Lolo Zouaï – Jade
Tentang Penyanyi
Lolo Zouaï adalah penyanyi
dan penulis lagu yang dikenal lewat musik yang memadukan R&B, pop,
alternative, dan nuansa elektronik. Musiknya sering membawa cerita yang terasa
personal, intim, dan kadang ambigu.
Salah satu hal yang
menarik dari karya Lolo Zouaï adalah cara dia membicarakan hubungan, identitas,
keinginan, dan pergulatan batin tanpa selalu memberikan jawaban yang jelas.
Banyak liriknya terasa seperti potongan pikiran seseorang yang sedang mencoba memahami
apa yang sebenarnya terjadi di dalam dirinya.
Karena itu, lagu-lagunya
sering terbuka untuk berbagai interpretasi. Pendengar bisa menemukan pengalaman
mereka sendiri di dalam lirik yang ditulisnya.
Tentang Lagu
“Jade” terasa seperti lagu
tentang sesuatu yang terus mengikuti seseorang setiap hari, meskipun sesuatu
itu sebenarnya sulit dikenali atau dipahami.
Tokoh “Jade” dalam lagu
ini bisa dibaca sebagai seseorang, sebuah perasaan, kenangan, bayangan masa
lalu, atau bahkan bagian dari diri sendiri yang tidak bisa benar-benar
ditinggalkan.
Hal yang menarik adalah
hubungan antara narator dan Jade justru terasa sangat asing.
Ada bagian berbahasa
Prancis:
“Toi et moi” berarti “kamu dan aku”,
sedangkan “on se connaît pas du tout” kurang lebih berarti “kita sama
sekali tidak saling mengenal.”
Kontradiksi ini membuat
sosok Jade terasa semakin misterius. Ada sesuatu yang begitu dekat sampai terus
mengikuti setiap hari, tetapi pada saat yang sama terasa seperti sesuatu yang
sama sekali tidak dikenal.
Makna / Interpretasi Lagu
Menurut interpretasi gue, “Jade”
adalah lagu tentang sesuatu yang terus menghantui pikiran sampai seseorang
mulai kehilangan arah dirinya sendiri.
Dari awal, ada gambaran
tentang sebuah kata yang terdiri dari empat huruf dan terus terdengar bahkan
ketika sedang tidur. Ini memberikan kesan bahwa sesuatu tersebut sudah masuk
terlalu dalam ke pikiran.
Bukan cuma muncul
sesekali.
Sampai terbawa ke dalam
tidur.
Kemudian muncul kalimat
bahwa Jade memiliki wajah yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini menarik
karena menunjukkan bahwa sosok tersebut bukan sesuatu yang benar-benar
familiar.
Tapi anehnya, Jade terus
mengikuti.
Setiap hari.
Di sinilah menurut gue
letak inti lagu ini.
Sesuatu tidak harus kita
kenal untuk bisa memengaruhi kita.
Kadang ada perasaan,
ketakutan, kenangan, atau sisi diri sendiri yang bahkan sulit kita jelaskan.
Kita tidak tahu persis asalnya dari mana, tetapi keberadaannya terasa
terus-menerus.
Bagian “losing my way”
juga memperkuat interpretasi tersebut.
Semakin Jade mengikuti,
semakin narator merasa kehilangan arah.
Seolah-olah semakin dia
mencoba memahami sesuatu, semakin dirinya sendiri justru menghilang.
Tema yang Dibahas
Bayangan yang Tidak Bisa
Dihindari
Jade digambarkan sebagai
sesuatu yang terus mengikuti setiap hari.
Tidak peduli apakah
narator mencoba bersembunyi atau menghindar, Jade tetap ada.
Menurut gue, ini bisa
menggambarkan masalah batin yang tidak selesai.
Kita bisa pindah tempat,
mengubah rutinitas, bertemu orang baru, atau mencoba melupakan sesuatu.
Tapi kalau masalahnya
masih berada di dalam kepala, kita tetap membawanya ke mana-mana.
Sesuatu yang Tidak Dikenal
tetapi Terasa Dekat
Ada kontradiksi yang kuat
antara “kamu dan aku” dengan “kita sama sekali tidak saling mengenal.”
Ini bisa menggambarkan
hubungan dengan sesuatu yang terasa sangat dekat tetapi sebenarnya tidak kita
pahami.
Misalnya perasaan sendiri.
Kita tahu kita sedang
sedih, takut, cemas, atau kehilangan arah.
Tapi ketika ditanya “kenapa?”,
belum tentu kita punya jawabannya.
Jadi, sesuatu bisa terasa
sangat dekat secara emosional tetapi tetap menjadi misteri.
Kehilangan Arah
Pengulangan tentang
kehilangan jalan menjadi salah satu bagian penting dalam lagu ini.
Jade bukan cuma hadir
sebagai sosok yang mengikuti.
Kehadirannya mulai
memberikan dampak.
Narator merasa dirinya
semakin kehilangan arah dan bahkan seperti akan memudar.
Menurut gue, “fade” di
sini bisa dibaca sebagai perlahan-lahan kehilangan sesuatu dari diri sendiri.
Bisa berupa keyakinan.
Bisa berupa identitas.
Bisa juga berupa energi
untuk terus menjalani kehidupan.
Pikiran yang Terus
Berputar
Ada bagian lagu yang
terasa seperti potongan-potongan pikiran: berpikir, bermimpi, berbicara,
mengingat, lalu kembali lagi kepada sesuatu yang ingin dihindari.
Ini menggambarkan kondisi
ketika kepala tidak pernah benar-benar berhenti.
Kadang kita tahu sesuatu
itu mengganggu.
Tapi justru semakin kita
mencoba untuk tidak memikirkannya, semakin sering hal tersebut muncul.
Seperti ketika seseorang
berkata:
“Jangan pikirkan itu.”
Dan otak malah terus
memikirkannya.
Sesuatu yang Ingin
Dipertahankan sekaligus Dihilangkan
Ada gagasan menarik bahwa
sesuatu bisa menjadi tempat untuk “bergantung”, tetapi pada saat yang sama
menjadi sesuatu yang kita berharap bisa pergi.
Ini menurut gue
menggambarkan hubungan manusia dengan sesuatu yang memberikan kenyamanan
sekaligus rasa sakit.
Contohnya kenangan.
Kita mungkin ingin
melupakan sebuah masa lalu karena menyakitkan.
Tetapi di sisi lain, kita
juga takut benar-benar kehilangan kenangan tersebut karena itu adalah bagian
dari hidup kita.
Jadi muncul konflik:
“Gue ingin ini pergi, tapi
gue juga belum siap kehilangan ini.”
Identitas yang Mulai Kabur
Kalau Jade dibaca sebagai
representasi dari sesuatu yang ada di dalam diri, maka kehilangan arah bisa
berarti kehilangan koneksi dengan diri sendiri.
Awalnya hanya ada sesuatu
yang mengikuti.
Lalu mulai mengganggu.
Kemudian memenuhi pikiran.
Sampai akhirnya seseorang
merasa dirinya sendiri mulai memudar.
Menurut gue, ini membuat
“Jade” terasa bukan sekadar lagu tentang seseorang yang mengejar atau
menghantui.
Lebih dalam dari itu, lagu
ini bisa dibaca sebagai perjalanan seseorang yang sedang berusaha memahami
bagian dirinya sendiri yang tidak dia kenali.
Pendapat / Analisis
Menurut gue, bagian paling
menarik dari “Jade” justru ada pada kontradiksinya.
Jade selalu ada, tetapi
tidak benar-benar dikenal.
Gue melihatnya seperti
ketika seseorang memiliki masalah dalam dirinya yang sudah lama ada, tetapi dia
sendiri tidak tahu harus menyebutnya apa.
Dia tahu ada sesuatu yang
mengikuti.
Dia tahu sesuatu itu
memengaruhi hidupnya.
Dia tahu sesuatu itu
membuatnya kehilangan arah.
Tapi dia tidak benar-benar
tahu siapa atau apa “Jade” tersebut.
Dan menurut gue, itu
sangat manusiawi.
Kita sering mengira bahwa
kalau kita sudah mengenali masalahnya, berarti kita sudah memahami masalah
tersebut.
Padahal belum tentu.
Kadang kita tahu bahwa
kita sedang tidak baik-baik saja, tetapi belum mampu menjelaskan alasannya.
Yang juga menarik adalah
bagaimana lagu ini tidak benar-benar menyelesaikan misteri Jade.
Tidak ada penjelasan
sederhana seperti:
“Jade adalah ini.”
Justru pendengar dibiarkan
menebak sendiri.
Buat gue, itu membuat lagu
ini terasa lebih personal.
Karena Jade bisa menjadi
apa saja.
Bisa seseorang yang pernah
kita cintai.
Bisa masa lalu.
Bisa rasa takut.
Bisa trauma.
Bisa ambisi.
Bisa kesepian.
Atau bahkan bisa menjadi
versi diri kita sendiri yang sudah lama kita tinggalkan.
Dan mungkin pertanyaan
terbesarnya bukan “Siapa Jade?”
Tapi:
“Kenapa gue masih
membiarkan sesuatu yang bahkan tidak gue kenal terus mengikuti hidup gue?”
Fakta Lagu yang Relevan
“Jade” merupakan lagu dari
Lolo Zouaï yang menggunakan perpaduan bahasa Inggris dan Prancis.
Penggunaan bahasa Prancis
cukup menarik karena Lolo Zouaï sendiri memiliki latar belakang
Prancis-Amerika, sehingga perpaduan dua bahasa menjadi salah satu karakter yang
bisa ditemukan dalam karya-karyanya.
Dalam lagu ini, frasa
Prancis seperti “toi et moi” dan “on se connaît pas du tout”
memberikan nuansa hubungan yang paradoks: ada “kamu dan aku”, tetapi keduanya
digambarkan seperti tidak benar-benar saling mengenal.
Perpaduan bahasa tersebut
juga membuat karakter “Jade” terasa semakin abstrak dan personal, seolah
pendengar sedang mendengar potongan percakapan atau pikiran dari seseorang yang
sedang mencoba memahami sesuatu yang sulit dijelaskan.
Lirik Lagu
[Verse 1: Lolo Zouaï]
Not that four letter word
Hear it in my sleep
You got a face that I
I have never seen
[Chorus: Lolo Louaï]
Jade
You follow me, follow me, follow me every day
I could never hide from you
Jade
Losing my, losing my, losing my, losing my way
’Bout to fade
[Verse 2: Blood orange & Lolo Zouaï]
Thinking what you know (yeah)
Dreaming what you sow
Life is just a glow
It’s something to hang on to (something to hang on to)
It’s something that will make you feel some type of way
It’s like you never know
Kick back, fl!ck back, chit chat, know you hate that
It’s something to hang on to
And something you wish you could go away
[Chorus: Lolo Zouaï & Blood Orange]
Jade
You follow me, follow me, follow me every day
I could never hide from you
Jade
Losing my, losing my, losing my, losing my way
’Bout to fade
[Bridge]
Jade
Toi et moi
Toi et moi
On se connait pas du tout
I could never hide from you (I could never hide from you)
Follow me
Jade
Toi et moi
Toi et moi
On se connait pas
Tu me connais pas du tout
Baby you’re a feeling (go away)
[Chorus: Lolo Zouaï & Blood Orange]
Jade
You follow me, follow me, follow me every day
I could never hide from you
Jade
Losing my, losing my, losing my, losing my way
’Bout to fade
[Outro]
Ouais ouais
Toi et moi
On se connait pas du tout
Jade
Tentang Pensil Karyaku
Pensil Karyaku hadir untuk membahas
makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita
dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.
Lewat setiap tulisan, kita
mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari
cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin
terkandung di dalamnya.
Karena terkadang, satu
lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.
Yuk, Ikut Berdiskusi
Menurut kalian, sebenarnya
siapa atau apa “Jade” dalam lagu ini?
Apakah kalian melihat Jade
sebagai seseorang yang terus menghantui masa lalu, sebuah perasaan yang sulit
hilang, atau justru bagian dari diri sendiri?
Dan pernah nggak kalian
mengalami sesuatu yang terus mengikuti pikiran kalian, padahal kalian sendiri
bahkan nggak benar-benar tahu kenapa hal itu begitu sulit dilepaskan?
Tulis pendapat kalian di
kolom komentar. Siapa tahu, interpretasi kalian justru membuka makna lain dari
lagu “Jade” yang belum gue lihat.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar