Jumat, 08 Mei 2020

Makna Lagu Julia Michaels – Worst In Me


Julia Michaels - Worst In Me 

Tentang Penyanyi

Julia Michaels adalah penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang dikenal lewat lagu-lagu dengan tema hubungan, kerentanan emosional, kecemasan, konflik batin, dan pengalaman pribadi.

Julia Michaels memiliki gaya penulisan yang cukup jujur dan sering kali tidak menggambarkan hubungan secara hitam-putih. Tokoh dalam lagunya bisa mencintai seseorang sekaligus merasa kesal, takut, bingung, atau bahkan sadar bahwa dirinya sendiri ikut menjadi bagian dari masalah.

Pendekatan seperti inilah yang terasa kuat dalam “Worst In Me.”


Tentang Lagu

“Worst In Me” menggambarkan sebuah hubungan yang sebenarnya masih memiliki kemungkinan untuk berhasil, tetapi kedua orang di dalamnya sudah terlalu terbiasa dengan konflik dan rasa kesal.

Yang menarik, masalahnya bukan karena mereka sama sekali tidak cocok.

Justru sebaliknya.

Mereka tahu bahwa hubungan tersebut mungkin bisa berhasil.

Mereka tahu masih ada cinta.

Mereka tahu masalah yang ada sebenarnya bisa diperbaiki.

Tetapi ada bagian dari diri mereka yang seperti tidak ingin memperbaikinya.

Judul “Worst In Me” sendiri menjadi inti dari lagu ini.

Ada sisi terbaik dalam diri seseorang yang masih ingin mencintai dan mempertahankan hubungan, tetapi ada juga sisi terburuk yang membawa rasa kesal, ego, luka lama, dan keengganan untuk kembali berusaha.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut gue, lagu ini menggambarkan hubungan yang sudah masuk ke fase di mana cinta masih ada, tetapi kebiasaan buruk dalam hubungan juga sudah mengakar.

Di awal lagu, tokohnya mengingat masa ketika mereka masih bisa benar-benar bahagia atas kebahagiaan satu sama lain.

Dulu, pasangan bisa pergi bersama teman lawan jenis tanpa langsung menimbulkan masalah.

Dulu, keberhasilan pasangan bisa dirayakan tanpa merasa tersaingi atau melewati batas.

Tetapi sekarang semuanya berubah.

Ada rasa tidak percaya.

Ada resentment.

Ada hal-hal kecil yang mulai mengganggu.

Dan semakin lama, kedua orang tersebut seperti kehilangan kemampuan untuk melihat satu sama lain dengan cara yang sama seperti dulu.

Menurut gue, perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan tidak selalu rusak karena satu kejadian besar.

Kadang hubungan rusak karena hal-hal kecil yang terus menumpuk dan tidak pernah benar-benar diselesaikan.

Masalah kecil yang dibiarkan akhirnya berubah menjadi rasa kesal.

Rasa kesal berubah menjadi resentment.

Dan resentment membuat hal kecil sekalipun terasa menjengkelkan.

Sampai akhirnya, keberadaan pasangan sendiri bisa terasa seperti pemicu emosi.


Hal yang paling menarik buat gue adalah bagian ketika mereka seperti takut hubungan mereka menjadi baik.

Ini terdengar aneh.

Bukankah seharusnya orang yang sedang berkonflik ingin hubungannya membaik?

Tapi menurut gue, ada situasi ketika seseorang sudah terlalu lama hidup dalam konflik sampai keadaan buruk terasa lebih familiar daripada keadaan baik.

Mereka sudah tahu bagaimana cara bertengkar.

Sudah tahu bagaimana cara saling menyalahkan.

Sudah tahu bagaimana cara menjauh.

Tetapi mereka mungkin tidak lagi tahu bagaimana cara kembali dekat tanpa membawa semua luka lama.

Jadi ketika hubungan mulai membaik, justru muncul ketakutan.

Karena kalau mereka benar-benar mencoba lagi dan gagal, rasa sakitnya mungkin akan terasa lebih besar.


Bagian “worst in me” juga menurut gue sangat penting.

Tokoh dalam lagu ini tidak sepenuhnya menyalahkan pasangannya.

Dia justru mengakui bahwa mungkin sisi terburuk dalam dirinya sendiri ikut mengeluarkan sisi terburuk dari pasangannya.

Ini membuat konfliknya terasa lebih dewasa.

Karena dalam hubungan, kita sering melihat masalah sebagai:

“Dia yang bikin gue berubah.”

Padahal bisa saja yang terjadi adalah sebuah siklus.

Seseorang bersikap defensif → pasangannya ikut defensif → orang pertama merasa tidak dimengerti → semakin kasar atau dingin → pasangannya membalas → konflik semakin besar.

Akhirnya kedua orang tersebut sama-sama bertanya:

“Kenapa dia sekarang jadi seperti ini?”

Padahal mungkin mereka berdua sedang saling memantulkan luka masing-masing.


Tema yang Dibahas

Cinta yang Masih Ada, Tetapi Hubungan Sudah Terluka

Menurut gue, lagu ini bukan lagu tentang berhenti mencintai.

Justru cinta masih sangat jelas terasa.

Masalahnya adalah cinta tersebut tidak otomatis menyelesaikan semua masalah.

Dua orang bisa saling mencintai tetapi tetap memiliki pola komunikasi yang buruk.

Bisa saling mencintai tetapi masih menyimpan dendam.

Bisa saling mencintai tetapi terlalu lelah untuk kembali berusaha.

Dan ini salah satu hal paling realistis dalam lagu tersebut.


Resentment yang Menumpuk

Resentment atau rasa kesal yang dipendam menjadi salah satu tema terbesar.

Ketika seseorang sudah terlalu lama menyimpan rasa sakit, hal kecil dari pasangan bisa terasa jauh lebih besar daripada seharusnya.

Bukan karena hal kecil itu benar-benar sangat menyakitkan.

Tetapi karena hal tersebut datang di atas tumpukan masalah lama.

Makanya ada kesan bahwa apa pun yang dilakukan pasangan sudah tidak memiliki efek yang sama seperti dulu.

Hubungan tersebut sudah terlalu lama hidup dalam ketegangan.


Saling Mengeluarkan Sisi Terburuk

Judul lagu ini bisa dibaca sebagai pengakuan bahwa dua orang tersebut tidak hanya memiliki masalah dengan pasangannya.

Mereka juga punya masalah dengan versi diri mereka ketika berada di dalam hubungan tersebut.

Ada orang yang sebenarnya penyayang, tetapi menjadi posesif ketika merasa tidak aman.

Ada orang yang sebenarnya sabar, tetapi menjadi dingin setelah terlalu sering kecewa.

Ada orang yang sebenarnya ingin memperbaiki hubungan, tetapi memilih menyerang lebih dulu karena takut disakiti.

Dalam kondisi tertentu, hubungan bisa membuat sisi buruk seseorang muncul ke permukaan.


Takut Memulai Perbaikan

Ada sesuatu yang menarik dari pengakuan bahwa mereka sebenarnya tahu masalah tersebut bisa diperbaiki.

Artinya, mereka bukan tidak tahu apa yang salah.

Mereka mungkin tahu.

Tetapi mengetahui masalah dan mau mengerjakannya adalah dua hal yang berbeda.

Kadang kita tahu harus meminta maaf.

Tahu harus berbicara.

Tahu harus berhenti mengungkit masa lalu.

Tahu harus belajar percaya lagi.

Tetapi ego membuat kita berkata:

“Kenapa harus gue yang mulai?”

Dan hubungan akhirnya tetap berada di tempat yang sama.


Janji yang Bersyarat

Menjelang akhir lagu ada kesan bahwa tokoh tersebut masih ingin memperbaiki hubungan, tetapi dengan syarat:

“Kalau lo nggak menyakiti gue, gue juga nggak akan menyakiti lo.”

Menurut gue, ini menunjukkan bahwa kepercayaan mereka sudah sangat rapuh.

Mereka masih ingin bersama, tetapi belum sepenuhnya merasa aman.

Jadi hubungan tidak lagi hanya membutuhkan cinta.

Mereka membutuhkan bukti bahwa masing-masing orang benar-benar bersedia berhenti mengulangi kesalahan yang sama.


Pertarungan antara Sisi Terbaik dan Terburuk

Ini mungkin tema yang paling sesuai dengan judulnya.

Ada best in me yang ingin mencintai.

Tetapi ada juga worst in me yang tidak ingin berusaha.

Dan menurut gue, pertarungan ini sebenarnya terjadi dalam banyak hubungan.

Kita bisa ingin memeluk seseorang sekaligus ingin menjauh darinya.

Bisa ingin mempertahankan hubungan sekaligus merasa lelah.

Bisa masih mencintai seseorang tetapi tidak lagi suka dengan cara hubungan itu berjalan.

Perasaan manusia memang bisa kontradiktif seperti itu.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Worst In Me” bukan sekadar lagu tentang hubungan yang bermasalah. Lagu ini lebih dalam karena membahas bagaimana dua orang bisa saling mencintai tetapi sekaligus saling memperburuk keadaan.

Dan bagian yang paling gue suka adalah kesadaran bahwa mungkin bukan cuma pasangan yang menjadi masalah.

“Worst in me” bisa berarti sisi buruk dalam diri kita sendiri yang muncul ketika berhadapan dengan orang tertentu.

Kadang kita terlalu cepat mengatakan:

“Gue jadi begini karena dia.”

Padahal mungkin kita juga punya tanggung jawab atas bagaimana hubungan tersebut berkembang.

Bisa jadi pasangan memang melakukan kesalahan.

Tapi pertanyaannya kemudian:

Setelah kita terluka, apakah kita memilih memperbaikinya atau justru menggunakan luka tersebut sebagai alasan untuk terus menyakiti balik?

Menurut gue, di situlah konflik sebenarnya berada.

Yang lebih menyedihkan lagi, mereka tahu bahwa hubungan tersebut sebenarnya masih mungkin berhasil.

Jadi masalahnya bukan tidak ada kesempatan.

Kesempatannya ada.

Cintanya mungkin masih ada.

Potensi untuk memperbaiki juga ada.

Tetapi mereka sudah terlalu terbiasa dengan rasa sakit.

Dan menurut gue, ini sesuatu yang sering terjadi dalam hubungan.

Kita bisa sampai pada titik ketika berkonflik terasa lebih mudah daripada memperbaiki.

Karena memperbaiki membutuhkan kerendahan hati.

Harus mengakui kesalahan.

Harus berhenti menggunakan masa lalu sebagai senjata.

Harus belajar percaya lagi.

Dan yang paling sulit, harus berani menjadi orang yang memulai perubahan meskipun belum mendapat jaminan bahwa pasangan akan melakukan hal yang sama.

Tapi gue juga nggak menganggap lagu ini sebagai pesan bahwa setiap hubungan harus dipertahankan.

Karena ada perbedaan antara hubungan yang sedang terluka dan hubungan yang memang sudah tidak sehat untuk diteruskan.

Kalau dua orang masih mau belajar, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan memperbaiki pola yang salah, hubungan mungkin masih bisa diselamatkan.

Tapi kalau hanya satu orang yang terus berusaha sementara yang lain terus mengulangi luka yang sama, cinta saja mungkin nggak cukup.

Menurut gue, mencintai seseorang juga berarti berani bertanya:

“Apakah hubungan ini membuat kita menjadi versi yang lebih baik, atau justru terus mengeluarkan sisi terburuk dari kita?”


Fakta Lagu yang Relevan

“Worst In Me” merupakan lagu yang dibawakan oleh Julia Michaels dan termasuk dalam album debutnya, Nervous System, yang dirilis pada 2017.

Lagu ini sejalan dengan karakter penulisan Julia Michaels yang banyak mengeksplorasi hubungan secara personal dan emosional, termasuk kontradiksi antara apa yang kita rasakan dan bagaimana kita bertindak.

Judulnya sendiri menjadi sangat relevan dengan isi lagu karena konflik utamanya bukan hanya tentang “kamu” dan “aku”, tetapi tentang bagaimana hubungan tersebut membuat kedua pihak mengeluarkan sisi terbaik sekaligus sisi terburuk mereka.


Lirik Lagu

 [Verse 1]
Yeah Remember when I used to be happy for you?
You could go out with your female friends and I'd be totally fine
Remember when you used to be happy for me?
You'd celebrate all my success without crossing a line

 [Pre-Chorus]
Now, it's like we're scared of getting good
 'Cause we know the truth is that we could
Yeah, we know that we might actually work
And the truth is that we could

[Chorus]
 But maybe it's the worst in me
That's bringing out the worst in you
 I know we can fix these kinks
 But the worst in me doesn't want to work on things
But the best of me wants to love you
But the worst in me doesn't want to
 Ah ah ah ah ah
Ah ah ah ah ah
Ah ah ah ah ah

[Verse 2]
 It's almost like I've gotten so used to resentment
That every annoying little thing you say has lost its effect
 It's almost like it's made you a little bit bitter
When I don't always react the way you expect

[Pre-Chorus]
 It's like we're scared of getting good
'Cause we know the truth is that we could
 Yeah, we know that we might actually work
 And the truth is that we could


 [Chorus]
 But maybe it's the worst in me
That's bringing out the worst in you
 I know we can fix these kinks
But the worst in me doesn't want to work on things
 But the best of me wants to love you
But the worst in me doesn't want to

[Bridge]
 I won't hurt you again
If you won't, if you won't
But, baby, I won't lose you again
 If you won't, if you won't
Remember when I used to be happy for you?

 [Chorus]
But maybe it's the worst in me (worst in me)
That's bringing out the worst in you
I know we can fix these kinks
 But the worst in me doesn't want to work on things
But the best of me wants to love you, I really want to
But the worst in me doesn't want to
Ah ah ah ah ah
(Really doesn't want to)
Ah ah ah ah ah
Ah ah ah ah ah
 (The worst in me doesn't want to)
 Ah ah ah ah ah
 Ah ah ah ah ah (Oh)
Ah ah ah ah ah
(The worst in me doesn't want to)

Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah dua orang yang masih saling mencintai tetapi terus mengeluarkan sisi terburuk masing-masing masih layak memperjuangkan hubungan tersebut?

Atau justru cinta saja nggak cukup kalau hubungan tersebut sudah terlalu banyak menyimpan resentment dan luka?

Dan kalau kalian berada di posisi tokoh dalam lagu ini, kalian akan memilih memperbaiki hubungan atau melepaskannya sebelum semakin saling menyakiti?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tahu sudut pandang kalian bisa membuat orang lain melihat hubungan mereka dari perspektif yang berbeda.

Tidak ada komentar: