Rabu, 13 Mei 2020

Makna Lagu Lolo Zouaï – Here To Stay

Lolo Zouaï – Here To Stay

Tentang Penyanyi

Lolo Zouaï adalah penyanyi dan penulis lagu yang dikenal dengan perpaduan R&B, pop, dan nuansa alternatif dalam musiknya.

Karya-karyanya sering mengeksplorasi pengalaman yang sangat personal, termasuk hubungan, kesepian, identitas, kenangan, dan berbagai kondisi emosional yang sulit dijelaskan secara sederhana.

Dalam “Here To Stay”, Lolo menggunakan musik sebagai bagian dari cerita itu sendiri. Musik yang biasanya menjadi sumber hiburan justru terasa menyakitkan bagi tokoh dalam lagu, tetapi pada saat yang sama juga menjadi sesuatu yang membuatnya tetap bertahan.

Kontradiksi tersebut menjadi salah satu inti menarik dari lagu ini.


Tentang Lagu

“Here To Stay” bercerita tentang seseorang yang sedang berusaha menghadapi perasaan sedih yang tidak kunjung hilang.

Dia sudah menunggu.

Berharap warna kesedihan tersebut perlahan memudar.

Berharap perasaan itu pergi.

Tetapi semakin lama dia menunggu, semakin jelas bahwa perasaan tersebut masih ada.

Itulah makna penting dari judul “Here To Stay.”

Perasaan tersebut seolah-olah sudah menjadi bagian dari dirinya.

Yang menarik, musik memiliki posisi yang sangat kontradiktif dalam lagu ini.

Di satu sisi, musik membuatnya ingin menangis.

Dia bahkan tidak ingin merasakan ritmenya.

Tetapi di sisi lain, musik juga menjadi sesuatu yang membuatnya tetap hidup.

Artinya, sesuatu yang menyakitkan ternyata sekaligus bisa menjadi sesuatu yang membantu seseorang bertahan.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut gue, lagu ini menggambarkan kesedihan yang tidak bisa dipaksa untuk pergi hanya karena kita sudah lelah merasakannya.

Tokoh dalam lagu sudah mencoba menunggu.

Dia berharap perasaan tersebut berubah.

Dari “blue” menjadi “grey”—seolah-olah warna emosinya perlahan menjadi lebih pucat, lebih netral, dan akhirnya hilang.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Perasaan itu tetap ada.

“But it's here to stay.”

Menurut gue, kalimat ini bukan berarti seseorang harus selamanya hidup dalam kesedihan.

Lebih seperti sebuah pengakuan bahwa ada perasaan tertentu yang tidak bisa langsung kita hapus.

Kita bisa ingin melupakannya.

Kita bisa ingin tidak memikirkannya.

Kita bisa berharap besok semuanya lebih baik.

Tetapi emosi tidak selalu mengikuti keinginan kita.

Ada bagian lain yang juga menarik: tokoh lagu ingin mendengar keheningan.

Dia ingin semua suara berhenti.

Tetapi justru “ringing” tersebut menariknya lebih dalam.

Menurut gue, ini bisa menggambarkan bagaimana pikiran seseorang ketika sedang berada dalam kondisi emosional yang berat.

Kita ingin berhenti berpikir, tetapi semakin berusaha menghentikan pikiran, semakin keras suara di kepala terasa.

Kita ingin tenang, tetapi pikiran terus membawa kita kembali kepada hal yang sama.


Tema yang Dibahas

Kesedihan yang Tidak Kunjung Pergi

Tema terbesar lagu ini adalah perasaan sedih yang bertahan lebih lama dari yang diharapkan.

Tokoh lagu sudah menunggu agar perasaan tersebut hilang.

Tetapi waktu berjalan dan rasa itu masih ada.

Ini menunjukkan bahwa proses emosional tidak selalu berjalan sesuai jadwal.

Tidak ada aturan bahwa seseorang harus sembuh dalam waktu tertentu.


Menunggu Kesedihan Memudar

Gambaran “blue to fade to grey” menurut gue sangat menarik.

Warna biru sering digunakan untuk menggambarkan kesedihan atau suasana muram.

Sementara abu-abu terasa lebih netral dan tidak setajam biru.

Jadi perubahan tersebut bisa dibaca sebagai harapan bahwa rasa sakit akan semakin lama semakin redup.

Masalahnya, perubahan itu belum terjadi.

Dia masih berada di fase menunggu.


Musik sebagai Sumber Sakit Sekaligus Penyelamat

Ini mungkin salah satu kontradiksi paling kuat dalam lagu.

Musik membuat tokoh lagu ingin menangis.

Tetapi musik juga membuatnya tetap hidup.

Menurut gue, ini menggambarkan bagaimana karya seni bisa menjadi sangat personal bagi seseorang.

Sebuah lagu bisa mengingatkan kita pada sesuatu yang menyakitkan.

Tetapi pada saat yang sama, lagu itu juga bisa membuat kita merasa bahwa ada sesuatu yang memahami apa yang sedang kita rasakan.

Jadi musik bukan hanya hiburan.

Kadang musik menjadi tempat seseorang menyimpan emosinya.


Ingin Mendengar Keheningan

Tokoh lagu mengatakan bahwa yang ingin dia dengar hanyalah keheningan.

Menurut gue, ini bisa dibaca sebagai kelelahan emosional.

Ketika pikiran sudah terlalu penuh, bahkan suara yang biasanya menyenangkan bisa terasa melelahkan.

Seseorang mungkin tidak ingin nasihat.

Tidak ingin percakapan.

Tidak ingin penjelasan.

Dia hanya ingin semuanya berhenti sebentar.


Pikiran yang Terus Berputar

Gambaran tentang suara yang terus berdering dan menariknya kembali seperti sirene bisa menggambarkan pikiran yang sulit dihentikan.

Ketika seseorang sedang sedih, satu pikiran bisa memancing pikiran lainnya.

Kemudian semuanya semakin dalam.

Yang awalnya hanya sebuah kenangan bisa berubah menjadi penyesalan.

Penyesalan bisa berubah menjadi pertanyaan.

Pertanyaan kemudian berubah menjadi rasa takut.

Akhirnya seseorang merasa seperti terjebak di dalam pikirannya sendiri.


Naik Turunnya Emosi

Lagu ini juga menggambarkan bagaimana emosi tidak selalu stabil.

Ada momen ketika seseorang merasa sedikit lebih baik.

Kemudian tiba-tiba semuanya kembali jatuh.

Gambaran tentang “lows come crashing down” memperlihatkan bahwa titik terendah bisa datang dengan tiba-tiba.

Itulah sebabnya proses penyembuhan terkadang terasa seperti maju satu langkah lalu mundur lagi.


Menerima Bahwa Perasaan Masih Ada

Menurut gue, pengulangan “here to stay” bisa dibaca bukan hanya sebagai keputusasaan.

Ada juga unsur penerimaan.

Daripada terus berpura-pura bahwa perasaan tersebut sudah hilang, tokoh lagu akhirnya mengakui:

“Perasaan ini masih ada.”

Dan mengakui sesuatu bukan berarti menyerah kepadanya.

Kadang menerima keberadaan sebuah emosi justru merupakan langkah awal untuk memahami dan menghadapinya.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Here To Stay” adalah lagu tentang fase ketika kita sudah capek menunggu diri sendiri untuk merasa lebih baik.

Kita sering berpikir bahwa waktu otomatis akan menyembuhkan semuanya.

Kadang memang begitu.

Tapi ada juga perasaan yang tidak hilang hanya karena waktu berlalu.

Dan menurut gue, yang paling menyakitkan bukan selalu rasa sedihnya.

Tetapi ekspektasi bahwa:

“Harusnya gue sudah sembuh sekarang.”

Padahal siapa yang menentukan “sekarang” itu kapan?

Setiap orang punya proses yang berbeda.

Ada orang yang bisa menerima kehilangan dalam beberapa bulan.

Ada yang membutuhkan bertahun-tahun.

Ada juga yang tidak benar-benar melupakan, tetapi akhirnya belajar hidup berdampingan dengan kenangan tersebut.

Menurut gue, bagian tentang musik juga sangat relate.

Kadang ada lagu yang kita hindari karena setiap kali mendengarnya, kita langsung teringat sesuatu.

Kita skip.

Kita matikan.

Kita mencoba tidak mendengarnya lagi.

Tetapi anehnya, pada saat kita benar-benar membutuhkan tempat untuk menyalurkan emosi, kita kembali mencarinya.

Karena musik bisa menyakitkan sekaligus menenangkan.

Dan menurut gue, itulah keindahan sekaligus kesedihan dari lagu ini.

Tokohnya ingin perasaan tersebut pergi.

Tetapi pada akhirnya dia hanya bisa mengakui bahwa perasaan itu masih tinggal.

Buat gue, “here to stay” tidak harus berarti “gue akan selamanya sedih.”

Bisa juga berarti:

“Untuk saat ini, perasaan ini masih ada, dan gue harus belajar menghadapinya.”

Menurut gue, itu jauh lebih manusiawi daripada memaksa diri untuk selalu baik-baik saja.

Karena sembuh bukan berarti kita tidak pernah sedih lagi.

Sembuh bisa berarti ketika rasa sedih itu datang, kita tidak lagi merasa harus menghancurkan diri sendiri hanya karena masih merasakannya.


Fakta Lagu yang Relevan

  • “Here To Stay” merupakan lagu Lolo Zouaï yang berfokus pada pengalaman emosional dan perasaan yang sulit dilepaskan.
  • Judul lagu menjadi metafora utama mengenai emosi yang tetap bertahan meskipun seseorang sudah berharap perasaan tersebut segera hilang.
  • Musik memiliki peran penting dalam cerita lagu: sesuatu yang dapat memicu kesedihan sekaligus menjadi alasan untuk tetap bertahan.
  • Gambaran perubahan warna dari “blue” menuju “grey” dapat dibaca sebagai harapan agar kesedihan perlahan memudar.
  • Pengulangan frasa “here to stay” memperkuat kesan bahwa tokoh lagu sedang menghadapi emosi yang belum selesai.
  • Lagu ini dapat diinterpretasikan bukan hanya sebagai lagu tentang kesedihan, tetapi juga tentang proses menerima bahwa penyembuhan emosional tidak selalu berjalan cepat atau lurus.

Lirik Lagu

[Verse 1]

I can’t listen to the music

Oh, it makes me want to cry

I don’t want to feel the rhythm

But it’s keeping me alive

 

[Pre-Chorus]

I’ve been waiting and waiting

For this blue to fade to grey, oh

I’ve been waiting and waiting

For this feeling to go away

But it’s here to stay

 

[Chorus]

It’s here to stay

(ta-da-da, ah, ta-da-da)

Here to stay

(ta-da-da, ah, ah)

 

[Verse 2]

All I want to hear is silence

The ringing keeps me high (oh)

Pulls me closer like a siren

And the lows come crashing down

 

[Pre-Chorus]

I’ve been waiting and waiting

For this blue to fade to grey

Oh, grey

I’ve been waiting and waiting

For this feeling to go away

But it’s here to stay

 

[Chorus]

It’s here to stay

(ta-da-da, ah, ta-da-da)

Here to stay

(ta-da-da, ah, ah)

 

[Chorus]

It’s here to stay

(ta-da-da, ah, ta-da-da)

Here to stay

(ta-da-da, ah, ah)

It’s here to stay

(ta-da-da, ah, ta-da-da)

It’s here to stay, oh

(ta-da-da, ah, ah)

 

[Outro]

It’s here to stay

Stay, stay

Stay


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah semua kesedihan memang harus benar-benar hilang agar seseorang bisa dikatakan sudah sembuh?

Atau justru ada perasaan tertentu yang memang akan tetap tinggal, tetapi seiring waktu kita belajar hidup berdampingan dengannya?

Dan pernah nggak kalian punya satu lagu yang sebenarnya menyakitkan untuk didengar, tetapi justru lagu itu yang paling membantu kalian melewati masa sulit?

Ceritain pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tahu ada lagu lain yang punya cerita serupa dan bisa kita bahas juga.

   


Tidak ada komentar: