Selasa, 03 Maret 2020

Makna Lagu Lauv – Modern Loneliness


Lauv - Modern Loneliness [Terjemahan]

Artist           : Lauv
Title             : Modern Loneliness
Lyricist         : Lauv, Michael Pollack, Michael Matosic, Johnny Simpson & Mike Elizondo
Produced       : Lauv, Johnnyn Simpson & Mike Elizondo
Released       : 20 Februari 2020
Album           : How I’m Feeling (2020)

Tentang Penyanyi

Lauv adalah penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Amerika Serikat yang dikenal lewat musik pop dengan pendekatan yang sangat personal dan introspektif.

Banyak karya Lauv membahas hubungan, kesehatan emosional, kesepian, kecemasan, pencarian identitas, dan berbagai konflik yang sering dialami seseorang dalam kehidupan modern.

Salah satu karakter musik Lauv adalah kemampuannya mengemas persoalan yang cukup berat ke dalam musik pop yang terdengar ringan dan mudah didengarkan.

“Modern Loneliness” merupakan salah satu contoh yang kuat. Lagu ini tidak hanya membicarakan rasa kesepian, tetapi mencoba melihat mengapa seseorang bisa merasa kesepian meskipun sebenarnya dikelilingi banyak orang.


Tentang Lagu

“Modern Loneliness” membahas bentuk kesepian yang berbeda dari kesepian pada umumnya.

Biasanya, ketika seseorang mengatakan dirinya kesepian, kita membayangkan seseorang yang sendirian, tidak punya teman, atau tidak memiliki siapa pun untuk diajak bicara.

Namun lagu ini justru menawarkan gambaran yang berbeda:

kita bisa tidak pernah benar-benar sendirian, tetapi tetap merasa sangat kesepian.

Tokoh dalam lagu memiliki teman yang sangat dia sayangi. Dia memiliki keluarga, kehidupan sosial, dan berbagai bentuk hubungan dengan orang lain.

Tetapi ada jarak emosional yang membuat semua itu tidak otomatis menghilangkan rasa kosong di dalam dirinya.

Inilah yang disebut sebagai “modern loneliness.”

Kesepian di era modern bukan selalu karena tidak ada orang di sekitar kita.

Terkadang justru karena kita terhubung dengan terlalu banyak orang, tetapi tidak benar-benar merasa terhubung dengan siapa pun.


Makna / Interpretasi Lagu

Menurut interpretasi gue, lagu ini adalah kritik terhadap kehidupan modern yang terlihat sangat terkoneksi dari luar, tetapi bisa terasa sangat kosong dari dalam.

Bagian paling kuat menurut gue adalah gagasan:

“We're never alone but always depressed.”

Kalimat tersebut menggambarkan kontradiksi.

Kita bisa punya banyak teman.

Bisa punya media sosial.

Bisa selalu menerima notifikasi.

Bisa melihat kehidupan orang lain setiap hari.

Tetapi semua itu belum tentu membuat kita merasa benar-benar dipahami.

Bahkan terkadang, semakin banyak koneksi yang kita punya, semakin jelas juga rasa kosong yang kita rasakan.

Lagu ini kemudian menjadi lebih personal ketika tokohnya membicarakan ayahnya, dirinya sendiri, dan orang yang akhirnya terbentuk dari perjalanan hidup tersebut.

Ada pertanyaan tentang bagaimana keluarga dan masa lalu membentuk seseorang.

Kemudian muncul usaha untuk mengisi kekosongan tersebut.

Namun dia tetap merasa kosong.

Menurut gue, ini menunjukkan bahwa kekosongan emosional tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan menambah aktivitas, teman, hiburan, atau kesenangan.

Karena kalau sumber masalahnya ada di dalam diri, sebanyak apa pun distraksi dari luar, perasaan itu bisa tetap kembali.


Tema yang Dibahas

Kesepian di Tengah Keramaian

Ini adalah tema utama lagu.

Seseorang bisa berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa sendirian.

Menurut gue, ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar tidak punya teman.

Karena masalahnya bukan jumlah orang di sekitar kita.

Masalahnya adalah kedalaman hubungan.

Kita bisa punya puluhan teman, tetapi tidak punya satu orang pun yang benar-benar kita hubungi ketika sedang hancur.

Dan lagu ini menyentuh ironi tersebut.

Dia mencintai teman-temannya, tetapi bahkan tidak menelepon atau mengirim pesan kepada mereka.

Hubungan yang Tidak Benar-Benar Terjaga

Ada bagian yang sangat relate tentang mencintai teman tetapi tidak pernah menghubungi mereka.

Menurut gue, ini menggambarkan kebiasaan kehidupan modern.

Kita sering berkata:

“Harusnya kapan-kapan ketemu.”

“Kapan-kapan ngobrol.”

“Gue kangen lo.”

Tetapi hari terus berjalan dan kita tetap tidak menghubungi mereka.

Akhirnya, hubungan yang sebenarnya berharga perlahan menjadi jauh bukan karena ada pertengkaran, tetapi karena tidak ada usaha untuk menjaga koneksi.

Ini juga memperlihatkan bahwa memiliki orang-orang baik dalam hidup belum tentu cukup.

Hubungan membutuhkan kehadiran.

Kekosongan yang Tidak Bisa Diisi dari Luar

Tokoh lagu mencoba mencari sesuatu untuk mengisi kekosongan di dalam dirinya.

Namun tetap merasa kosong.

Menurut gue, ini menunjukkan bahwa tidak semua rasa kosong bisa diselesaikan dengan mendapatkan lebih banyak hal.

Lebih banyak teman.

Lebih banyak uang.

Lebih banyak hiburan.

Lebih banyak pencapaian.

Bahkan lebih banyak perhatian.

Kalau masalah dasarnya tidak pernah dihadapi, semuanya hanya menjadi pengisi sementara.

Setelah distraksi hilang, kekosongan tersebut kembali lagi.

Beban Masa Lalu

Ada gambaran tentang “baggage” yang tersimpan di kamar, lemari, dan hati.

Menurut gue, baggage di sini merupakan metafora untuk beban emosional.

Pengalaman masa lalu.

Masalah keluarga.

Kekecewaan.

Penyesalan.

Ketakutan.

Semua hal tersebut mungkin tidak terlihat oleh orang lain, tetapi tetap kita bawa setiap hari.

Kamar dan lemari menjadi seperti tempat penyimpanan simbolis untuk semua hal yang belum selesai di dalam diri.

Pengaruh Keluarga terhadap Diri Kita

Lagu dibuka dengan refleksi tentang ayah dan bagaimana sosok tersebut ikut membentuk dirinya.

Ini menunjukkan bahwa identitas seseorang tidak muncul begitu saja.

Ada keluarga, pengalaman masa kecil, lingkungan, dan berbagai kejadian yang ikut membentuk cara seseorang melihat dirinya sendiri.

Menurut gue, bagian ini membuat lagu menjadi lebih dalam karena kesepian yang dibahas bukan hanya masalah kehidupan sosial.

Ada juga pertanyaan:

“Kenapa gue menjadi seperti ini?”

Dan terkadang jawabannya tidak sederhana.

Melarikan Diri dari Masalah

Ada bagian lagu yang menggambarkan kebiasaan mencari sesuatu untuk membuat diri merasa lebih baik, tetapi kemudian tidak tahu bagaimana kembali ke keadaan normal.

Menurut gue, ini bisa dibaca lebih luas sebagai metafora tentang pelarian dari masalah.

Kita mencari sesuatu yang membuat kita tidak perlu merasakan sakit untuk sementara.

Hiburan.

Pesta.

Kesenangan.

Kebiasaan tertentu.

Apa pun bentuknya, selama bisa membuat kita berhenti memikirkan masalah.

Namun ketika efeknya hilang, masalah tersebut masih ada.

Karena kita tidak benar-benar menyelesaikannya.

Sulit Meminta Bantuan

Hal yang menurut gue cukup menyedihkan adalah tokoh lagu sebenarnya memiliki orang-orang yang dia cintai.

Tetapi dia tetap tidak menghubungi mereka.

Ini menunjukkan bahwa kesepian terkadang bukan karena tidak ada orang yang peduli.

Kita sendiri mungkin terlalu sulit untuk mengatakan:

“Gue lagi nggak baik-baik saja.”

Ada rasa malu.

Takut merepotkan.

Takut dianggap lemah.

Atau mungkin kita bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskan apa yang sedang kita rasakan.

Akhirnya kita memilih diam.

Dan diam tersebut membuat kita semakin merasa sendirian.


Pendapat / Analisis

Menurut gue, “Modern Loneliness” adalah lagu yang semakin relate justru karena kehidupan sekarang semakin terkoneksi.

Kita bisa mengetahui seseorang sedang makan apa.

Sedang pergi ke mana.

Sedang bersama siapa.

Bahkan bisa melihat aktivitas mereka hampir setiap hari.

Tapi mengetahui kehidupan seseorang dari layar tidak sama dengan benar-benar hadir dalam kehidupan mereka.

Dan menurut gue, itu salah satu bentuk kesepian modern yang paling aneh.

Kita punya akses kepada banyak orang, tetapi belum tentu punya hubungan yang dalam dengan mereka.

Gue juga suka kontradiksi ketika dia mengatakan bahwa dia sangat mencintai teman-temannya tetapi tidak pernah menelepon atau mengirim pesan.

Karena jujur, ini bisa terjadi kepada siapa saja.

Bukan karena kita tidak peduli.

Kadang kita hanya terlalu sibuk.

Terlalu capek.

Terlalu tenggelam dalam masalah sendiri.

Sampai akhirnya kita baru sadar bahwa sudah berbulan-bulan tidak benar-benar ngobrol dengan orang yang sebenarnya penting bagi kita.

Menurut gue, lagu ini juga mengingatkan bahwa kesepian tidak selalu membutuhkan orang baru.

Kadang yang kita butuhkan justru kembali terhubung dengan orang-orang yang sudah ada.

Tanya kabar.

Ngobrol tanpa tujuan.

Ketemu.

Atau sekadar mengatakan:

“Gue lagi nggak baik-baik aja.”

Karena mungkin selama ini kita bukan kekurangan manusia di sekitar kita.

Kita hanya kekurangan hubungan yang benar-benar terasa nyata.

Dan bagian tentang ingin “membersihkan” diri dari semua hal buruk juga menurut gue menarik.

Kita sering berharap bisa menghapus masa lalu seperti menghapus file.

Menghilangkan trauma.

Menghapus kesalahan.

Membuang semua hal yang membuat kita tidak nyaman dengan diri sendiri.

Tapi manusia tidak bekerja seperti itu.

Kita tidak bisa memotong bagian-bagian buruk dari diri kita lalu berharap semuanya langsung baik.

Kadang kita justru harus memahami bagian tersebut.

Menerima bahwa itu pernah terjadi.

Kemudian perlahan belajar hidup tanpa terus dikuasai olehnya.

Buat gue, “Modern Loneliness” bukan cuma lagu tentang kesepian.

Ini lagu tentang paradoks kehidupan modern:

kita bisa selalu online tetapi tetap merasa tidak punya tempat untuk pulang secara emosional.

Dan mungkin pertanyaan terbesarnya bukan:

“Kenapa gue sendirian?”

Tetapi:

“Kenapa ketika ada begitu banyak orang di sekitar gue, gue masih merasa tidak benar-benar bersama siapa pun?”


Fakta Lagu yang Relevan

“Modern Loneliness” merupakan lagu Lauv yang dirilis pada 2020 dan menjadi bagian dari album debutnya, ~how i'm feeling~.

Lagu ini dikenal karena mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan modern: kesepian, hubungan sosial, kesehatan emosional, dan kesulitan membangun koneksi yang benar-benar mendalam.

Judul “Modern Loneliness” sendiri menjadi konsep utama lagu karena kesepian yang dibicarakan bukan sekadar kondisi fisik sendirian, melainkan keadaan ketika seseorang memiliki koneksi sosial tetapi tetap merasa kosong secara emosional.


Lirik Lagu

                                                                      [Verse 1]

I've been thinkin' 'bout my father lately
Belakangan ini Aku memikirkan ayahku
The person that he made me
Orang yang membuatku
The person I've become
Menjadi seseorang
And
 I've been tryna fill all of this empty
Dan Aku sudah mencoba mengisi semua kekosongan
But, fuck, I'm
 still so empty
Tapi, sial, Aku masih begitu hampa
And I could use some love
Dan Aku menggunakan cinta

[Pre-Chorus]
And I've been trying to find a reason to get up
Dan Aku sudah berusaha mencari alasan untuk bangkit
Been trying to find a reason for this stuff
Sudah berusahan mencari alasan untuk hal ini
In my bedroom and my closet
Di dalam kamarku dan kamar mandiku
The baggage in my heart is still so dark
Bagasi di hatiku masih sangat gelap

[Chorus]
Modern loneliness, we're never alone
Kesepian modern, kita tidak pernah sendirian
But always depressed, yeah
Tapi selalu merasa depresi, yeah
Love my friends to death
Mencintai teman-temanku sampai mati
But I never call and I never text, yeah
Tapi Aku tidak pernah menelpon dan mengirim pesan
La-di-da-di-da
You get what you give and give what you get, so
Kamu mendapatkan apa yang Kamu berikan dan memberikan apa yang Kamu dapat, jadi
Modern loneliness, we love to get high
Kesepian modern, kita senang dengan ketinggian
But we  don't know how to come down
Tapi kita tidak tahu bagaimana caranya turun

[Verse 2]
If I could break my DNA to pieces
Jika Aku bisa menghancurkan DNA ku berkeping-keping  
Get rid of all my demons
Kusingkirkan semua iblisku
If I could cleanse my soul
Jika Aku bisa membersihkan jiwaku
Then I could fill the world with all my problems
Lalu, Aku bisa mengisi dunia dengan semua masalahku
But, shit, that wouldn't solve them
Tetapi, sial, itu tidak akan menyelesaikan
So, I'm here left alone
Jadi, Aku disini sendirian

[Pre-Chorus]
And I've been trying to find a reason to get up
Dan Aku berusaha mencari alasan untuk bangkit
Been trying to find a reason for this stuff
Sudah berusaha mencari alas an untuk hal ini
In my bedroom and my closet
Di kamarku dan kamar mandiku
The baggage in my heart is still so dark
Bagasi di hatiku masih sangat gelap

[Chorus]
Modern loneliness, we're never alone
Kesepian modern, kita tak pernah sendirian
But always depressed, yeah
Tapi selalu depresi, yeah
Love my friends to death
Mencintai teman-temanku sampai mati
But I never call and I never text, yeah
Tapi Aku tidak pernah menelpon dan mengirim pesan
La-di-da-di-da
You get what you give and give what you get, so
Kamu mendapatkan apa yang Kamu berikan dan memberikan apa yang Kamu dapat, jadi
Modern loneliness, we love to get high
Kesepian modern, kita senang dengan ketinggian
But we de don't know how to come down
Tapi kita tidak tahu bagaimana caranya turun

[Bridge]
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Kita tidak tahu bagaimana caranya turun

[Chorus]
Modern loneliness, we're never alone
Kesepian modern, kita tak pernah sendirian
But always depressed, yeah
Tapi selalu depresi, yeah
Love my friends to death
Mencintai teman-temanku sampai mati
But I never call and I never text, yeah
Tapi Aku tidak pernah menelpon dan mengirim pesan
La-di-da-di-da
You get what you give and give what you get, so
Kamu mendapatkan apa yang Kamu berikan dan memberikan apa yang Kamu dapat, jadi
Modern loneliness, we love to get high
Kesepian modern, kita senang dengan ketinggian
But we de don't know how to come down
Tapi kita tidak tahu bagaimana caranya turun

[Bridge]
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Down, down, down, down, down
We don't know how to come down
Kita tidak tahu bagaimana caranya turun

[Outro]
Modern loneliness, we're never alone
Kesepian modern, Kita tidak pernah sendirian
But always depressed, yeah
Tapi, selalu merasa depresi, yeah

Tentang Pensil Karyaku

Pensil Karyaku hadir untuk membahas makna, pesan, dan cerita di balik berbagai lagu yang mungkin sering kita dengarkan, tetapi belum tentu kita pahami lebih dalam.

Lewat setiap tulisan, kita mencoba melihat sebuah lagu bukan hanya dari melodinya, tetapi juga dari cerita, pengalaman, pesan sosial, kehidupan, dan perasaan yang mungkin terkandung di dalamnya.

Karena terkadang, satu lagu bisa memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang.


Yuk, Ikut Berdiskusi

Menurut gue, “Modern Loneliness” punya satu pertanyaan yang cukup dekat dengan kehidupan sekarang:

Pernah nggak lo merasa kesepian padahal sebenarnya punya teman, keluarga, atau banyak orang yang bisa diajak ngobrol?

Menurut lo, apakah media sosial dan teknologi benar-benar membuat kita semakin dekat dengan orang lain, atau justru membuat hubungan terasa semakin dangkal?

Dan satu pertanyaan terakhir:

Kalau lo sedang merasa benar-benar nggak baik-baik saja, apakah lo tipe orang yang langsung menghubungi seseorang, atau justru memilih diam dan menghadapi semuanya sendirian?

Ceritain pendapat lo di kolom komentar. Karena mungkin, tanpa kita sadari, banyak orang sedang mengalami “modern loneliness” yang sama.

Tidak ada komentar: