Senin, 11 Mei 2020

Makna Lagu Lolo Zouaï – Jade

Lolo Zouaï – Jade

 

Tentang Penyanyi

Lolo Zouaï adalah penyanyi dan penulis lagu yang dikenal lewat musik yang memadukan R&B, pop, alternative, dan nuansa elektronik. Musiknya sering membawa cerita yang terasa personal, intim, dan kadang ambigu.

Salah satu hal yang menarik dari karya Lolo Zouaï adalah cara dia membicarakan hubungan, identitas, keinginan, dan pergulatan batin tanpa selalu memberikan jawaban yang jelas. Banyak liriknya terasa seperti potongan pikiran seseorang yang sedang mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam dirinya.

Karena itu, lagu-lagunya sering terbuka untuk berbagai interpretasi. Pendengar bisa menemukan pengalaman mereka sendiri di dalam lirik yang ditulisnya.


Tentang Lagu

“Jade” terasa seperti lagu tentang sesuatu yang terus mengikuti seseorang setiap hari, meskipun sesuatu itu sebenarnya sulit dikenali atau dipahami.

Tokoh “Jade” dalam lagu ini bisa dibaca sebagai seseorang, sebuah perasaan, kenangan, bayangan masa lalu, atau bahkan bagian dari diri sendiri yang tidak bisa benar-benar ditinggalkan.

Hal yang menarik adalah hubungan antara narator dan Jade justru terasa sangat asing.

Ada bagian berbahasa Prancis:

“Toi et moi” berarti “kamu dan aku”, sedangkan “on se connaît pas du tout” kurang lebih berarti “kita sama sekali tidak saling mengenal.”

Kontradiksi ini membuat sosok Jade terasa semakin misterius. Ada sesuatu yang begitu dekat sampai terus mengikuti setiap hari, tetapi pada saat yang sama terasa seperti sesuatu yang sama sekali tidak dikenal.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, “Jade” adalah lagu tentang sesuatu yang terus menghantui pikiran sampai seseorang mulai kehilangan arah dirinya sendiri.

Dari awal, ada gambaran tentang sebuah kata yang terdiri dari empat huruf dan terus terdengar bahkan ketika sedang tidur. Ini memberikan kesan bahwa sesuatu tersebut sudah masuk terlalu dalam ke pikiran.

Bukan cuma muncul sesekali.

Sampai terbawa ke dalam tidur.

Kemudian muncul kalimat bahwa Jade memiliki wajah yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini menarik karena menunjukkan bahwa sosok tersebut bukan sesuatu yang benar-benar familiar.

Tapi anehnya, Jade terus mengikuti.

Setiap hari.

Di sinilah menurut gue letak inti lagu ini.

Sesuatu tidak harus kita kenal untuk bisa memengaruhi kita.

Kadang ada perasaan, ketakutan, kenangan, atau sisi diri sendiri yang bahkan sulit kita jelaskan. Kita tidak tahu persis asalnya dari mana, tetapi keberadaannya terasa terus-menerus.

Bagian “losing my way” juga memperkuat interpretasi tersebut.

Semakin Jade mengikuti, semakin narator merasa kehilangan arah.

Seolah-olah semakin dia mencoba memahami sesuatu, semakin dirinya sendiri justru menghilang.


Tema yang Dibahas

Bayangan yang Tidak Bisa Dihindari

Jade digambarkan sebagai sesuatu yang terus mengikuti setiap hari.

Tidak peduli apakah narator mencoba bersembunyi atau menghindar, Jade tetap ada.

Menurut gue, ini bisa menggambarkan masalah batin yang tidak selesai.

Kita bisa pindah tempat, mengubah rutinitas, bertemu orang baru, atau mencoba melupakan sesuatu.

Tapi kalau masalahnya masih berada di dalam kepala, kita tetap membawanya ke mana-mana.


Sesuatu yang Tidak Dikenal tetapi Terasa Dekat

Ada kontradiksi yang kuat antara “kamu dan aku” dengan “kita sama sekali tidak saling mengenal.”

Ini bisa menggambarkan hubungan dengan sesuatu yang terasa sangat dekat tetapi sebenarnya tidak kita pahami.

Misalnya perasaan sendiri.

Kita tahu kita sedang sedih, takut, cemas, atau kehilangan arah.

Tapi ketika ditanya “kenapa?”, belum tentu kita punya jawabannya.

Jadi, sesuatu bisa terasa sangat dekat secara emosional tetapi tetap menjadi misteri.


Kehilangan Arah

Pengulangan tentang kehilangan jalan menjadi salah satu bagian penting dalam lagu ini.

Jade bukan cuma hadir sebagai sosok yang mengikuti.

Kehadirannya mulai memberikan dampak.

Narator merasa dirinya semakin kehilangan arah dan bahkan seperti akan memudar.

Menurut gue, “fade” di sini bisa dibaca sebagai perlahan-lahan kehilangan sesuatu dari diri sendiri.

Bisa berupa keyakinan.

Bisa berupa identitas.

Bisa juga berupa energi untuk terus menjalani kehidupan.


Pikiran yang Terus Berputar

Ada bagian lagu yang terasa seperti potongan-potongan pikiran: berpikir, bermimpi, berbicara, mengingat, lalu kembali lagi kepada sesuatu yang ingin dihindari.

Ini menggambarkan kondisi ketika kepala tidak pernah benar-benar berhenti.

Kadang kita tahu sesuatu itu mengganggu.

Tapi justru semakin kita mencoba untuk tidak memikirkannya, semakin sering hal tersebut muncul.

Seperti ketika seseorang berkata:

“Jangan pikirkan itu.”

Dan otak malah terus memikirkannya.


Sesuatu yang Ingin Dipertahankan sekaligus Dihilangkan

Ada gagasan menarik bahwa sesuatu bisa menjadi tempat untuk “bergantung”, tetapi pada saat yang sama menjadi sesuatu yang kita berharap bisa pergi.

Ini menurut gue menggambarkan hubungan manusia dengan sesuatu yang memberikan kenyamanan sekaligus rasa sakit.

Contohnya kenangan.

Kita mungkin ingin melupakan sebuah masa lalu karena menyakitkan.

Tetapi di sisi lain, kita juga takut benar-benar kehilangan kenangan tersebut karena itu adalah bagian dari hidup kita.

Jadi muncul konflik:

“Gue ingin ini pergi, tapi gue juga belum siap kehilangan ini.”


Identitas yang Mulai Kabur

Kalau Jade dibaca sebagai representasi dari sesuatu yang ada di dalam diri, maka kehilangan arah bisa berarti kehilangan koneksi dengan diri sendiri.

Awalnya hanya ada sesuatu yang mengikuti.

Lalu mulai mengganggu.

Kemudian memenuhi pikiran.

Sampai akhirnya seseorang merasa dirinya sendiri mulai memudar.

Menurut gue, ini membuat “Jade” terasa bukan sekadar lagu tentang seseorang yang mengejar atau menghantui.

Lebih dalam dari itu, lagu ini bisa dibaca sebagai perjalanan seseorang yang sedang berusaha memahami bagian dirinya sendiri yang tidak dia kenali.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, bagian paling menarik dari “Jade” justru ada pada kontradiksinya.

Jade selalu ada, tetapi tidak benar-benar dikenal.

Gue melihatnya seperti ketika seseorang memiliki masalah dalam dirinya yang sudah lama ada, tetapi dia sendiri tidak tahu harus menyebutnya apa.

Dia tahu ada sesuatu yang mengikuti.

Dia tahu sesuatu itu memengaruhi hidupnya.

Dia tahu sesuatu itu membuatnya kehilangan arah.

Tapi dia tidak benar-benar tahu siapa atau apa “Jade” tersebut.

Dan menurut gue, itu sangat manusiawi.

Kita sering mengira bahwa kalau kita sudah mengenali masalahnya, berarti kita sudah memahami masalah tersebut.

Padahal belum tentu.

Kadang kita tahu bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, tetapi belum mampu menjelaskan alasannya.

Yang juga menarik adalah bagaimana lagu ini tidak benar-benar menyelesaikan misteri Jade.

Tidak ada penjelasan sederhana seperti:

“Jade adalah ini.”

Justru pendengar dibiarkan menebak sendiri.

Buat gue, itu membuat lagu ini terasa lebih personal.

Karena Jade bisa menjadi apa saja.

Bisa seseorang yang pernah kita cintai.

Bisa masa lalu.

Bisa rasa takut.

Bisa trauma.

Bisa ambisi.

Bisa kesepian.

Atau bahkan bisa menjadi versi diri kita sendiri yang sudah lama kita tinggalkan.

Dan mungkin pertanyaan terbesarnya bukan “Siapa Jade?”

Tapi:

“Kenapa gue masih membiarkan sesuatu yang bahkan tidak gue kenal terus mengikuti hidup gue?”


Fakta Lagu yang Relevan

“Jade” merupakan lagu dari Lolo Zouaï yang menggunakan perpaduan bahasa Inggris dan Prancis.

Penggunaan bahasa Prancis cukup menarik karena Lolo Zouaï sendiri memiliki latar belakang Prancis-Amerika, sehingga perpaduan dua bahasa menjadi salah satu karakter yang bisa ditemukan dalam karya-karyanya.

Dalam lagu ini, frasa Prancis seperti “toi et moi” dan “on se connaît pas du tout” memberikan nuansa hubungan yang paradoks: ada “kamu dan aku”, tetapi keduanya digambarkan seperti tidak benar-benar saling mengenal.

Perpaduan bahasa tersebut juga membuat karakter “Jade” terasa semakin abstrak dan personal, seolah pendengar sedang mendengar potongan percakapan atau pikiran dari seseorang yang sedang mencoba memahami sesuatu yang sulit dijelaskan.


Lirik Lagu

[Verse 1: Lolo Zouaï]

Not that four letter word

Hear it in my sleep

You got a face that I

I have never seen

 

[Chorus: Lolo Louaï]

Jade

You follow me, follow me, follow me every day

I could never hide from you

Jade

Losing my, losing my, losing my, losing my way

’Bout to fade

 

[Verse 2: Blood orange & Lolo Zouaï]

Thinking what you know (yeah)

Dreaming what you sow

Life is just a glow

It’s something to hang on to (something to hang on to)

It’s something that will make you feel some type of way

It’s like you never know

Kick back, fl!ck back, chit chat, know you hate that

It’s something to hang on to

And something you wish you could go away

 

[Chorus: Lolo Zouaï & Blood Orange]

Jade

You follow me, follow me, follow me every day

I could never hide from you

Jade

Losing my, losing my, losing my, losing my way

’Bout to fade

 

[Bridge]

Jade

Toi et moi

Toi et moi

On se connait pas du tout

I could never hide from you (I could never hide from you)

Follow me

Jade

Toi et moi

Toi et moi

On se connait pas

Tu me connais pas du tout

Baby you’re a feeling (go away)

 

[Chorus: Lolo Zouaï & Blood Orange]

Jade

You follow me, follow me, follow me every day

I could never hide from you

Jade

Losing my, losing my, losing my, losing my way

’Bout to fade

 

[Outro]

Ouais ouais

Toi et moi

On se connait pas du tout

Jade


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, sebenarnya siapa atau apa “Jade” dalam lagu ini?

Apakah kalian melihat Jade sebagai seseorang yang terus menghantui masa lalu, sebuah perasaan yang sulit hilang, atau justru bagian dari diri sendiri?

Dan pernah nggak kalian mengalami sesuatu yang terus mengikuti pikiran kalian, padahal kalian sendiri bahkan nggak benar-benar tahu kenapa hal itu begitu sulit dilepaskan?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tahu, interpretasi kalian justru membuka makna lain dari lagu “Jade” yang belum gue lihat.


Tidak ada komentar: