kosong makna.

Karena itu menggambarkan kehilangan yang lebih dalam daripada sekadar “gue kangen seseorang.”

Ini tentang ketika keberadaan seseorang sudah begitu menyatu dengan cara kita memandang kehidupan.

Ketika orang itu pergi, bukan cuma hubungan yang hilang.

Cara kita melihat dunia juga ikut berubah.

Tapi gue juga menangkap sesuatu yang cukup positif dari lagu ini.

Tokohnya tetap menari.

Tetap berlari.

Tetap terbang.

Artinya, meskipun dia belum sembuh, dia belum berhenti.

Dan menurut gue, terkadang bertahan memang sesederhana itu.

Tidak harus langsung bahagia.

Tidak harus langsung melupakan.

Tidak harus langsung kuat.

Kadang cukup dengan terus bergerak sampai suatu hari rasa sakitnya tidak lagi sebesar sebelumnya.


Fakta Lagu yang Relevan

  • “Dernière Danse” merupakan lagu berbahasa Prancis yang dibawakan oleh Indila.
  • Judul “Dernière Danse” berarti “Tarian Terakhir.”
  • Lagu ini dikenal sebagai salah satu karya yang paling identik dengan Indila dan menjadi lagu yang memperkenalkan namanya kepada pendengar internasional.
  • Liriknya menggunakan berbagai gambaran seperti Paris, metro, angin, hujan, tarian, dan terbang untuk membangun suasana emosional.
  • Lagu ini banyak menggunakan metafora gerakan sebagai simbol pelarian dan kebebasan dari rasa sakit.
  • Kontras antara melodi yang energik dan tema lirik yang melankolis menjadi salah satu karakteristik yang membuat lagu ini terasa kuat.
  • Secara keseluruhan, lagu dapat diinterpretasikan sebagai kisah tentang kehilangan, kesepian, rasa takut, pelarian, cinta, dan harapan untuk memulai kembali.

Lirik Lagu

Oh ma douce souffrance

Oh my sweet torment

Oh penderitaanku


Pourquoi s’acharner tu r’commences

No point on fighting, You start again

Mengapa mengganggu, Kamu memulai lagi


Je ne suis qu’un être sans importance

I’m just a worthless being

Aku hanya makhluk tidak penting


Sans lui je suis un peu “paro”

Without him I’m bit troubled

Tanpanya, Aku sedikit kacau


Je déambule seule dans le metro

I wander around alone on the subway

Aku berjalan tanpa arah sendiri di dalam subway


Une dernière danse

A last dance

Sebuah tarian terakhir


Pour oublier ma peine immense

To forget my great misery

Untuk melupakan kesakitanku yang begitu besar


Je veux m’enfuir que tout recommence

I wanna get away, everything to start again

Aku ingin melarikan diri jika semua mulai lagi


Oh ma douce souffrance

Oh my sweet torment

Oh penderitaan manisku

 

Je remue le ciel, le jour, la nuit

I stir the sky, the day, the night

Aku menggerakkan langit, siang, malam


Je danse avec le vent, la pluie

I dance with the wind, the rain

Aku menari bersama angin, hujan


Un peu d’amour, un brin de miel

A bit of love, a drop of honey

Sedikit cinta, sedikit madu


Et je danse, danse, danse, danse, danse, danse, danse

And I dance, dance, dance, dance, dance, dance, dance

Dan Aku menari, menari, menari, menari, menari, menari, menari


Et dans le bruit, je cours et j’ai peur

And in the noise, I run and I’m afraid

Dan di dalam keramain, Aku lari dan Aku takut


Est ce mon tour?

Is this my turn?

Apakah ini giliranku?


Vient la douleur

Here comes the pain

Datanglah kesedihan


Dans tout Paris, je m’abandonne

In all of paris, I abandon myself

Di seluruh Paris, Aku menyerahkan diri


Et je m’envole, vole, vole, vole, vole, vole, vole

And away I fly, fly, fly, fly, fly, fly, fly

Dan Aku terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang

 

Que d’espérance

Nothing but hope

Harapan itu


Sur ce chemin en ton absence

On this road in your absence

Di depan jalan itu dalam ketiadaanmu


J’ai beau trimer, sans toi ma vie n’est qu’un décor qui brille, vide de sens

Try as I might, without you my life is nothing but a meaningless shiny décor

Aku harus bekerja keras, tanpamu hidupku hanya hiasan yang bersinar, tidak berarti

 

Je remue le ciel, le jour, la nuit

I stir the sky, the day, the night

Aku menggerakkan langit, siang, malam


Je danse avec le vent, la pluie

I dance with the wind, the rain

Aku menari bersama angin, hujan


Un peu d’amour, un brin de miel

A bit of love. A drop of honey

Sedikit cinta, sedikit madu


Et je danse, danse, danse, danse, danse, danse, danse

And I dance, dance, dance, dance, dance, dance, dance

Dan Aku menari, menari, menari, menari, menari, menari, menari


Et dans le bruit, je cours et j’ai peur

And in the noise, I run and I’m afraid

Dan dalam keramaian, Aku lari, dan Aku takut


Est ce mon tour?

Is this my turn?

Apakah ini giliranku?


Vient la douleur

Here comes the pain

Datanglah kesedihan


Dans tout Paris, je m’abandonne

In all of Paris. I abandon myself

Di seluruh Paris, Aku menyerahkan diri


Et je m’envole, vole, vole, vole, vole, vole, vole

And away I fly, fly, fly, fly, fly, fly, fly

Dan Aku terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang

 

 

Dans cette douce souffrance

In this sweet torment

Dalam penderitaan manis ini


Dont j’ai payé toutes les offenses

Whose offences I’ve paid in full

Yang Aku bayar untuk seluruh kesalahanku


Écoute comme mon cœur est immense

Listen to how great my heart is

Dengarkan betapa hebatnya hatiku


Je suis une enfant du monde

I’m a child of the world

Aku adalah seorang anak dunia

 

Je remue le ciel, le jour, la nuit

I stir the sky, the day, the night

Aku menggerakkan langit, siang, malam


Je danse avec le vent, la pluie

I dance with the wind, the rain

Aku menari bersama angin, hujan


Un peu d’amour, un brin de miel

A  bit of love, a drop of honey

Sedikit cinta, sedikit madu


Et je danse, danse, danse, danse, danse, danse, danse

And I dance, dance, dance, dance, dance, dance, dance

Dan Aku menari, menari, menari, menari, menari, menari, menari


Et dans le bruit, je cours et j’ai peur

And in the noise, I run and I’m afraid

Dalam keramaian, Aku lari dan Aku takut


Est ce mon tour?

Is this my turn?

Apakah ini giliranku?


Vient la douleur…

Here comes the pain

Datanglah kesedihan


Dans tout Paris, je m’abandonne

In all of Paris, I abandon myself

Dalam seluruh Paris, Aku menyerahkan diri


Et je m’envole, vole, vole, vole, vole, vole, vole

And away I fly, fly, fly, fly, fly, fly, fly

Dan Aku terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang 


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah “Dernière Danse” lebih tepat dimaknai sebagai lagu tentang kehilangan seseorang atau tentang usaha seseorang melarikan diri dari rasa sakit?

Kenapa menurut kalian tokoh dalam lagu memilih menari, berlari, dan terbang ketika sedang mengalami penderitaan?

Pernah nggak kalian melakukan sesuatu bukan karena sedang bahagia, tetapi justru untuk mengalihkan pikiran dari sesuatu yang menyakitkan?

Dan kalau “tarian terakhir” dalam lagu ini adalah simbol, menurut kalian sebenarnya apa yang sedang ia coba tinggalkan?

Yuk, tulis pendapat kalian di kolom komentar dan kita diskusikan bareng.

 

Tidak ada komentar: