Jumat, 08 Mei 2020

Makna Lagu Justin Bieber – E.T.A.

 
Justin Bieber - E.T.A. 

Tentang Penyanyi

Justin Bieber adalah penyanyi dan penulis lagu asal Kanada yang dikenal sebagai salah satu figur besar dalam musik pop modern.

Sepanjang kariernya, Justin Bieber banyak merilis lagu yang membahas hubungan, cinta, kerinduan, pencarian jati diri, dan berbagai pengalaman personal. Musiknya juga berkembang dari pop remaja menuju karya yang lebih dewasa dengan pengaruh R&B, soul, dan musik elektronik.

“E.T.A.” memperlihatkan sisi Justin Bieber yang lebih intim dan romantis. Lagu ini tidak terlalu berfokus pada drama hubungan, melainkan pada perasaan sederhana ketika seseorang sedang menunggu orang yang sangat dirindukannya.


Tentang Lagu

“E.T.A.” adalah singkatan dari Estimated Time of Arrival, atau perkiraan waktu kedatangan.

Dalam lagu ini, E.T.A. bukan sekadar pertanyaan tentang kapan seseorang tiba.

E.T.A. menjadi simbol dari penantian, rasa rindu, kecemasan, dan keinginan untuk mendapatkan kepastian.

Narator sedang menunggu seseorang yang sangat ingin ditemuinya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat.

Satu jam terasa seperti beberapa jam.

Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan berbagai cara, tetapi tetap saja pikirannya kembali kepada orang yang sedang ditunggu.

Sampai akhirnya, yang ingin ia dengar hanyalah:

“Kapan kamu sampai?”


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, “E.T.A.” adalah lagu tentang bagaimana rasa rindu bisa mengubah persepsi kita terhadap waktu.

Ketika kita sedang menunggu sesuatu yang tidak terlalu penting, waktu biasanya berjalan biasa saja.

Tapi ketika kita menunggu seseorang yang sangat kita rindukan, lima menit bisa terasa seperti setengah jam.

Itulah yang terjadi kepada narator.

Ia mencoba mengisi pikirannya agar tidak terlalu memikirkan orang tersebut. Bahkan suara pun digunakan untuk mengalihkan perhatian dari rasa membutuhkan.

Tetapi usaha tersebut tidak berhasil.

Karena masalah sebenarnya bukan kebosanan.

Masalahnya adalah rindu.

Semakin lama orang tersebut belum datang, semakin besar rasa gelisahnya.


Tema yang Dibahas

Waktu yang Terasa Berjalan Lambat

Salah satu tema paling jelas dalam lagu ini adalah perubahan persepsi terhadap waktu.

Narator merasa waktu seperti bergerak dalam slow motion.

Ia melihat jam dan merasa waktu sebelumnya berjalan sangat lama.

Menurut gue, ini adalah pengalaman yang sangat relatable.

Ketika kita menunggu seseorang yang kita cintai, kita menjadi terlalu sadar terhadap waktu.

Kita melihat jam.

Mengecek ponsel.

Melihat ke luar jendela.

Kemudian mengecek jam lagi.

Padahal baru beberapa menit berlalu.

Bukan waktunya yang benar-benar berubah.

Perasaan kita yang membuat waktu terasa berbeda.


Rasa Rindu yang Sulit Dialihkan

Narator mencoba mencari kesibukan supaya pikirannya tidak terus tertuju pada orang yang sedang ditunggu.

Tetapi semakin ia berusaha mengalihkan perhatian, semakin jelas bahwa orang tersebut memang memenuhi pikirannya.

Ini menunjukkan bahwa rindu tidak selalu bisa diselesaikan dengan kesibukan.

Kita bisa bekerja.

Menonton sesuatu.

Mendengarkan musik.

Bermain game.

Berbicara dengan orang lain.

Tetapi kalau hati sedang menunggu seseorang, pikiran tetap bisa kembali ke orang yang sama.


Menunggu Kepastian

Menurut gue, pertanyaan tentang E.T.A. sebenarnya bukan cuma pertanyaan tentang waktu.

Ada kebutuhan untuk mendapatkan kepastian.

“Kamu sudah sampai mana?”

“Kapan kamu datang?”

“Berapa lama lagi?”

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut bisa muncul karena kita ingin tahu kapan masa penantian berakhir.

Dan ketika seseorang mengatakan bahwa dirinya sudah dekat, rasa cemas perlahan berubah menjadi antisipasi.


Jarak yang Justru Memperkuat Perasaan

Ada bagian yang menggambarkan bahwa jarak justru membuat mereka semakin menyayangi satu sama lain.

Ini menarik karena biasanya jarak dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu hubungan.

Tetapi dalam konteks lagu ini, jarak justru memberikan ruang untuk merasakan betapa berharganya kehadiran seseorang.

Ketika orang tersebut tidak ada, kita semakin menyadari betapa kita menginginkan keberadaannya.

Kadang kita baru benar-benar menghargai sebuah kehadiran ketika kehadiran itu tidak bisa kita dapatkan setiap saat.


Antisipasi Sebelum Pertemuan

Lagu ini tidak hanya berbicara tentang rasa rindu.

Ada juga rasa bahagia yang muncul sebelum pertemuan terjadi.

Narator sudah membayangkan orang tersebut datang.

Ia bahkan membayangkan bagaimana rasanya ketika akhirnya bisa berada dekat dengannya.

Menurut gue, ini menunjukkan bahwa menunggu seseorang yang kita cintai bisa menjadi pengalaman emosional tersendiri.

Pertemuannya belum terjadi, tetapi pikiran kita sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan.


Rumah sebagai Tempat Pulang

Menjelang akhir lagu, fokusnya berpindah dari perjalanan menuju tempat tujuan.

Yang diinginkan narator sebenarnya sederhana:

berada dalam pelukan orang tersebut dan berada di tempat yang terasa nyaman bersama.

Tempat tidur dan ruang pribadi menjadi simbol kenyamanan.

Menurut gue, ini memperlihatkan bahwa tujuan sebenarnya bukan sekadar orang tersebut sampai di rumah.

Tujuannya adalah kembali merasa dekat.

Jadi, E.T.A. bukan hanya tentang perjalanan secara fisik.

Ada perjalanan emosional dari:

“Kapan kamu sampai?”

menuju:

“Akhirnya kamu di sini.”


Pendapat / Analisis

Menurut gue, kekuatan “E.T.A.” justru ada pada kesederhanaannya.

Lagu ini tidak membutuhkan konflik besar.

Tidak ada perselingkuhan.

Tidak ada perpisahan dramatis.

Tidak ada hubungan yang hancur.

Cuma ada seseorang yang sedang menunggu orang yang dia sayang.

Tapi dari hal sederhana itu, muncul banyak emosi.

Cemas.

Kangen.

Tidak sabar.

Bahagia.

Dan akhirnya lega.

Menurut gue, bagian paling relatable adalah ketika seseorang mulai memperhatikan waktu secara berlebihan.

Misalnya seseorang bilang:

“Gue lima menit lagi sampai.”

Buat orang lain, lima menit mungkin bukan apa-apa.

Tapi buat orang yang sedang menunggu, lima menit bisa terasa lama banget.

Apalagi ketika kita sudah melihat ke luar jendela berkali-kali, mengecek jalan, mengecek ponsel, lalu bertanya:

“Kok belum sampai juga?”

Buat gue, E.T.A. di lagu ini sebenarnya punya makna yang lebih emosional daripada sekadar perkiraan waktu kedatangan.

Kita bertanya tentang E.T.A. karena kita ingin tahu kapan rasa menunggu ini selesai.

Dan yang lebih menarik, narator sebenarnya tidak membutuhkan sesuatu yang mewah.

Dia hanya ingin orang tersebut datang.

Ingin berada dekat.

Ingin memeluk.

Ingin menghabiskan waktu bersama.

Ini membuat lagu tersebut terasa seperti gambaran tentang cinta yang sederhana.

Kadang ketika kita benar-benar menyayangi seseorang, yang kita inginkan bukan hadiah besar atau perjalanan ke tempat luar biasa.

Cukup:

“Cepat pulang.”

“Kapan sampai?”

“Gue tungguin.”

Dan ketika akhirnya orang itu tiba, seluruh penantian tadi terasa sepadan.

Menurut gue, lagu ini juga memperlihatkan bahwa rasa rindu bisa membuat seseorang menjadi sangat tidak sabar, tetapi sekaligus sangat bahagia.

Karena ada perbedaan antara menunggu sesuatu yang tidak pasti dengan menunggu seseorang yang kita tahu akan datang.

Yang satu membuat kita cemas.

Yang satu lagi membuat kita tidak sabar.

Dan “E.T.A.” lebih terasa seperti yang kedua.


Fakta Lagu yang Relevan

“E.T.A.” merupakan salah satu lagu Justin Bieber dalam album Changes, yang dirilis pada 2020.

Judul “E.T.A.” merujuk pada istilah Estimated Time of Arrival, yaitu perkiraan waktu seseorang atau sesuatu mencapai tujuan.

Dalam konteks lagu, istilah tersebut digunakan secara romantis untuk menggambarkan seseorang yang sedang menunggu pasangannya tiba.

Lagu ini menjadi bagian dari sisi romantis album “Changes”, yang banyak mengeksplorasi tema cinta, hubungan, kedekatan, dan kehidupan personal Justin Bieber.


Lirik Lagu

 [Verse 1]
Feels like time's moving in slow motion
Just trying to occupy my mind
 So that I don't go looney over you 
(Ooh-ooh)
 Just trying to amplify the sound
To drown out all of this need for you
 (You, ooh)
 Biting my nails, got me nervous, so anxious
See it's one o'clock now
Noon felt like three hours ago

[Chorus]
 I just wanna know your E.T.A., E.T.A.​
Out the window, got me looking out the street
What's your E.T.A.?
Distance only made us grow fonder
Of one another
 Be honest, what's your E.T.A.?
 What's your E.T.A.?

 [Verse 2]
Say you almost right here now
Just say you pulling up to my gate
Don't say the signal faded driving through the canyon
 Just hurry up for my sake
I was born ready for you
 Skin sweeter than cinnamon
 Eyes deeper than the ocean
Love me hard like, "Where you been?"
Love me like you don't want it to end

[Chorus]
 I just wanna know your E.T.A., E.T.A.​
Out the window, got me looking out the street
 What's your E.T.A.?
Distance only made us grow fonder
 Of one another
Be honest, what's your E.T.A.?
What's your E.T.A.?

[Outro]
 Before you gotta go
Oh-oh-oh-oh
Before you gotta go
 Drop a pin for me now
 So I can learn your location
Thank you, yes, you're less than five minutes away from me
 In your arms, rubbing on your face
Only place I wanna be In the bed, where we lay our head
 Only place I wanna be

Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, pernah nggak rasa kangen bikin waktu terasa lama banget berjalan?

Kalau seseorang yang kalian sayang bilang “lima menit lagi sampai”, apakah lima menit itu benar-benar terasa cuma lima menit? 😭

Dan menurut kalian, apakah jarak memang bisa membuat dua orang semakin menghargai satu sama lain, atau justru semakin menjauhkan?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar dan ikut berdiskusi di Pensil Karyaku.

 



Tidak ada komentar: