Jumat, 08 Mei 2020

Makna Lagu Post Malone – Circles


Post Malone - Circles

Tentang Penyanyi

Post Malone adalah penyanyi, rapper, penulis lagu, dan produser musik asal Amerika Serikat yang dikenal dengan gaya musik yang memadukan hip-hop, pop, rock, dan elemen R&B.

Nama Post Malone mulai dikenal luas lewat lagu “White Iverson”, kemudian semakin besar melalui berbagai lagu seperti “Congratulations”, “Rockstar”, “Better Now”, dan “Circles”. Salah satu ciri khas musiknya adalah kemampuannya membawakan tema yang cukup emosional dengan gaya yang terdengar santai dan mudah diterima.

Di balik musiknya yang sering terdengar catchy, Post Malone cukup sering membawa tema tentang hubungan, kesepian, perubahan perasaan, penyesalan, dan konflik emosional.


Tentang Lagu

“Circles” merupakan salah satu lagu Post Malone yang membahas hubungan yang sudah tidak sehat tetapi sulit benar-benar diakhiri.

Sekilas, lagu ini terdengar seperti lagu pop yang ringan karena melodinya cukup santai. Namun kalau diperhatikan dari liriknya, ceritanya justru cukup pahit.

Hubungan dalam lagu ini sudah mengalami perubahan. Perasaan yang dahulu mungkin terasa hangat perlahan menjadi dingin, tetapi kedua orang di dalam hubungan tersebut tetap tidak benar-benar bisa melepaskan satu sama lain.

Mereka mencoba menjauh, tetapi akhirnya kembali lagi ke masalah yang sama.

Itulah kenapa kata “circles” menjadi gambaran yang sangat kuat dalam lagu ini: mereka terus bergerak, tetapi sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi ke mana-mana.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut gue, “Circles” bukan sekadar lagu tentang putus cinta, tetapi tentang hubungan yang terjebak dalam pola yang terus berulang.

Ada hubungan yang sebenarnya sudah sama-sama tahu bahwa hubungan tersebut tidak berjalan baik. Masalahnya, mengetahui bahwa sesuatu harus berakhir tidak selalu berarti kita punya keberanian untuk benar-benar mengakhirinya.

Di awal lagu, terasa adanya pengakuan bahwa hubungan tersebut sudah berada di titik yang sulit dipertahankan. Mereka bahkan seperti sudah terlalu jauh masuk ke dalam konflik sampai akhirnya sama-sama berada dalam posisi yang defensif.

Ada juga kesan bahwa si tokoh dalam lagu menyadari dirinya tidak selalu hadir ketika pasangannya membutuhkan dirinya. Dia mengakui bahwa meskipun pernah mencoba, tetap ada bagian dirinya yang tidak mampu memberikan apa yang dibutuhkan dalam hubungan tersebut.

Namun masalahnya bukan hanya siapa yang salah.

Keduanya seperti sama-sama memiliki kontribusi terhadap hubungan yang semakin rusak.

“Seasons change”

Perubahan musim menjadi metafora yang menarik.

Musim memang selalu berubah. Begitu juga dengan perasaan manusia.

Sesuatu yang dulu hangat bisa menjadi dingin. Hubungan yang dulu penuh perhatian bisa berubah menjadi hubungan yang hanya dipenuhi kebiasaan, konflik, atau bahkan rasa terpaksa untuk tetap bertahan.

Menurut gue, bagian ini menunjukkan bahwa tidak semua hubungan berakhir karena satu kejadian besar.

Kadang hubungan berakhir karena perubahan kecil yang terjadi terus-menerus.

Perasaan berubah.

Cara memperlakukan pasangan berubah.

Prioritas berubah.

Sampai akhirnya hubungan yang dulu terasa hidup menjadi sesuatu yang dingin.

“Run away, but we're running in circles”

Ini mungkin bagian paling penting dari lagu tersebut.

Mereka ingin pergi.

Mereka ingin menjauh.

Tetapi setiap kali mencoba melarikan diri, mereka justru kembali ke titik yang sama.

Menurut gue, ini menggambarkan hubungan yang memiliki pola seperti:

bertengkar → menjauh → rindu → kembali → mencoba memperbaiki → bertengkar lagi.

Siklus tersebut terus berulang.

Yang membuatnya menyakitkan adalah kedua orang tersebut sebenarnya sudah mengetahui polanya.

Mereka tahu akhirnya akan kembali bertengkar.

Mereka tahu hubungan itu sudah tidak seperti dulu.

Tetapi tetap saja mereka sulit berhenti.

Sulit melepaskan sesuatu yang sudah tidak baik

Bagian ketika tokoh mulai mengatakan bahwa sudah waktunya melepaskan menunjukkan adanya kesadaran.

Dia sebenarnya sudah memiliki perasaan bahwa hubungan tersebut sejak awal memang tidak akan berjalan dengan baik.

Namun kesadaran itu datang bersamaan dengan kenyataan bahwa pihak lain mungkin memiliki pandangan yang berbeda.

Satu orang menganggap hubungan tersebut spesial.

Sementara yang lain mulai mempertanyakan apakah hubungan itu memang benar-benar dibangun dari perasaan yang sama.

Di sinilah hubungan tersebut semakin terasa kosong.

Bukan karena tidak pernah ada perasaan, tetapi karena definisi hubungan mereka mungkin sudah berbeda.


Tema yang Dibahas

Hubungan yang Terjebak dalam Siklus

Tema terbesar lagu ini adalah hubungan yang terus mengulang masalah yang sama.

Keduanya mencoba mencari jalan keluar, tetapi tidak pernah benar-benar menyelesaikan akar masalah.

Akhirnya mereka hanya berputar di tempat.

Perasaan yang Berubah

Lagu ini juga membahas bagaimana cinta bisa berubah seiring waktu.

Hubungan yang awalnya hangat tidak selalu akan bertahan dalam kondisi yang sama.

Perubahan perasaan bukan sesuatu yang selalu bisa dipaksakan untuk berhenti.

Sulit Melepaskan

Mengetahui bahwa hubungan sudah tidak sehat ternyata tidak otomatis membuat seseorang bisa pergi.

Kadang kita tetap bertahan karena kenangan, kebiasaan, rasa nyaman, atau karena masih berharap pasangan akan berubah.

Saling Menunggu untuk Mengambil Keputusan

Ada kesan bahwa kedua pihak sama-sama menunggu.

Salah satu menunggu yang lain melakukan sesuatu agar keputusan akhir tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.

Ini membuat hubungan semakin lama semakin melelahkan.

Menolak Mengambil Kesalahan Sendiri

Ada bagian lagu yang memperlihatkan bagaimana seseorang bisa menunggu tindakan dari pasangannya agar dirinya tidak menjadi pihak yang disalahkan.

Menurut gue, ini menarik karena menunjukkan bahwa konflik hubungan tidak selalu hanya soal siapa yang benar dan siapa yang salah.

Kadang dua-duanya terlalu sibuk mempertahankan posisi masing-masing.

Hubungan yang Tidak Lagi Dibangun dari Kedekatan Emosional

Ketika tokoh dalam lagu mempertanyakan apakah hubungan mereka benar-benar spesial atau hanya didorong oleh ketertarikan fisik, muncul pertanyaan yang lebih besar:

Apakah mereka masih mencintai satu sama lain, atau hanya belum terbiasa kehilangan satu sama lain?

Ini menjadi salah satu bagian paling pahit dari lagu tersebut.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Circles” adalah lagu tentang hubungan yang sebenarnya sudah tahu kapan harus selesai, tetapi tetap saja sulit berhenti.

Yang menarik adalah lagu ini tidak menggambarkan satu pihak sebagai orang jahat dan pihak lainnya sebagai korban.

Justru keduanya terlihat sama-sama terjebak.

Mereka sama-sama ingin pergi, tetapi sama-sama masih memiliki sesuatu yang membuat mereka kembali.

Dan menurut gue, ini cukup realistis.

Dalam kehidupan nyata, ada hubungan yang bukan berakhir karena sudah tidak ada perasaan sama sekali. Kadang hubungan berakhir karena perasaan yang tersisa sudah tidak cukup untuk membuat hubungan tersebut sehat.

Ini yang menurut gue paling penting dari konsep “running in circles.”

Bergerak bukan berarti maju.

Kita bisa terus melakukan sesuatu, terus mencoba memperbaiki hubungan, terus kembali setelah bertengkar, bahkan terus mengatakan bahwa kita masih peduli.

Tapi kalau masalah yang sama selalu kembali muncul, sebenarnya kita tidak sedang bergerak maju.

Kita cuma berputar.

Menurut gue, bagian paling sulit dari hubungan seperti ini adalah membedakan antara memperjuangkan hubungan dan takut kehilangan hubungan.

Karena dua hal tersebut kelihatannya mirip, padahal sebenarnya berbeda.

Memperjuangkan hubungan berarti ada usaha untuk mengubah sesuatu.

Sementara takut kehilangan kadang hanya membuat kita terus mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak berjalan.

Dan mungkin itulah kenapa lagu ini terasa relatable.

Ada hubungan yang kita pertahankan bukan karena masih bahagia, tetapi karena kita takut membayangkan hidup setelah hubungan tersebut benar-benar berakhir.


Fakta Lagu yang Relevan

  • “Circles” merupakan lagu Post Malone yang dirilis pada 2019 dan menjadi bagian dari albumnya Hollywood's Bleeding.
  • Lagu ini memiliki karakter musik yang cukup ringan dan catchy, tetapi membawa tema hubungan yang penuh konflik dan sulit berakhir.
  • “Circles” menjadi salah satu lagu Post Malone yang sangat populer dan dikenal luas karena perpaduan antara musik pop dengan karakter vokal khasnya.
  • Konsep utama lagu dibangun melalui metafora berputar dalam lingkaran, yaitu dua orang yang terus mencoba menjauh tetapi kembali menghadapi masalah yang sama.
  • Salah satu kekuatan lagu ini adalah kontras antara musik yang terdengar santai dengan isi cerita yang sebenarnya cukup emosional.

Lirik Lagu

[Intro]
Oh, oh, oh Oh,  oh, oh
Oh,  oh, oh, oh, oh

[Verse 1]
We couldn't turn around 'til we were upside down
I'll be the bad guy now, but know I ain't too proud
I  couldn't be there even when I tried
You  don't believe it, we do this every time

[Chorus]
Seasons change and our love went cold
Feed  the flame 'cause we can't let go
Run away, but we're running in circles
Run away, run away I dare you to do something
I'm  waiting on you again, so I don't take the blame
Run away, but we're running in circles
Run away, run away, run away

[Verse 2]
Let go, I got a feeling that it's time to let go
I said so, I knew that this was doomed from the get-go
You thought that it was special, special
But it was just the sex though, the sex though
And I still hear the echoes (The echoes)
I got a feeling that it's time to let it go, let it go

[Chorus]
Seasons change and our love went cold
Feed the flame 'cause we can't let go
Run away, but we're running in circles
Run away, run away I dare you to do something
I'm waiting on you again, so I don't take the blame
Run away, but we're running in circles
Run away, run away, run away

[Bridge]
Maybe you don't understand what I'm going through
It's only me, what you got to lose?
Make up your mind, tell me, what are you gonna do?
It's only me, let it go

[Chorus]
Seasons change and our love went cold
Feed the flame 'cause we can't let go
Run away, but we're running in circles
Run away, run away I dare you to do something
I'm waiting on you again, so I don't take the blame
Run away, but we're running in circles
Run away, run away, run away



Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah “Circles” lebih cocok dimaknai sebagai lagu tentang cinta yang sudah berakhir, atau tentang dua orang yang sebenarnya masih saling membutuhkan tetapi tidak lagi bisa menjalani hubungan dengan sehat?

Pernah nggak kalian berada dalam hubungan yang rasanya seperti “running in circles”—berulang kali bertengkar, menjauh, lalu kembali lagi ke masalah yang sama?

Dan menurut kalian, kapan seseorang harus berhenti memperjuangkan hubungan dan mulai belajar untuk melepaskannya?

Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman atau sudut pandang kalian justru bisa memberikan interpretasi lain terhadap lagu ini.

 





Tidak ada komentar: