Tentang
Penyanyi
Post Malone
adalah penyanyi, rapper, penulis lagu, dan produser musik asal Amerika Serikat
yang dikenal dengan gaya musik yang memadukan hip-hop, pop, rock, dan elemen
R&B.
Nama Post
Malone mulai dikenal luas lewat lagu “White Iverson”, kemudian semakin
besar melalui berbagai lagu seperti “Congratulations”, “Rockstar”, “Better
Now”, dan “Circles”. Salah satu ciri khas musiknya adalah kemampuannya
membawakan tema yang cukup emosional dengan gaya yang terdengar santai dan
mudah diterima.
Di balik
musiknya yang sering terdengar catchy, Post Malone cukup sering membawa tema
tentang hubungan, kesepian, perubahan perasaan, penyesalan, dan konflik
emosional.
Tentang
Lagu
“Circles” merupakan salah satu lagu
Post Malone yang membahas hubungan yang sudah tidak sehat tetapi sulit
benar-benar diakhiri.
Sekilas,
lagu ini terdengar seperti lagu pop yang ringan karena melodinya cukup santai.
Namun kalau diperhatikan dari liriknya, ceritanya justru cukup pahit.
Hubungan
dalam lagu ini sudah mengalami perubahan. Perasaan yang dahulu mungkin terasa
hangat perlahan menjadi dingin, tetapi kedua orang di dalam hubungan tersebut
tetap tidak benar-benar bisa melepaskan satu sama lain.
Mereka
mencoba menjauh, tetapi akhirnya kembali lagi ke masalah yang sama.
Itulah
kenapa kata “circles” menjadi gambaran yang sangat kuat dalam lagu ini:
mereka terus bergerak, tetapi sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi ke
mana-mana.
Makna /
Interpretasi Lagu
Menurut gue,
“Circles” bukan sekadar lagu tentang putus cinta, tetapi tentang hubungan
yang terjebak dalam pola yang terus berulang.
Ada hubungan
yang sebenarnya sudah sama-sama tahu bahwa hubungan tersebut tidak berjalan
baik. Masalahnya, mengetahui bahwa sesuatu harus berakhir tidak selalu berarti
kita punya keberanian untuk benar-benar mengakhirinya.
Di awal
lagu, terasa adanya pengakuan bahwa hubungan tersebut sudah berada di titik
yang sulit dipertahankan. Mereka bahkan seperti sudah terlalu jauh masuk ke
dalam konflik sampai akhirnya sama-sama berada dalam posisi yang defensif.
Ada juga
kesan bahwa si tokoh dalam lagu menyadari dirinya tidak selalu hadir ketika
pasangannya membutuhkan dirinya. Dia mengakui bahwa meskipun pernah mencoba,
tetap ada bagian dirinya yang tidak mampu memberikan apa yang dibutuhkan dalam
hubungan tersebut.
Namun
masalahnya bukan hanya siapa yang salah.
Keduanya
seperti sama-sama memiliki kontribusi terhadap hubungan yang semakin rusak.
“Seasons
change”
Perubahan
musim menjadi metafora yang menarik.
Musim memang
selalu berubah. Begitu juga dengan perasaan manusia.
Sesuatu yang
dulu hangat bisa menjadi dingin. Hubungan yang dulu penuh perhatian bisa
berubah menjadi hubungan yang hanya dipenuhi kebiasaan, konflik, atau bahkan
rasa terpaksa untuk tetap bertahan.
Menurut gue,
bagian ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan berakhir karena satu kejadian
besar.
Kadang
hubungan berakhir karena perubahan kecil yang terjadi terus-menerus.
Perasaan
berubah.
Cara
memperlakukan pasangan berubah.
Prioritas
berubah.
Sampai
akhirnya hubungan yang dulu terasa hidup menjadi sesuatu yang dingin.
“Run
away, but we're running in circles”
Ini mungkin
bagian paling penting dari lagu tersebut.
Mereka ingin
pergi.
Mereka ingin
menjauh.
Tetapi
setiap kali mencoba melarikan diri, mereka justru kembali ke titik yang sama.
Menurut gue,
ini menggambarkan hubungan yang memiliki pola seperti:
bertengkar
→ menjauh → rindu → kembali → mencoba memperbaiki → bertengkar lagi.
Siklus
tersebut terus berulang.
Yang
membuatnya menyakitkan adalah kedua orang tersebut sebenarnya sudah mengetahui
polanya.
Mereka tahu
akhirnya akan kembali bertengkar.
Mereka tahu
hubungan itu sudah tidak seperti dulu.
Tetapi tetap
saja mereka sulit berhenti.
Sulit
melepaskan sesuatu yang sudah tidak baik
Bagian
ketika tokoh mulai mengatakan bahwa sudah waktunya melepaskan menunjukkan
adanya kesadaran.
Dia
sebenarnya sudah memiliki perasaan bahwa hubungan tersebut sejak awal memang
tidak akan berjalan dengan baik.
Namun
kesadaran itu datang bersamaan dengan kenyataan bahwa pihak lain mungkin
memiliki pandangan yang berbeda.
Satu orang
menganggap hubungan tersebut spesial.
Sementara
yang lain mulai mempertanyakan apakah hubungan itu memang benar-benar dibangun
dari perasaan yang sama.
Di sinilah
hubungan tersebut semakin terasa kosong.
Bukan karena
tidak pernah ada perasaan, tetapi karena definisi hubungan mereka mungkin sudah
berbeda.
Tema yang
Dibahas
Hubungan
yang Terjebak dalam Siklus
Tema
terbesar lagu ini adalah hubungan yang terus mengulang masalah yang sama.
Keduanya
mencoba mencari jalan keluar, tetapi tidak pernah benar-benar menyelesaikan
akar masalah.
Akhirnya
mereka hanya berputar di tempat.
Perasaan
yang Berubah
Lagu ini
juga membahas bagaimana cinta bisa berubah seiring waktu.
Hubungan
yang awalnya hangat tidak selalu akan bertahan dalam kondisi yang sama.
Perubahan
perasaan bukan sesuatu yang selalu bisa dipaksakan untuk berhenti.
Sulit
Melepaskan
Mengetahui
bahwa hubungan sudah tidak sehat ternyata tidak otomatis membuat seseorang bisa
pergi.
Kadang kita
tetap bertahan karena kenangan, kebiasaan, rasa nyaman, atau karena masih
berharap pasangan akan berubah.
Saling
Menunggu untuk Mengambil Keputusan
Ada kesan
bahwa kedua pihak sama-sama menunggu.
Salah satu
menunggu yang lain melakukan sesuatu agar keputusan akhir tidak sepenuhnya
menjadi tanggung jawabnya.
Ini membuat
hubungan semakin lama semakin melelahkan.
Menolak
Mengambil Kesalahan Sendiri
Ada bagian
lagu yang memperlihatkan bagaimana seseorang bisa menunggu tindakan dari
pasangannya agar dirinya tidak menjadi pihak yang disalahkan.
Menurut gue,
ini menarik karena menunjukkan bahwa konflik hubungan tidak selalu hanya soal
siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kadang
dua-duanya terlalu sibuk mempertahankan posisi masing-masing.
Hubungan
yang Tidak Lagi Dibangun dari Kedekatan Emosional
Ketika tokoh
dalam lagu mempertanyakan apakah hubungan mereka benar-benar spesial atau hanya
didorong oleh ketertarikan fisik, muncul pertanyaan yang lebih besar:
Apakah
mereka masih mencintai satu sama lain, atau hanya belum terbiasa kehilangan
satu sama lain?
Ini menjadi
salah satu bagian paling pahit dari lagu tersebut.
Pendapat
/ Analisis
Menurut gue,
“Circles” adalah lagu tentang hubungan yang sebenarnya sudah tahu kapan
harus selesai, tetapi tetap saja sulit berhenti.
Yang menarik
adalah lagu ini tidak menggambarkan satu pihak sebagai orang jahat dan pihak
lainnya sebagai korban.
Justru
keduanya terlihat sama-sama terjebak.
Mereka
sama-sama ingin pergi, tetapi sama-sama masih memiliki sesuatu yang membuat
mereka kembali.
Dan menurut
gue, ini cukup realistis.
Dalam
kehidupan nyata, ada hubungan yang bukan berakhir karena sudah tidak ada
perasaan sama sekali. Kadang hubungan berakhir karena perasaan yang tersisa
sudah tidak cukup untuk membuat hubungan tersebut sehat.
Ini yang
menurut gue paling penting dari konsep “running in circles.”
Bergerak
bukan berarti maju.
Kita bisa
terus melakukan sesuatu, terus mencoba memperbaiki hubungan, terus kembali
setelah bertengkar, bahkan terus mengatakan bahwa kita masih peduli.
Tapi kalau
masalah yang sama selalu kembali muncul, sebenarnya kita tidak sedang bergerak
maju.
Kita cuma
berputar.
Menurut gue,
bagian paling sulit dari hubungan seperti ini adalah membedakan antara memperjuangkan
hubungan dan takut kehilangan hubungan.
Karena dua
hal tersebut kelihatannya mirip, padahal sebenarnya berbeda.
Memperjuangkan
hubungan berarti ada usaha untuk mengubah sesuatu.
Sementara
takut kehilangan kadang hanya membuat kita terus mempertahankan sesuatu yang
sebenarnya sudah tidak berjalan.
Dan mungkin
itulah kenapa lagu ini terasa relatable.
Ada hubungan
yang kita pertahankan bukan karena masih bahagia, tetapi karena kita takut
membayangkan hidup setelah hubungan tersebut benar-benar berakhir.
Fakta
Lagu yang Relevan
- “Circles” merupakan lagu Post
Malone yang dirilis pada 2019 dan menjadi bagian dari albumnya Hollywood's
Bleeding.
- Lagu ini memiliki
karakter musik yang cukup ringan dan catchy, tetapi membawa tema hubungan
yang penuh konflik dan sulit berakhir.
- “Circles” menjadi
salah satu lagu Post Malone yang sangat populer dan dikenal luas karena
perpaduan antara musik pop dengan karakter vokal khasnya.
- Konsep utama lagu
dibangun melalui metafora berputar dalam lingkaran, yaitu dua orang
yang terus mencoba menjauh tetapi kembali menghadapi masalah yang sama.
- Salah satu kekuatan
lagu ini adalah kontras antara musik yang terdengar santai dengan isi
cerita yang sebenarnya cukup emosional.
Lirik
Lagu
Tentang
Pensil Karyaku
Pensil
Karyaku
hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang
mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.
Lewat setiap
tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi
juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang
mungkin terkandung di dalamnya.
Karena
terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.
Yuk, Ikut
Berdiskusi
Menurut
kalian, apakah “Circles” lebih cocok dimaknai sebagai lagu tentang cinta
yang sudah berakhir, atau tentang dua orang yang sebenarnya masih saling
membutuhkan tetapi tidak lagi bisa menjalani hubungan dengan sehat?
Pernah nggak
kalian berada dalam hubungan yang rasanya seperti “running in circles”—berulang
kali bertengkar, menjauh, lalu kembali lagi ke masalah yang sama?
Dan menurut
kalian, kapan seseorang harus berhenti memperjuangkan hubungan dan mulai
belajar untuk melepaskannya?
Coba tulis
pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman atau sudut pandang
kalian justru bisa memberikan interpretasi lain terhadap lagu ini.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar