Jumat, 08 Mei 2020

Makna Lagu Allie X & Troye Sivan – Love Me Wrong


Allie X, Troye Sivan - Love Me Wrong 

Tentang Penyanyi

Allie X adalah penyanyi dan penulis lagu asal Kanada yang dikenal dengan musik pop yang eksperimental, atmosferik, dan sering mengeksplorasi sisi emosional manusia.

Sementara itu, Troye Sivan adalah penyanyi, penulis lagu, aktor, dan kreator asal Australia yang banyak dikenal lewat karya-karya pop dengan tema personal, hubungan, identitas, kerentanan, dan pengalaman emosional.

Kolaborasi keduanya dalam “Love Me Wrong” menghasilkan lagu yang terdengar lembut dan penuh kasih, tetapi menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks di baliknya.


Tentang Lagu

“Love Me Wrong” bercerita tentang seseorang yang menyadari bahwa dirinya memang dicintai, tetapi cara orang tersebut mencintainya justru terasa salah.

Ini yang membuat judul lagu tersebut menarik.

Bukan:

“You don't love me.”

Melainkan:

“You love me wrong.”

Artinya, masalahnya bukan tidak adanya kasih sayang.

Kasih sayang itu justru sangat jelas.

Ada seseorang yang merawat, memperhatikan, menganggap dirinya spesial, bahkan ingin memberikan yang terbaik.

Tetapi semua bentuk kasih sayang tersebut tidak selalu membuat orang yang menerimanya merasa benar-benar dipahami.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, “Love Me Wrong” adalah lagu tentang dicintai berdasarkan gambaran seseorang terhadap diri kita, bukan berdasarkan siapa diri kita sebenarnya.

Di awal lagu, narator menggambarkan berbagai bentuk kasih sayang yang diberikan kepadanya.

Ia dirawat, diperhatikan, dipuji, dianggap spesial, dan bahkan diperlakukan seolah-olah dirinya sangat berharga.

Secara permukaan, semuanya terlihat seperti cinta yang ideal.

Tapi kemudian muncul kalimat utama:

“You love me wrong.”

Menurut gue, ini bukan berarti semua yang dilakukan orang tersebut buruk.

Justru mungkin sebaliknya.

Orang itu benar-benar mencintainya.

Masalahnya adalah cara mencintainya tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh narator.


Dicintai, tetapi Tidak Dipahami

Ini menurut gue adalah inti terbesar lagu ini.

Seseorang bisa sangat menyayangi kita tetapi tetap tidak memahami kita.

Mereka mungkin memberikan apa yang menurut mereka terbaik.

Mereka mungkin berusaha menjaga kita.

Mereka mungkin bahkan rela mengorbankan banyak hal.

Tetapi kalau mereka mencintai versi diri kita yang ada di kepala mereka, bukan diri kita yang sebenarnya, cinta tersebut bisa terasa seperti tekanan.

Jadi, lagu ini membedakan dua hal:

mencintai seseorang

dan

memahami seseorang.

Keduanya tidak selalu berjalan bersamaan.


Tema yang Dibahas

Cinta yang Terasa Seperti Harapan

Ketika seseorang mengatakan bahwa kita spesial dan ingin memberikan yang terbaik, itu terdengar sangat positif.

Tetapi ada kemungkinan di baliknya terdapat ekspektasi.

Kita akhirnya merasa harus menjadi orang seperti yang mereka bayangkan.

Kalau mereka melihat kita sebagai seseorang yang kuat, kita merasa harus selalu kuat.

Kalau mereka melihat kita sebagai seseorang yang sempurna, kita takut menunjukkan sisi buruk.

Kalau mereka melihat kita sebagai seseorang yang harus berhasil, kegagalan bisa terasa seperti mengecewakan mereka.

Akhirnya, cinta yang awalnya terasa hangat bisa berubah menjadi tekanan.


Dicintai sebagai Sebuah “Proyek”

Menurut gue, lagu ini juga bisa dibaca sebagai cerita tentang ketika seseorang terlalu ingin memberikan yang terbaik sampai lupa bahwa orang yang dicintainya bukan proyek yang harus diperbaiki.

Ada perbedaan antara:

“Gue menerima lo apa adanya.”

dengan:

“Gue tahu apa yang terbaik buat lo.”

Kalimat kedua mungkin lahir dari rasa sayang.

Tapi kalau dilakukan terus-menerus, seseorang bisa merasa kehilangan hak untuk menentukan hidupnya sendiri.


Kenangan yang Tidak Sesuai dengan Kenyataan

Bagian akhir lagu menjadi sangat penting.

Narator mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi seperti bagaimana orang tersebut mengingatnya.

Menurut gue, ini adalah gambaran tentang bagaimana kenangan bisa mengubah seseorang menjadi versi yang tidak lagi nyata.

Seseorang mungkin mengingat kita sebagai sosok tertentu.

Mereka mengingat masa ketika kita masih dekat.

Mereka mengingat kebaikan kita.

Mereka mengingat versi kita yang mereka cintai.

Tetapi manusia berubah.

Kita tumbuh.

Kita mengalami sesuatu.

Kita membuat kesalahan.

Kita menjadi orang yang berbeda.

Jadi ketika seseorang terus mencintai versi lama kita, cinta itu akhirnya diarahkan kepada sebuah kenangan, bukan kepada diri kita yang sekarang.


Lebih Baik Menjadi Kenangan

Menurut gue, bagian “I'd rather be in your memory” merupakan salah satu bagian paling menyakitkan dari lagu ini.

Narator seolah mengatakan:

“Kalau gue memang tidak akan pernah bisa menjadi seperti yang lo ingat, lebih baik gue tetap tinggal sebagai kenangan.”

Ini bukan sekadar ingin dilupakan.

Justru sebaliknya.

Ia memilih untuk tetap hidup dalam ingatan orang tersebut daripada harus terus berusaha memenuhi gambaran yang sudah tidak sesuai dengan dirinya.

Ada kesedihan sekaligus penerimaan di dalamnya.


Cinta yang Tidak Selalu Sehat Hanya karena Niatnya Baik

Lagu ini juga menurut gue menunjukkan bahwa niat baik tidak otomatis membuat sebuah hubungan menjadi sehat.

Seseorang bisa benar-benar sayang.

Bisa benar-benar peduli.

Bisa benar-benar ingin memberikan yang terbaik.

Tetapi cara mereka mencintai tetap bisa membuat orang lain merasa tidak bebas menjadi dirinya sendiri.

Ini penting karena kadang kita menilai sebuah hubungan hanya dari pertanyaan:

“Dia sayang nggak sama gue?”

Padahal ada pertanyaan lain yang sama pentingnya:

“Cara dia menyayangi gue membuat gue merasa seperti diri gue sendiri atau tidak?”


Membicarakan Seseorang Tanpa Benar-Benar Mendengarkannya

Ada bagian ketika narator mendengar orang lain membicarakannya tanpa mengetahui bahwa ia sedang mendengarkan.

Detail ini menurut gue sangat kuat.

Karena narator akhirnya mengetahui bagaimana dirinya dilihat oleh orang tersebut ketika dirinya tidak ada di dalam percakapan.

Dan ternyata, gambaran tentang dirinya sudah terbentuk di kepala orang lain.

Di sinilah muncul rasa tidak adil.

“That isn't fair.”

Karena bagaimana seseorang bisa menentukan siapa diri kita kalau mereka bahkan tidak benar-benar mendengarkan kita?


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Love Me Wrong” adalah salah satu lagu yang menarik karena tidak menjadikan cinta sebagai sesuatu yang hitam dan putih.

Biasanya kalau sebuah lagu bercerita tentang hubungan yang menyakitkan, gampang untuk mengatakan:

“Berarti dia nggak sayang.”

Tapi di lagu ini justru bukan itu masalahnya.

Dia sayang.

Dia peduli.

Dia memperhatikan.

Dia ingin memberikan yang terbaik.

Tetapi tetap saja, ada sesuatu yang salah.

Menurut gue, ini sangat realistis dalam hubungan manusia.

Kadang seseorang bisa mencintai kita dengan seluruh kemampuannya, tetapi kemampuan mereka dalam mencintai belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita.

Dan menurut gue, itu bukan berarti salah satu pihak selalu jahat.

Kadang memang ada bentuk kasih sayang yang tidak cocok.

Yang paling gue suka justru bagian ketika narator mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi seperti bagaimana orang tersebut mengingatnya.

Karena manusia sering melakukan hal yang sama.

Kita suka menyimpan seseorang dalam bentuk kenangan.

Kita mengingat dia ketika masih baik.

Kita mengingat bagaimana dia dulu memperlakukan kita.

Kita mengingat versi dirinya yang membuat kita bahagia.

Kemudian ketika orang tersebut berubah, kita merasa kecewa.

Padahal mungkin yang sebenarnya kita cintai adalah versi masa lalu dari orang tersebut.

Menurut gue, ini berlaku bukan cuma untuk hubungan romantis.

Bisa terjadi antara anak dan orang tua.

Bisa terjadi dalam persahabatan.

Bisa juga terjadi antara seseorang dengan keluarganya.

Ada kalanya orang-orang terdekat mencintai kita berdasarkan versi diri kita yang mereka kenal sejak dulu.

Ketika kita berubah, mereka mungkin kesulitan menerima perubahan itu.

Dan akhirnya muncul konflik:

“Lo bilang sayang sama gue, tapi kenapa gue merasa nggak bisa menjadi diri gue sendiri di depan lo?”

Buat gue, itulah makna paling dalam dari “Love Me Wrong”.

Cinta bukan cuma tentang seberapa besar seseorang menyayangi kita.

Tetapi juga tentang apakah mereka mampu melihat kita sebagai manusia yang terus berubah.

Karena kalau seseorang hanya mencintai versi kita yang mereka inginkan, mungkin mereka memang mencintai kita.

Tetapi mereka belum tentu benar-benar mengenal kita.


Fakta Lagu yang Relevan

“Love Me Wrong” merupakan kolaborasi Allie X dan Troye Sivan yang dirilis pada 2019 dan kemudian masuk dalam album Allie X “Cape God”.

Lagu ini dikenal dengan pendekatan pop yang atmosferik dan emosional, dengan tema hubungan yang kompleks serta kasih sayang yang tidak sepenuhnya terasa sehat atau sesuai.

Kolaborasi Allie X dan Troye Sivan juga memperkuat nuansa personal lagu karena keduanya membawa karakter vokal yang cukup berbeda tetapi saling melengkapi.


Lirik Lagu

[Verse 1: Allie X]
Oh, you love me
 You put me to bed
Yeah, you love me
Dress me to the nines
Yeah, you love me
You tell me I'm special, so specia
l I know you love me
 'Cause you want the best

 [Chorus: Allie X]
 But you love me wrong
Yeah, you love me wrong

 [Verse 2: Troye Sivan]
Oh, you love me
You lose sleep over me
 I know you love me
 'Cause I'm there in your wallet
And your locket I heard you talk about me in the kitchen
You didn't know I was listening
But I was there, sitting on the stairs
Talk about me in the kitchen
You didn't know I was listening
 But I was there, and that isn't fair

[Chorus: Allie X & Troye Sivan, Troye Sivan]
 Wrong
 Yeah, you love me wrong
Yeah, you love me wrong
Yeah, you love me wrong
Yeah, you love me wrong
Yeah, you love me wrong
 You love me wrong

[Outro: Allie X & Troye Sivan]
 I'll never be how you remember me
 So I'd rather be in your memory
No, I'll never be how you remember me
So I'd rather be in your memory

Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah seseorang bisa benar-benar mencintai kita tetapi tetap “mencintai kita dengan cara yang salah”?

Pernah nggak kalian merasa seseorang terlalu mencintai versi diri kalian yang dulu, sampai mereka sulit menerima diri kalian yang sekarang?

Dan menurut kalian, mana yang lebih penting dalam sebuah hubungan: dicintai dengan sangat besar, atau dipahami dengan benar?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar dan ikut berdiskusi di Pensil Karyaku.


Tidak ada komentar: