Selasa, 03 Maret 2020

Makna Lagu Johnny Orlando – Phobias


Johnny Orlando – Phobia [Terjemahan]

Artist           : Johnny Orlando
Title             : Phobia
Released        : 21 Februari 2020


Tentang Penyanyi

Johnny Orlando adalah penyanyi, penulis lagu, dan aktor asal Kanada yang dikenal lewat karya-karya pop dengan tema yang dekat dengan kehidupan anak muda, seperti hubungan, cinta, rasa tidak aman, pertumbuhan diri, dan berbagai konflik emosional.

Musiknya sering membawa sudut pandang yang cukup personal. Perasaan seperti takut kehilangan, overthinking, sulit percaya kepada seseorang, atau merasa tidak cukup baik menjadi tema yang mudah ditemukan dalam karya-karyanya.

Karena itu, “Phobias” terasa seperti lagu yang sangat personal. Lagu ini tidak menggambarkan seseorang yang tidak ingin mencintai, tetapi seseorang yang ingin dekat dengan orang lain sekaligus takut dengan konsekuensi dari kedekatan tersebut.


Tentang Lagu

“Phobias” bercerita tentang seseorang yang memiliki rasa takut berlebihan ketika menghadapi hubungan dan kemungkinan jatuh cinta.

Menariknya, ketakutan tersebut bukan benar-benar berasal dari orang yang sedang mendekatinya.

Masalahnya berasal dari pengalaman masa lalu.

Dia pernah terluka.

Pernah mengalami patah hati.

Dan pengalaman tersebut membuatnya membangun pertahanan agar tidak kembali merasakan sakit yang sama.

Karena itu, ketika ada seseorang yang berusaha masuk ke kehidupannya, reaksinya bukan langsung menerima.

Justru sebaliknya.

Dia mulai paranoid, overthinking, gelisah, bahkan mencari alasan untuk menjauh.

Judul “Phobias” menjadi metafora untuk berbagai ketakutan tersebut.

Ketakutannya bukan hanya terhadap kegelapan atau ketinggian, tetapi juga terhadap cinta dan kemungkinan patah hati.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, inti lagu ini adalah tentang seseorang yang takut mencintai karena tahu betapa sakitnya kehilangan.

Ada satu bagian yang menurut gue sangat penting: ketakutan untuk “falling”.

Secara literal, falling berarti jatuh.

Tetapi dalam konteks hubungan, kata tersebut sangat mungkin dibaca sebagai falling in love atau jatuh cinta.

Menariknya, tokoh lagu mengatakan bahwa dia tidak suka jatuh karena tidak pernah merasa nyaman dengan ketinggian.

Kalau dibaca sebagai metafora, cinta adalah sebuah tempat tinggi yang membuatnya takut.

Semakin dia jatuh, semakin besar kemungkinan dia terluka.

Dan masalahnya, dia pernah mengalami itu sebelumnya.

Jadi sekarang ketika seseorang datang dan membuatnya mulai memiliki perasaan, otaknya langsung memasang alarm:

“Jangan terlalu dekat. Nanti sakit lagi.”

Inilah yang membuat dia memilih menutup pintu.

Bukan karena tidak punya perasaan.

Justru mungkin karena perasaannya terlalu besar sehingga dia takut kehilangan kendali.


Tema yang Dibahas

Trauma dari Patah Hati

Tema paling kuat dalam lagu ini adalah luka dari hubungan sebelumnya.

Ada pengakuan bahwa dia pernah terluka dan akibatnya sekarang dia memilih menutup pintu.

Menurut gue, ini menggambarkan bagaimana pengalaman buruk dalam hubungan bisa mengubah cara seseorang melihat cinta.

Satu hubungan yang berakhir buruk bisa membuat seseorang mulai berpikir:

“Kalau gue membuka hati lagi, apakah akhirnya akan sama?”

Akhirnya, orang baru ikut menerima dampak dari luka yang sebenarnya bukan mereka yang buat.

Takut Jatuh Cinta

“Falling” dalam lagu ini bisa dibaca sebagai simbol dari jatuh cinta.

Jatuh cinta membutuhkan keberanian karena kita menyerahkan sebagian kontrol kepada orang lain.

Kita mulai peduli.

Mulai berharap.

Mulai bergantung secara emosional.

Dan ketika seseorang sudah pernah patah hati, semua hal tersebut bisa terasa menakutkan.

Bukan karena cinta itu selalu buruk.

Tetapi karena cinta memberikan kemungkinan untuk terluka.

Overthinking dan Paranoia

Tokoh dalam lagu menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang paranoid dan gelisah.

Bahkan hal-hal yang sebenarnya belum terjadi sudah memenuhi pikirannya.

Ini menunjukkan bagaimana rasa takut sering kali menciptakan skenario terburuk sebelum sesuatu benar-benar terjadi.

Belum tentu orang tersebut akan menyakitinya.

Belum tentu hubungan tersebut akan berakhir buruk.

Tetapi pengalaman masa lalu membuat pikirannya berkata:

“Lebih baik pergi sekarang daripada terluka nanti.”

Menutup Diri sebagai Mekanisme Perlindungan

Menurut gue, bagian tentang menutup pintu adalah salah satu metafora paling kuat.

Pintu tersebut bukan hanya berarti menjauh dari seseorang.

Pintu bisa melambangkan batas emosional.

Dia membangun tembok supaya tidak ada orang yang bisa masuk terlalu dalam.

Masalahnya, tembok memang bisa melindungi kita dari rasa sakit.

Tetapi tembok yang terlalu tinggi juga bisa membuat kita tidak mengalami hal-hal baik yang sebenarnya mungkin terjadi.

Ketakutan yang Sudah Bertahun-Tahun

Ada bagian yang menggambarkan bahwa rasa takut tersebut sudah berada dalam dirinya selama bertahun-tahun.

Artinya, ini bukan ketakutan yang muncul hanya karena hubungan yang sekarang.

Ini adalah sesuatu yang sudah lama dibawa.

Menurut gue, ini penting karena menunjukkan bahwa tidak semua orang yang sulit membuka hati memang tidak punya keinginan untuk dicintai.

Kadang mereka hanya belum selesai dengan luka yang mereka bawa.

Takut Ditinggalkan

Menariknya, ada paradoks dalam lagu ini.

Dia takut membiarkan seseorang masuk.

Tetapi di saat yang sama, dia juga takut orang tersebut tidak akan bertahan.

Jadi sebenarnya ada dua ketakutan yang bertabrakan:

Takut terlalu dekat karena bisa terluka.

dan

Takut terlalu jauh karena bisa ditinggalkan.

Menurut gue, ini merupakan konflik emosional yang sangat manusiawi.

Seseorang bisa ingin dicintai tetapi sekaligus takut ketika benar-benar mendapatkan kesempatan untuk dicintai.

Ketakutan yang Kadang Tidak Masuk Akal

Ada gambaran bahwa dia sebenarnya sadar ketakutannya mungkin hanya ada di kepalanya.

Ini menarik karena menunjukkan bahwa seseorang bisa saja tahu bahwa dirinya sedang overthinking, tetapi tetap tidak mampu menghentikannya.

Kita bisa tahu bahwa ketakutan kita berlebihan.

Tetapi mengetahui hal tersebut tidak otomatis membuat rasa takut hilang.

Itulah kenapa proses menghadapi trauma emosional sering kali membutuhkan waktu.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Phobias” bukan sebenarnya lagu tentang seseorang yang tidak mau mencintai.

Justru sebaliknya.

Ini lagu tentang seseorang yang ingin mencintai tetapi terlalu takut dengan apa yang mungkin terjadi setelahnya.

Dan menurut gue, itu yang membuat lagu ini cukup relatable.

Ada orang yang setelah patah hati menjadi semakin terbuka.

Tetapi ada juga yang justru semakin tertutup.

Mereka mulai menjaga jarak.

Sulit percaya.

Terlalu banyak berpikir.

Ketika seseorang mulai mendekat, mereka mencari alasan untuk pergi.

Bukan karena orang tersebut salah.

Tetapi karena pengalaman masa lalu sudah mengajarkan mereka bahwa kedekatan bisa berujung sakit.

Menurut gue, masalah terbesar dari kondisi seperti ini adalah kita bisa tanpa sadar menghukum orang baru atas kesalahan orang lama.

Orang yang sekarang belum tentu sama dengan orang yang dulu.

Tetapi karena luka belum selesai, semuanya terlihat seperti ancaman yang sama.

Gue juga melihat ada ironi besar dalam lagu ini.

Dia takut orang tersebut tidak akan bertahan.

Tapi karena rasa takut itu, dia sendiri justru mendorong orang tersebut menjauh.

Jadi sesuatu yang paling dia takutkan bisa saja terjadi justru karena cara dia melindungi dirinya sendiri.

Dan menurut gue, ini salah satu siklus yang paling menyakitkan dalam hubungan.

Takut ditinggalkan → menjauh lebih dulu → hubungan rusak → merasa bahwa ketakutan ternyata benar.

Padahal mungkin masalahnya bukan karena hubungan baru tersebut memang akan berakhir buruk.

Mungkin kita hanya belum memberikan kesempatan kepada hubungan itu untuk membuktikan bahwa tidak semua orang akan menyakiti kita dengan cara yang sama.

Buat gue, pesan yang paling kuat dari lagu ini adalah bahwa rasa takut memang bisa melindungi kita, tetapi kalau terlalu dikendalikan oleh rasa takut, kita juga bisa kehilangan sesuatu yang sebenarnya berharga.

Membuka hati memang berisiko.

Tidak ada hubungan yang bisa menjamin kita tidak akan pernah terluka.

Tapi mungkin kedewasaan dalam mencintai bukan tentang menemukan hubungan yang bebas dari risiko.

Melainkan belajar mengatakan:

“Gue tahu gue pernah terluka, tapi gue nggak mau luka masa lalu menentukan semua kemungkinan yang ada di depan gue.”


Fakta Lagu yang Relevan

“Phobias” merupakan lagu yang dibawakan oleh Johnny Orlando dengan pendekatan pop yang menonjolkan sisi personal dan emosional.

Konsep utama lagu dibangun melalui metafora berbagai ketakutan untuk menggambarkan kecemasan terhadap hubungan dan patah hati.

Salah satu kekuatan penulisannya adalah penggunaan ketakutan yang bersifat fisik—seperti takut ketinggian dan takut gelap—untuk menggambarkan ketakutan emosional yang jauh lebih dalam.

Dengan begitu, “phobias” tidak hanya berarti ketakutan dalam arti literal, tetapi menjadi gambaran tentang berbagai mekanisme pertahanan seseorang setelah mengalami luka dalam hubungan.


Lirik Lagu

 I know it’s probably in my head

Aku tahu itu mungkin ada di pikiranku
But you gotta me checking under the bed
Tapi, kamu harus kuperiksa di bawah tempat tidur
For you,
 I’m a nervous wreck for you
Untukmu, Aku sangat gugup padamu
I
’m a little paranoid
Aku sedikit paranoid
And you
 know that I’ve been I’m avoiding you
Dan Kamu tahu bahwa Aku telah menghindarimu
Baby I
’m a mess its true
Sayang, Aku benar-benar berantakan

And I don’t like falling
Dan Aku tidak suka jatuh
Cause I’ve never
Karena Aku tidak pernah
Been good with heights
Sudah bagus dengan ketinggian
And not being right
Dan itu tidak benar
But maybe I’m stalling
Tapi mungkin Aku mengulur waktu
Cause I never made any time
Karena Aku tidak pernah mempunyai waktu
For you and I
Untukmu dan Aku

I’ve been hurt before
Aku pernah terluka sebelumnya
And that’s why I close the door
Dan itulah sebabnya Aku menutup diri
Scared of the dark
Takut akan gelap
And broken hearts
Dan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)
I can’t let you in
Aku tidak bisa membiarkan Kamu masuk
Cause I’m crawling in my skin
Karena Aku merangkak di kulitku
Oh I’ve been scarred
Oh, Aku sudah terluka
By broken hearts
Dengan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)

I was drowning then
Aku tenggelam saat itu
Turns out I was in the shallow end
Ternyata Aku berada di ujung yang dangkal
And I, had no reason why
Dan Aku, tidak punya alas an mengapa
Yeah, tossed and turned all night
Yeah, terlempar dan terbalik sepanjang malam
Wish I wouldn’t let the bed bugs bite me I
Seandainya Aku tidak akan membiarkan kutu busuk menggigitku
 Let nightmares run my mind
Biarkan mimpi buruk menjalankan pikiranku

And I don’t like falling
Dan Aku tidak suka jatuh
Cause I’ve never
Karena Aku tidak pernah
Been good with heights
Sudah bagus dengan ketinggian
And not being right
Dan itu tidak benar
But maybe I’m stalling
Tapi mungkin aku mengulur waktu
Cause I never made any time
Karena Aku tidak pernah mempunyai waktu
For you and I
Untukmu dan Aku

I’ve been hurt before
Aku pernah terluka sebelumnya
And that’s why I close the door
Dan itulah sebabnya Aku menutup diri
Scared of the dark
Takut akan gelap
And broken hearts
Dan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)
I can’t let you in
Aku tidak bisa membiarkan Kamu masuk
Cause I’m crawling in my skin
Karena Aku merangkak di kulitku
Oh I’ve been scarred
Oh, Aku sudah terluka
By broken hearts
Dengan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)

I’ve been here for years
Aku sudah di sini selama bertahun-tahun
They’ve been holding me down
Mereka telah menahanku
But my fear is that you won’t stick around
Tapi ketakutanku adalah kamu tidak akan tinggal diam
For years
Selama bertahun-tahun
They’ve been holding me down
Mereka telah menahanku
But my fear is that you won’t stick around
Tapi ketakutanku adalah Kamu tidak akan tinggal diam

I’ve been hurt before
Aku pernah terluka sebelumnya
And that’s why I close the door
Dan itulah sebabnya aku menutup diri
Scared of the dark
Takut akan gelap
And broken hearts
Dan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)
I can’t let you in
Aku tidak bisa membiarkan kamu masuk
Cause I’m crawling in my skin
Karena Aku merangkak dikulitku
Oh I’ve been scarred
Oh, Aku sudah terluka
By broken hearts
Dengan hati yang hancur
(I got phobias)
(Aku mendapat phobia)

Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Kalau menurut gue, “Phobias” punya pertanyaan yang cukup dalam:

Menurut lo, setelah seseorang mengalami patah hati yang parah, apakah wajar kalau dia menjadi takut membuka hati lagi?

Atau justru kalau kita terus membiarkan ketakutan dari masa lalu mengendalikan hubungan baru, kita sebenarnya sedang memberikan kesempatan kepada orang yang dulu menyakiti kita untuk terus memengaruhi kehidupan kita?

Dan yang paling menarik:

Menurut lo, mana yang lebih sulit—percaya lagi kepada orang lain atau percaya lagi kepada diri sendiri bahwa kita mampu mencintai tanpa kehilangan diri sendiri?

Ceritain pendapat lo di kolom komentar. Bisa jadi pengalaman lo justru relate banget dengan cerita di lagu ini.

Tidak ada komentar: