Rabu, 16 Oktober 2019

Makna Lagu Joji – Dancing in the Dark

Joji - Slow Dancing In The Dark [Terjemahan]

Artist           : Joji
Title             : Slow Dancing In The Dark
Lyricist        : Patrick Wimberly & Joji
Produced     : Patrick Wimberly & Joji
Released      : 12 September 2018
Album           : Ballads 1 (2018)
Genre          : Pop, R&B

Tentang Penyanyi

Joji merupakan penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Jepang-Australia yang dikenal lewat musik dengan karakter emosional, melankolis, dan introspektif.

Karya-karyanya banyak mengeksplorasi tema seperti kesepian, hubungan yang rumit, kehilangan, kerinduan, dan pergulatan dengan perasaan sendiri.

Joji juga dikenal mampu mengemas emosi yang sangat personal melalui lirik yang sederhana tetapi ambigu. Karena itu, banyak lagunya tidak memberikan cerita yang benar-benar lengkap, melainkan membiarkan pendengar mengisi bagian yang kosong berdasarkan pengalaman mereka sendiri.


Tentang Lagu

“Dancing in the Dark” menggambarkan sebuah hubungan yang berada di antara keinginan untuk tetap bersama dan kenyataan bahwa hubungan tersebut mungkin sudah tidak bisa dipertahankan.

Narator masih memiliki perasaan terhadap seseorang.

Ia masih ingin dekat, masih ingin menghabiskan satu malam lagi, bahkan masih ingin menjadi orang yang bisa memeluk dan menjaga orang tersebut.

Namun di sisi lain, ia sadar bahwa orang yang dicintainya sudah memiliki pilihan lain.

Ada seseorang yang harus dia lawan, tetapi narator tahu bahwa dirinya tidak bisa benar-benar bersaing.

Judul “Dancing in the Dark” sendiri terasa seperti metafora hubungan yang berlangsung tanpa kejelasan.

Mereka masih “menari”, masih memiliki kedekatan dan perasaan, tetapi semuanya terjadi dalam kegelapan.

Tidak ada kepastian tentang ke mana hubungan tersebut akan berjalan.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, lagu ini bercerita tentang seseorang yang masih ingin mempertahankan hubungan, sementara orang yang dicintainya perlahan sudah memilih jalan yang berbeda.

Di awal lagu, narator mengatakan bahwa dia tidak sekadar menginginkan pertemanan.

Dia ingin hidupnya terbagi bersama seseorang.

Ini menunjukkan bahwa perasaannya sudah jauh melampaui hubungan biasa.

Dia bahkan masih menunggu, seperti seseorang yang percaya bahwa mungkin masih ada kesempatan untuk mendapatkan satu malam lagi bersama orang tersebut.

Namun kemudian muncul gambaran “slow dancing in the dark.”

Menurut gue, slow dance biasanya identik dengan kedekatan.

Dua orang berdiri sangat dekat, bergerak mengikuti musik, seolah dunia di sekitar mereka tidak ada.

Tetapi ketika dilakukan “in the dark”, suasananya berubah.

Kedekatan itu menjadi tidak jelas.

Mereka mungkin masih dekat secara emosional, tetapi tidak tahu sebenarnya hubungan mereka berada di mana.

Narator bahkan meminta orang tersebut untuk tidak mengikutinya karena jika terlalu dekat, dia takut mereka akan kembali berada dalam pelukan yang sama.

Ini menunjukkan konflik besar dalam dirinya.

Dia ingin melepaskan.

Tetapi dia juga tahu bahwa jika mereka kembali dekat, perasaannya akan muncul lagi.

Kemudian muncul pertanyaan tentang alasan mengapa mereka harus tetap bersama.

Narator seperti meminta kepastian:

Kalau memang masih ada sesuatu di antara kita, berikan gue alasan untuk memperjuangkannya.

Namun jawabannya terasa menyakitkan.

Orang yang dicintainya seharusnya bersama orang lain.

Dan narator sadar bahwa dirinya tidak bisa bersaing.

Di sinilah lagu mulai terasa seperti cerita tentang cinta yang masih ada, tetapi hubungan yang sudah tidak bisa dimiliki.


Tema yang Dibahas

Cinta yang Tidak Lagi Memiliki Tempat

Narator masih mencintai seseorang.

Masalahnya, cinta tersebut tidak otomatis membuat hubungan mereka bisa bertahan.

Ada orang lain.

Ada keputusan yang sudah dibuat.

Ada jarak emosional yang semakin besar.

Perasaan masih ada, tetapi tempat untuk perasaan tersebut sudah tidak tersedia.

Hubungan Tanpa Kepastian

Metafora “dancing in the dark” menurut gue sangat cocok untuk menggambarkan hubungan yang tidak memiliki kejelasan.

Mereka masih dekat.

Masih memiliki chemistry.

Masih ada rasa.

Tetapi tidak ada kepastian tentang status maupun masa depan hubungan tersebut.

Seperti menari di ruangan gelap: kita masih bergerak, tetapi tidak benar-benar tahu sedang menuju ke mana.

Tidak Mampu Bersaing

Salah satu bagian yang paling jelas dalam lagu ini adalah kesadaran narator bahwa dirinya tidak bisa bersaing dengan orang lain.

Ini bukan sekadar persoalan siapa yang lebih baik.

Kadang masalahnya memang bukan tentang kualitas seseorang.

Orang yang kita cintai hanya memilih orang lain.

Dan kenyataan seperti itu bisa terasa sangat menyakitkan karena tidak ada sesuatu yang bisa kita “perbaiki” untuk mengubah keputusan tersebut.

Takut Kembali Terluka

Narator seperti tahu bahwa kedekatan dengan orang tersebut hanya akan membuat perasaannya semakin sulit dikendalikan.

Karena itu ada keinginan untuk menjaga jarak.

Tetapi pada saat yang sama, dia tetap ingin berada di dekatnya.

Ini adalah konflik yang sering muncul setelah hubungan mulai retak:

ingin pergi karena sakit, tetapi ingin tinggal karena masih sayang.

Kenangan sebagai Tempat Bergantung

Narator mengingat masa ketika dirinya pernah menjadi orang yang memegang dan menenangkan orang tersebut ketika sedang jatuh.

Artinya, dia pernah memiliki posisi penting dalam kehidupan orang yang dicintainya.

Sekarang posisi itu mungkin sudah tidak ada.

Dan perubahan tersebut terasa menyakitkan karena dia tidak hanya kehilangan pasangan atau seseorang yang dicintai.

Dia kehilangan peran yang dulu dia miliki dalam hidup orang tersebut.

Kesepian

Di balik semua kemarahan dan frustrasi, sebenarnya ada kesepian yang cukup kuat.

Narator tidak ingin pulang.

Dia masih ingin satu malam lagi.

Menurut gue, ini menggambarkan seseorang yang sebenarnya belum siap menghadapi kenyataan bahwa hubungan tersebut mungkin sudah selesai.

Malam menjadi semacam ruang sementara untuk menunda perpisahan.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Dancing in the Dark” adalah lagu tentang hubungan yang sudah berada di ujung, tetapi salah satu pihak belum siap mengakuinya.

Yang menarik, narator sebenarnya cukup sadar terhadap situasinya.

Dia tahu orang tersebut punya orang lain.

Dia tahu dirinya tidak bisa bersaing.

Dia bahkan tahu bahwa terlalu dekat hanya akan membuat dirinya kembali terjebak.

Tapi mengetahui kenyataan tidak selalu membuat kita mampu menerimanya.

Dan menurut gue, itu yang paling manusiawi dari lagu ini.

Kadang otak sudah bilang:

“Udah, pergi.”

Tapi hati masih bilang:

“Satu malam lagi aja.”

Kalimat tentang ingin hidupnya terbagi menjadi dua menurut gue juga menunjukkan bahwa narator sebenarnya tidak mencari hubungan yang sementara.

Dia ingin benar-benar berbagi kehidupan.

Tetapi orang yang dia inginkan tidak lagi berada di posisi yang sama.

Jadi konflik sebenarnya bukan cuma tentang cinta segitiga.

Ini tentang dua orang yang mungkin masih punya perasaan, tetapi sudah tidak memiliki arah yang sama.

Buat gue, metafora “menari dalam gelap” juga bisa dibaca sebagai hubungan yang tetap dijalani meskipun kedua orang tersebut sebenarnya tidak tahu apakah mereka sedang menuju hubungan atau perpisahan.

Mereka masih bergerak.

Masih berdekatan.

Masih merasakan sesuatu.

Tetapi tidak ada cahaya yang menunjukkan akhirnya akan seperti apa.

Dan menurut gue, bagian paling menyakitkan adalah ketika seseorang yang dulu pernah kita peluk ketika dia jatuh, sekarang justru menjadi orang yang membuat kita sendiri jatuh.

Kita pernah menjadi tempat dia merasa aman.

Sekarang kita bahkan tidak tahu apakah kita masih punya tempat dalam hidupnya.

Itulah kenapa menurut gue lagu ini bukan sekadar tentang “gue kehilangan lo.”

Lebih dalam dari itu:

“Gue masih ingin menjadi bagian dari hidup lo, tetapi gue sadar bahwa lo sudah memilih kehidupan tanpa gue.”

Dan mungkin itulah bentuk patah hati yang paling sulit.

Bukan ketika seseorang membenci kita.

Tetapi ketika dia baik-baik saja tanpa kita.


Fakta Lagu yang Relevan

  • “Dancing in the Dark” merupakan salah satu lagu Joji dari album BALLADS 1, yang dirilis pada 2018.
  • Lagu ini berada dalam karakter musik Joji yang cenderung melankolis dan atmosferik, dengan tema hubungan, kesepian, dan konflik emosional.
  • Judul “Dancing in the Dark” dapat dibaca sebagai metafora hubungan yang tetap berlangsung dalam kondisi tidak jelas atau tanpa kepastian.
  • Liriknya memperlihatkan konflik antara keinginan untuk tetap dekat dan kesadaran bahwa orang yang dicintai sudah memiliki pilihan lain.
  • Lagu ini tidak menjelaskan seluruh situasi hubungan secara eksplisit sehingga interpretasinya dapat berbeda bagi setiap pendengar.

Lirik Lagu

[Verse 1]

I don't want a friend [Just me]

Aku tidak ingin seorang teman [Hanya aku]

I want my life in two [My life in two]

Aku ingin hidupku menjadi dua [Hidupku menjadi dua]

Waiting to get there

Menunggu untuk sampai di sana

[Just one more night]

[Hanya satu malam lagi]

Waiting for you [waiting for you]

Menunggumu [Menunggumu]

[I'm done fight it all night]

[Aku selesai bertarung sepanjang malam]

 

[Pre-Chorus 1]

When I'm around slow dancing in the dark

Ketika Aku menari secara lambat dalam kegelapan

Don't follow me, you'll end up in my arms

Jangan mengikutiku, Kamu akan berakhir di pelukanku

You have made up your mind

Kamu telah mengambil keputusan

I don't need no more signs

Aku tidak butuh kode lagi

Can you ?, Can you ?

Bisakah kau ?, Bisakah kau ?

 

[Chorus]

Give me reasons we should be complete

Beri Aku alasan mengapa kita harus bersama

You should be with him, I can't compete

Kamu harus bersamanya, Aku tidak mampu bersaing

You looked at me like I was someone else, oh well

Kamu melihatku seperti orang lain, oh baiklah

Can't you see ?

Tidak bisakah kamu melihat ?

I don't wanna slow dance [I don't wanna slow dance]

Aku tidak ingin menari secara lambat [Aku tidak ingin menari secara lambat]

In the dark, dark

Di dalam kegelapan, gelap

 

[Verse 2]

When you gotta run

Ketika kau harus berlari

Just hear my voice in you [My voice in you]

Cukup dengarkanlah suaraku di dalam dirimu [Suaraku di dalam dirimu]

Shutting me out of you [Shutting me out of you]

Singkirkan Aku darimu [Singkirkan Aku darimu]

Doing so great [So great, so great]

Melakukan hal yang sangat hebat [Sangat hebat, sangat hebat]

You

Kamu

 

[Pre-Chorus 2]

Used to be the one to hold you when you fall

Dulu orang yang memelukmu ketika kau jatuh

Yeah, yeah, yeah [When you fall, when you fall]

Ya, ya, ya [ketika kau jatuh, ketika kau jatuh]

I don't fuck with your tone [I don't fuck with your tone]

Aku tidak bercinta dengan suaramu [Aku tidak bercinta dengan suaramu]

I don't wanna go home [I don't wanna go home]

Aku tidak ingin pulang [Aku tidak ingin pulang]

Can it be one night?

Bisakah satu malam?

Can you ?, Can you ?

Bisakah kamu ?, Bisakah kamu ?

 

[Chorus]

Give me reasons we should be complete

Beri Aku alasan mengapa kita harus bersama

You should be with him, I can't compete

Kamu harus bersamanya, Aku tidak mampu bersaing

You looked at me like I was someone else, oh well

Kamu melihatku seperti orang lain, oh baiklah

Can't you see ?

Tidak bisakah kamu melihat ?

I don't wanna slow dance [I don't wanna slow dance]

Aku tidak ingin menari secara lambat [Aku tidak ingin menari secara lambat]

In the dark, dark

Di dalam kegelapan, gelap

In the dark, dark

Di dalam kegelapan, gelap


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah “Dancing in the Dark” lebih menggambarkan cinta yang belum selesai atau hubungan yang sebenarnya sudah selesai tetapi salah satu pihak belum bisa menerima?

Kalau seseorang yang kita cintai sudah memilih orang lain, apakah masih layak memperjuangkan hubungan tersebut?

Dan menurut kalian, mana yang lebih menyakitkan: ditinggalkan karena sudah tidak dicintai, atau mengetahui bahwa seseorang masih punya rasa tetapi tetap memilih orang lain?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar. Karena mungkin, bagi sebagian orang, “dancing in the dark” bukan cuma judul lagu—tetapi gambaran dari hubungan yang pernah mereka jalani.

 

Tidak ada komentar: