Kamis, 14 Mei 2020

Makna Lagu Anna Clendening – Boys Like You

Anna Clendening – Boys Like You

 

Tentang Penyanyi

Anna Clendening adalah penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang dikenal lewat karya-karya yang banyak membawa tema personal, emosional, hubungan, kerentanan, dan kesehatan mental.

Anna mulai dikenal lebih luas setelah tampil di America’s Got Talent. Setelah itu, ia mengembangkan karier musiknya dengan karya-karya yang terasa cukup dekat dengan pengalaman pribadi dan pergulatan emosional.

Salah satu kekuatan dalam musik Anna adalah kemampuannya menggambarkan perasaan yang sebenarnya sederhana tetapi sering sulit diucapkan, seperti takut ditinggalkan, merasa tidak cukup baik, sulit percaya kepada orang lain, atau ingin dicintai tetapi takut kembali terluka.

Hal tersebut juga terasa dalam “Boys Like You”, sebuah lagu tentang seseorang yang sudah memiliki alasan untuk skeptis terhadap cinta, tetapi kemudian bertemu dengan seseorang yang membuatnya ingin mencoba percaya lagi.


Tentang Lagu

“Boys Like You” bercerita tentang seseorang yang memasuki hubungan baru dengan membawa luka dan keraguan dari masa lalu.

Sebelum bertemu orang ini, tokoh dalam lagu sudah merasa dirinya tidak cukup baik. Bahkan ketika mulai membuka diri kepada seseorang, ada pengalaman ditinggalkan tanpa penjelasan yang membuatnya semakin sulit mempercayai cinta.

Karena itu, ketika ada seseorang yang datang dan memberikan perhatian, muncul dua perasaan yang bertabrakan.

Di satu sisi, dia ingin percaya.

Di sisi lain, dia takut semuanya hanya akan berakhir seperti pengalaman sebelumnya.

Pertanyaan paling penting dalam lagu ini menurut gue adalah:

“Ketika kamu memegang tanganku, apakah kamu juga ingin memegang hatiku?”

Pertanyaan tersebut menjadi inti dari seluruh lagu.

Karena memegang tangan bisa berarti ketertarikan.

Tetapi memegang hati berarti bersedia mengenal seseorang secara utuh, termasuk bagian dirinya yang rapuh.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut gue, “Boys Like You” adalah lagu tentang keberanian untuk membuka hati setelah pernah dibuat ragu oleh cinta.

Tokoh dalam lagu sebenarnya bukan tidak ingin dicintai.

Justru sebaliknya.

Dia ingin dicintai dengan sungguh-sungguh.

Masalahnya, pengalaman masa lalu membuatnya tidak lagi mudah percaya bahwa seseorang benar-benar menginginkan dirinya secara utuh.

Luka dari Masa Lalu Membentuk Cara Kita Mencintai

Di awal lagu, ada pengakuan bahwa sebelum bertemu orang baru ini, tokoh utama sudah merasa tidak cukup baik.

Pengalaman seperti ditinggalkan tanpa jawaban membuat seseorang mulai mempertanyakan dirinya sendiri.

“Kenapa dia pergi?”

“Apa gue kurang?”

“Apa gue sebenarnya nggak layak dicintai?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa terbawa ke hubungan berikutnya.

Jadi ketika seseorang baru datang, masalahnya bukan hanya apakah orang baru itu bisa dipercaya.

Masalahnya adalah apakah kita masih mampu mempercayai cinta setelah pengalaman sebelumnya.

“Hold My Hand” vs “Hold My Heart”

Menurut gue, ini adalah metafora paling kuat dalam lagu.

Memegang tangan bisa melambangkan kedekatan secara fisik atau romantis.

Sementara memegang hati jauh lebih dalam.

Memegang hati berarti menerima perasaan, ketakutan, masa lalu, kekurangan, dan sisi rapuh seseorang.

Jadi ketika tokoh utama bertanya apakah orang tersebut ingin memegang tangannya atau hatinya, sebenarnya dia sedang bertanya:

“Kamu benar-benar menginginkan aku, atau kamu cuma menginginkan bagian tertentu dari diriku?”

Ini pertanyaan yang sangat relevan dalam hubungan.

Karena seseorang bisa tertarik pada kita tanpa benar-benar mengenal kita.

Takut Dicintai Setengah-Setengah

Ada kekhawatiran bahwa orang tersebut mungkin hanya menginginkan “sebagian” dirinya.

Bukan dirinya secara keseluruhan.

Ini bisa berarti ketakutan terhadap hubungan yang hanya berdasarkan ketertarikan, kenyamanan, atau kesenangan sementara.

Tokoh utama ingin tahu apakah dirinya benar-benar dilihat sebagai manusia yang utuh.

Bukan hanya sebagai seseorang yang menarik.

“Mama Said There'd Be Boys Like You”

Kalimat ini bisa dibaca sebagai semacam peringatan dari orang tua tentang tipe orang yang mungkin akan menyakiti hati.

“Boys like you” menjadi simbol seseorang yang datang dengan kata-kata manis, membuat kita percaya, lalu akhirnya meninggalkan luka.

Ada semacam pengetahuan yang diwariskan:

Hati-hati, orang seperti ini mungkin akan membuatmu terluka.

Tetapi menariknya, tokoh utama akhirnya tidak sepenuhnya mengikuti peringatan tersebut.

Karena kali ini, perasaannya terlalu kuat.

Takut, Tapi Tidak Mau Terlihat Takut

Tokoh utama mengakui bahwa dirinya sebenarnya sangat takut.

Namun dia tidak ingin orang tersebut mengetahuinya.

Ini menunjukkan bagaimana seseorang kadang merasa harus terlihat santai dalam hubungan, padahal sebenarnya sedang berjuang keras mengendalikan rasa takut.

Ada semacam gengsi emosional.

Takut dianggap terlalu serius.

Takut terlihat terlalu membutuhkan.

Takut kalau mengungkapkan perasaan justru membuat orang tersebut pergi.

Akhirnya rasa takut disimpan sendiri.


Tema yang Dibahas

Trust Issue dalam Hubungan

Lagu ini sangat kuat membahas masalah kepercayaan.

Bukan karena tokoh utama tidak ingin percaya, tetapi karena pengalaman sebelumnya membuatnya punya alasan untuk berhati-hati.

Kadang kita tidak benar-benar curiga kepada orang baru.

Kita hanya masih mengingat apa yang pernah dilakukan orang lama.

Merasa Tidak Cukup Baik

Perasaan “not good enough” menjadi salah satu fondasi emosional lagu.

Ketika seseorang pernah ditolak atau ditinggalkan, pengalaman tersebut bisa membuatnya mempertanyakan nilai dirinya sendiri.

Padahal seseorang meninggalkan kita tidak otomatis berarti kita tidak cukup baik.

Takut Disakiti Lagi

Ada konflik antara keinginan untuk mencintai dan keinginan untuk melindungi diri sendiri.

Kalau membuka hati, ada kemungkinan terluka.

Kalau menutup hati, mungkin kita kehilangan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baik.

Tokoh utama akhirnya berada di tengah-tengah dua pilihan tersebut.

Ingin Dicintai Secara Utuh

Lagu ini bukan sekadar tentang ingin memiliki pasangan.

Ada kebutuhan yang lebih dalam:

ingin dikenal dan diterima sebagai diri sendiri.

Bukan hanya bagian yang menyenangkan.

Bukan hanya ketika sedang cantik, bahagia, atau mudah dicintai.

Tetapi juga bagian yang takut, insecure, dan penuh pertanyaan.

Mengambil Risiko dalam Cinta

Pada akhirnya, tokoh utama memilih mengambil risiko.

Ini menarik karena lagu tidak mengatakan bahwa risiko tersebut pasti akan berakhir bahagia.

Dia hanya mengatakan bahwa orang ini terasa cukup berharga untuk membuatnya berani mencoba.

Dan menurut gue, itu justru membuat ending-nya terasa manusiawi.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Boys Like You” bukan lagu tentang seseorang yang benar-benar yakin terhadap cinta. Justru lagu ini tentang seseorang yang masih takut, tetapi memilih untuk mencoba.

Yang paling menarik buat gue adalah perubahan dari rasa skeptis menuju keberanian.

Di awal, dia sudah punya alasan untuk tidak percaya.

Dia pernah merasa tidak cukup baik.

Pernah ditinggalkan tanpa jawaban.

Pernah merasakan bagaimana rasanya mempertanyakan diri sendiri.

Jadi ketika ada orang baru datang, wajar kalau pertanyaan pertama bukan:

“Apakah gue suka dia?”

Tapi:

“Apakah dia benar-benar serius sama gue?”

Menurut gue, pertanyaan “Do you wanna hold my hand or hold my heart?” sangat dalam.

Karena dalam hubungan, perhatian belum tentu berarti komitmen.

Seseorang bisa menggenggam tangan kita tanpa benar-benar ingin mengenal isi hati kita.

Seseorang bisa mengatakan “I want you” tanpa benar-benar menerima kita sebagai manusia yang utuh.

Dan menurut gue, ketakutan seperti ini sebenarnya sangat manusiawi.

Apalagi kalau sebelumnya pernah mengalami hubungan yang membuat kita merasa tidak cukup.

Kita akhirnya membawa masa lalu ke hubungan baru.

Bukan karena ingin membandingkan orang baru dengan orang lama, tetapi karena otak kita mencoba melindungi diri dari kejadian yang sama.

Yang gue suka dari ending lagu ini adalah kalimat bahwa mungkin mama tidak selalu benar.

Peringatan bahwa akan ada orang-orang yang menyakiti kita memang benar.

Tetapi bukan berarti semua orang yang datang setelahnya akan melakukan hal yang sama.

Kalau kita terlalu takut terhadap kemungkinan terluka, kita juga bisa kehilangan kesempatan untuk merasakan sesuatu yang benar-benar baik.

Tapi menurut gue, “taking that risk” juga bukan berarti harus mengabaikan red flag.

Berani mencintai bukan berarti menyerahkan seluruh diri tanpa batas.

Berani mencintai berarti bersedia membuka hati sambil tetap menjaga harga diri dan batasan kita.

Karena cinta yang sehat seharusnya tidak membuat kita harus kehilangan diri sendiri hanya supaya seseorang tetap tinggal.


Fakta Lagu yang Relevan

“Boys Like You” merupakan salah satu lagu Anna Clendening yang mengangkat tema hubungan, rasa tidak aman, kepercayaan, dan keberanian untuk kembali membuka hati.

Secara penulisan, lagu ini menggunakan percakapan dan pertanyaan sebagai elemen penting. Tokoh utama tidak hanya menceritakan perasaannya, tetapi juga terus mempertanyakan niat orang yang sedang dekat dengannya.

Pengulangan pertanyaan tentang apakah seseorang menginginkan dirinya secara utuh menjadi pusat emosional lagu.

Konsep tersebut membuat lagu terasa seperti percakapan batin seseorang yang sedang jatuh cinta tetapi masih berusaha memastikan bahwa dirinya tidak sedang masuk ke situasi yang akan kembali menghancurkan hatinya.

Bagian akhir juga memberikan perubahan perspektif. Peringatan dari sang ibu tidak sepenuhnya ditolak, tetapi tokoh utama memilih mengambil risiko karena perasaannya terhadap seseorang tersebut cukup kuat untuk membuatnya mencoba.


Lirik Lagu

[Verse 1]

Before I met you, I never felt good enough

Before I let you in, I’d already given up

Left on read, no reply, left me just wondering why

Now I’m skeptical of love

 

[Pre-Chorus]

So when you hold my hand, do you wanna hold my heart?

When you say you want me, is it all of me or just one part?

So when you hold my hand, do you wanna hold my heart?

When you say you want me

 

[Chorus]

Momma said there’d be boys like you tearing my heart in two

Doing what you do best

Taking me for a ride, telling me pretty little lies

But with you, I can’t resist

 

[Verse 2]

I’m terrified, but I’ll never let you know

Social suicide if I ever let it show

Everything feels just right

I fall in place, we fall in line

I’ll never let you go

 

[Pre-Chorus]

So when you hold my hand, do you wanna hold my heart?

When you say you want me, is it all of me or just one part?

So when you hold my hand, do you wanna hold my heart?

When you say you want me, is it all of me? Yeah

 

[Chorus]

Momma said there’d be boys like you tearing my heart in two

Doing what you do best

Taking me for a ride, telling me pretty little lies

But with you, I can’t resist (no no)

 

[Bridge]

So when you hold me, am I the only one?

Do you wanna know me, or is this all just for fun?

 

[Chorus]

Momma said there’d be boys like you tearing my heart in two

Doing what you do best

Taking me for a ride, telling me pretty little lies

But with you, I can’t resist (no no, whoa oh)

 

[Outro]

Maybe momma doesn’t always know best

Momma said there’d be boys like you, too good to be true

Doing what you do best

Taking me for a ride, telling me pretty little lies

But for you, for you, for you, I’ll take that risk


Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut kalian, apakah “Boys Like You” lebih cocok dibaca sebagai lagu tentang trust issue atau tentang keberanian untuk kembali percaya pada cinta?

Kalau seseorang sudah pernah disakiti, menurut kalian apakah wajar kalau dia membawa rasa takut itu ke hubungan berikutnya?

Dan yang paling penting: kalau seseorang menggenggam tangan kita, apakah itu berarti dia juga siap memegang hati kita?

Yuk, tulis pendapat kalian di kolom komentar. Karena bisa jadi, pengalaman seseorang tentang cinta justru berbeda jauh dengan pengalaman orang lain.

 

Tidak ada komentar: